Arti Nama Blog #BPNRamadan2021

 


Setiap nama pastinya memiliki sebuah makna. Seperti nama yang dsematkan pada seorang manusia, ada makna dan doa yang terkandung di dalamnya. Begitu juga nama untuk blog ini. Awalnya nama blog ini sesuai dengan nama pemiliknya Resti Rahmadika Akbar, yang dibuat sejak 2012, tapi bingung mau nulis apa. Jadinya blognya kosong melompong.

Sampai pada tahun 2016 akhir, saat proses menulis tesis, kencan hampir setiap jam dengan laptop, mulai dari mencari ide, mencari referensi, yang penting nyicil tesis. Dalam masa "kencan" itu, saya menyadari bahwa saya sering membaca blog, untuk mencari referensi, seperti "bagaimana cara membuat daftar pustaka?" Ternyata blog atau tulisan masih dicari, dan tetap bisa bersaing dengan sosial media lainnya seperti facebook, instagram, ataupun youtube. 

Di tahun 2017, saya mulai nulis, dan saya mulai mencari nama untuk blog, karena blog yang saya baca memiliki nama yang menurut saya powerful, eye catching, yang paling penting menarik. Kemudian pada saat itu, saya bertekad untuk menulis, ibaratnya menulis jurnal harian, makanya keluar nama "My New Journal."  My New Journal, saya maknainya sebagai sebuah perjalanan baru, sebagai tekad baru, semangat baru, dan kisah baru. 

Ternyata saat menyimpan nama baru ini, google sepertinya mengenali nama ini untuk domainnya, sehinga untuk domainnya jadi mynewjornal.blogspot.com. Ga papa lah yang penting punya blog dan yang penting dari sekedar punya adalah mulai diisi.

Apa bedanya Author, Co-author dan second author


 



 

Dalam penghitungan PAK (Penilaian Angka Kredit) bagi dosen, salah satu poin penting adalah penelitian. Penelitian merupakan salah satu komponen penting dari tridharma pendidikan tinggi. Tridharma ini terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nah, penghitungan  PAK berdasarkan 3 aktivitas ini. Biasanya yang jadi pe er adalah di bagian penelitian dan pengabdian.

Untuk pendidikan mungkin ga terlalu menjadi beban karena mengajar merupakan kegiatan harian. Akan tetapi untuk melaksanakan penelitian kemudian mempublikasikannya, perlu meluangkan waktu untuk melakukannya. Publikasi ke jurnal juga ada pahit manisnya, kalau lagi manis, lancar, langsung diterima, tapi ini hanya beberapa persen saja. Kebanyakan, peneliti yang men-submit artikelnya ke jurnal ilmiah, mengalami revisi, bisa satu kali bahkan berkali kali, yang lebih pahit adalah ditolak langsung oleh editornya.

Jurnal ilmiah memiliki nilai PAK yang berbeda, mulai dari jurnal internasional bereputasi sampai jurnal nasional yang terindeks.

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Jurnal Internasional bereputasi

Web of Science (Wos) yang memiliki IF Wos minimal 0.05 dan atau Scopus dengan SJR jurnla minimal0.15 atau SJR junrla >0.10 dan Q3

40

2

Jurnal Internasional

Web of Science (Wos) yang memiliki IF Wos <0.05 dan atau Scopus dengan SJR jurnal <0.15

30

3

Jrnal internasional berindeks

Terindeks INSPEC, ESCI, EBSCO Gale

20

4

Jurnal Nasional terakreditasi sinta 1 dan 2

Jika Sinta 1 yang masuk kategori jurnal internasional maka penilaiannya sesuai golongan 1&2

25

5

Junrla nasional berbahasa inggris atau 1 bahasa resmi PBB lainnya

Terindeksi CABI, Index Corpenicus International (ICI), ACI, DOAJ

20

6

Jurnal nasional berbahasa Indonesia terakreditasi Sinta 3&4

 

20

7

Jurnal nasional berbahasa Indonesia terakreditasi Sinta 5&6

 

15

8

Jurnla nasional

-          Author minimal dari 2 institusi berbeda

-          Editor minimal dari 2 institusi berbeda

10

9

Jurnal ilmiah yang ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat sebagai jurnal internasional

 

10

 

Selain hasil penelitian dipublikasin di jurnal ilmiah, dapat juga dipresentasikan di seminar nasional maupun internasional dengan luaran berupa prosiding. Untuk penilaian prosiding sebagai berikut:

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Internasional terindeks pada Scimagojr dan Scopus

Untuk prosiding IEEE xplore masuk ke kategori ini

30

2

Internasional terindeksi WoS, Scopus, IEEE xplore, SPIE

 

25

3

Internasional

Tidak terindeksi di kategori 2

15

4

Nasional

 

10

 

Kelompok ketiga luaran hasil penelitian masih berupa prosiding, bedanya dengan kelompok yang di atas adalah hasil penelitian dimuat di prosiding akan tetapi tidak dipresentasikan di seminar/symposium

 

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Internasional

Prosiding online tidak berindeks

10

2

Nasional

Prosiding online tidak berindeks

5

 

Berdasarkan pedoman penialain di atas, maka setiap yang terlibat di dalam publikasi, tentunya memiliki hak untuk mendapatkan nilai ini. Biasanya dari suatu jurnal ilmiah terdiri dari beberapa penulis, jarang sekali yang penulis tunggal.

Ketentuan penilaian sesuai dengan peran dalam penelitian.

1.       Bila sebagai penulis tunggal, maka nilai PAK, 100% milik peneliti tersebut

2.       Bila penulis 2 orang, Penulis pertama juga bertindak sebagai corresponding author maka nilai penulis pertama atau author 60% dari angka kredit tersebut, sedangkan penulis kedua mendapatkan 40%

3.       Jika penulis pertama tidak sebagai corresponding author, maka nilai kredit buat penulis pertama dan corresponding author masing-masing mendapatkan 40%, sisa 20% untuk penulis lainnya. Misalnya ada 4 orang penulis, maka penulis ketiga dan ke empat masing-masing mendapatkan 10%.

4.       Bila penulis hanya terdiri dari 2 orang, dan masing berperan sebagai penulis pertama dan corresponding author, maka masing-masing mendapatkan 50% dari nilai kredit.

5.       Untuk corresponding author, agar diakui angka kreditnya maka harus melampirkan bukti korespondingnya dari pengelola jurnal, dapat berupa paper submission, acceptance letter, bukti proses review dari karya ilmiah yang dipublikasikan.

Dari pengertiannya first author atau penulis pertama merupakan penulis yang paling banyak kontribusinya dalam penelitian dan dalam penulisan paper. Coresponding author adalah penulis yang bertanggungjawab untuk berkoresponden dengan pihak pengelola jurnal, mensubmit artikel dan bertanggungjawab membuat revisi. Sedangkan second author ataupun third author, merupakan penulis yang memiliki peran yang lebih sedikit dari first author.

Corresponding author, urutan dalam penulisan nama di jurnal tidak harus di posisi ke dua, bisa di ururtan kedua atau ketiga. Coressponding author, biasanya ditandai dengan lambang asterik, dan alamat email di jurnal merupakan kepunyaan corresponding author. Jadi second author berbeda dengan corresponding author ya. Urutan nama di jurnal berdasarakan besarnya kontribusi seorang peneliti atau penulis tersebut.

Bila seorang dosen membimbing mahasiswa dan mempublikasikan karyanya, dosen pembimbing dapat menjadi corresponding author-nya, sedangkan first author bisa untuk mahasiswa yang melakukan penelitian. Mengapa dosen pembimbing menjadi corresponding author, hal ini disebabkan bila mahasiswa menjadikan prasyarat skripsi sebagai kelulusan S1, biasanya jurnalnya yang telah di submit, tidak di follow up lagi, bila terjadi masalah, misalnya plagiasi, maka yang bertanggungjawab adalah dosennya.

 Semoga bermanfaat



Skripsweet #2 Time Management

 


Pastinya senang banget kalau apa yang sudah direncanakan semuanya terlaksana. Menyambung tulisan sebelumnya mengenai tips awal untuk menulis skripsi, saat ini saya mau membahas mengenai Time Management. Skripsi biasanya parallel dengan jalannya mata kuliah lain, jadi selain perhatian ke maya kuliah lain, skripsi juga musti dicicil.

Jangan jadikan beban saat menjalaninya. Nah agar menjalaninya dengan senang maka perlu kemampuan time management. Time management digunakan untuk mengatur waktu agar “cicilan” dalam penyusunan skripsi tetap jalan. Tips ini bisa jalan kalau pertanyaan penelitiannya udah ditemukan ya, dan sudah disetujui oleh pembimbing.

Jadi tips time management untuk “mencicil” skripsi:

1.       Data terlebih dahulu apa saja yang mau dicicil untuk membuat skripsi

2.    Setelah data tersebut dibuat, pilih mana yang akan dikerjakan dulu,prinsipnya setiap hari ada kemajuan, walaupun hanya mengetik satu paragraph bahkan satu kalimat.

Misalnya: dalam menulis skripsi, pastinya diawali dulu menulis proposal, biasanya di setiap institusi punya buku panduan menulis proposal ataupun skripsi.

a.       kemajuan proposal penelitian bisa dimulai dengan menyusun format, mulai dari sampul, halaman pengesahan, kata pengantar, judul bab, lampiran, minimal ada kemajuan, daripada Cuma diliatin, ga bakalan berubah tuh sim salabim jadi proposal skripsi langsung kan.

b.       Kemudian bisa mencicil mencari literatur terbaru, bisa dengan menjadwalkan ke perpustakaan dan memberi target diri sendiri untuk mencari sumber literatur 2/3 pada hari itu.

c.       Di hari berikutnya bisa dengan mencari literatur di internet, bisa dimulai dengan merumuskan kata kunci kemudian mulai mencari.

d.       Hari berikutnya bisa jadwalkan dengan membaca literatur kemudian dibuat intisarinya

e.       Atau, bisa dengan membuat kerangka tulisan, kerangka tulisan akan membatu kita, agar tulisan mengalir, dan lebih enak dibaca. Selain itu, menjaga kita agar tidak menggunakan cara berbahasa atau cara menulis tulisan yang disitasi.

f.        Perlu juga mempelajari bagaimana cara membuat daftar pustaka, tools apa yang akan digunakan, misalnya Mendeley, minimal di hari tersebut Mendeley-nya undah di download dan udah diinstal kemudian udah disinkronisasi ke micrososft word.

g.       Hari berikutnya bisa mulai dengan memasukkan sumber literatur yang sudah dicari di internet ke dalam Mendeley. Untuk buku yang dari perpustakaan bisa diinsert manual.

Dalam perjalanannya mungkin akan menemukan kejenuhan, setelah bimbingan makin galau, makin ga ngerti atau sebaliknya justru makin semangat. Prinsipnya setiap hari ada kemajuan, silahkan alokasikan waktunya, misalnya satu jam per hari nyisil bikin skripsinya. 


101 SKRIPSWEET - #1 Tips menghadapi perjalanan panjang skripsi

 

Menulis skripsi pastinya memiliki tantangan tersendiri. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan kalau menghadapi skripsi itu sulit, bahkan ada yang menggelarinya dengan “skripsh*t”.  Bahkan ada yang terkendala lulus S1 nya karena skripsinya belum selesai, sayang banget kan.  Padahal kalau dikerjakan dan dicicil bisa lho selesai dan target lulus tepat waktu bisa dicapai.

Saya pribadi ga setuju dengan label negative seperti itu karena justru  tantangan tersebut harus dihadapi dong. Nah bagaimana cara menjadikan skripsi ini skripsweet, tentunya harus tau dulu tips-tipsnya. Ibaratnya kenalan dulu sama yang namaya skripsi baru menjalaninya.

Beberapa literatur ataupun penelitian mahasiswa saya menyampaikan bahwa kebanyakan mahasiswa itu cemas mengahadapi skripsi. Setelah digali lagi, mengapa cemas, mengapa ga siap, mengapa menunda-nunda bimbingan, ternyata mahasiswa belum menguraikan benang kusut mengenai skripsi ini. Belum apa-apa sudah mikirin SPSS yang ribet, aplikasi Mendeley yang belum bisa digunakan, rumus sampel seabrek yang dihafal dan lainnya. Padahal, kalau tau langkah apa yang harus dilakukan, maka minimal setiap hari bisa lho ada progresnya penulisan skripsi ini.

Berikut saya bagikan tips awal untuk menghadapi skripsi ini:

  1. Skripsi ini merupakan perjalanan Panjang yang harus dilewati, so harus dinikmati prosesnya. Jadi pastikan yang diteliti memang topik yang disukai. Bila sudah ada topik yang disukai, maka akan masuk ke pemilihan pembimbing. Biasanya mengajukan ke bagian skripsi bidang yang disukai, sedangkan yang menentukan siapa pembimbingnya dari bagian skripsi.
  2. Bila sudah ditetapkan siapa pembimbingnya, ga usah buru-buru lapor, kalau belum ada persiapan. Ada baiknya saat pertemuan pertama, sudah punya bahan buat diskusi, misalnya sudah punya rumusan masalah yang tertarik untuk diteliti.
  3. Jangan membawa judul ke pembimbing, karena kamu akan kesulitan membuat latar belakangnya, tapi mulailah dengan membawa “masalah”. Masalah penelitian merupakan gap antara apa yang terjadi dengan yang idealnya atau dengan teori.
  4. Untuk bimbingan pertama kamu bisa bawa beberapa masalah penelitian yang bisa didiskusikan dengan pembimbing, selain itu uraikan dan jelaskan juga mengapa kamu tertarik dengan bidang tersebut. Sebelumnya riset-riset ringan juga, apakah sudah ada penelitian serupa? Dimana riset tersebut dilakukan? Apa instrument yang digunakan pada penelitian tersebut.
  5. Yang penting juga adalah jangan ga bawa persiapan apa-apa kalau ketemu sama pembimbing. Bila bimbingan secara daring, maka perhatikan waktu-waktu yang baik untuk menghubungi pembimbing. Baiknya menghubungi di jam kerja  8.00-16.00. Pada saat menghubungi dosen pembimbing jangan lupa ucapkan salam, perkenalkan diri terlebih dahulu, baru sampaikan maksud dan tujuannya. Kalau pesan belum dibalas sabar, jangan sampai pembimbingnya diteror.

 

Nah ini tips singkat untuk menghadapi perjalanan panjangn skripsi. Next kita bahas bahgaimana mengelola waktu dan apa saja yang perlu dipelajari agar perjalanan menyelesakan skripsi ini lancar jaya.

 

 


Transfer uang antar bank tanpa biaya menggunakan Flip

 

Di era digitalisasi saat ini, dimana pembayaran menggunakan e money atau transfer baik melalui ATM ataupun mobile banking. Kalau menggunakan e-money mungkin ada biaya adminstratif setiap kali pengisiannya yang nominalnya berbeda-beda di setiap e-money tersebut. Bila menggunakan transfer virtual acoount tidak ada biaya, bila menggunakan bank yang sama tidak ada biaya, akan tetapi bila menggunakan bank yang berbeda ada biaya, sebesar Rp 6.500,-. Jumlah yang lumayan kalau dalam sebulan harus transfer 10 kali ke bank yang berbeda, bisa beli 5 mangkok bakso tuh.

Salah satu solusi untuk menhindari biaya transfer antar bank ada aplikasi Namanya “flip” yang bisa transfer antar bank tanpa biaya. Flip tersedia di playstore dan bisa juga melalui web. Berikut cara pendaftarannyanya dan penggunaannya:

1. Masuk ke www.flip.id atau kalau android bisa download dulu aplikasi "flip" di playstore


2. Kemudian daftar flip bagi yang belum daftar, kalau sudah daftar tinggal masuk melalui akun yang telah didaftarkan. Pendaftarannya cukup mudah, tinggal memasukkan nama pengguna, email aktif dan password. Bila sudah mendaftar cek email notifikasi kemudian verifikasi akun melalui tautan yang ada di email tersebut.

Pada halaman ini, bagi yang masih bingung mengenai cara pendaftaran ataupun bagaimana cara penggunaan flip, maka ada bagian tutorial. Di bagian tutorial akan dijelaskan cara pendaftaran, verifikasi akun, transaksi pertama ataupun bila ingin melakukan multi transfer. 

3. Setelah verifikasi, akan masuk ke halaman login, masukkan email dan password, dan akan muncul beranda 

4. Bila ingin mengirimkan uang bisa menggunakan menu “kirim uang”, kemudian masukkan “tambahkan rekening baru” 

5. Masukkan nomor rekening, maka flip akan membaca nomor rekening tersebut, dan mengeluarkan data nama pemilik rekening dan asal Bank. 

6. Bila telah benar nomor rekening yang tertera di flip, bisa klik nomor rekening tersebut, maka akan muncul halaman dimana kita bisa memasukkan jumlah uang yang akan ditransfer. Kemudian klik “lanjut”

7. Maka akan keluar nomor rekening dari flip. Kemudian lanjut ke transfer melalui mobile banking yang kita gunakan (bank yang kita gunakan). Pada mobile banking, kita akan mentransfer ke sesama bank dengan nomor rekening yang telah diberikan dari akun flip tadi  dan nominal transaksi biasanya ditambahkan, misalnya uang yang harusnya ditransfer 100.000, maka dengan flip akan keluar jumlah nominal transfer 100.056,  uang ini akan kembali ke akun flip kita bila telah selesai transaksi.

8. Pada notifikasi flip akan keluar pemberitahuan “pengecekkan”, bila sudah berhasil maka akan ada informasi”berhasil”. Bukti transaksi juga bisa diunduh.

Belum semua bank yang bergabung dengan flip. Bank yang bergabung yaitu: BRI, BNI, BNI Syariah, BCA, Mandiri, Jenius/BTPN, Bank Syariah Mandiri,  CIMB, CIMB Syariah, Muamalat, Permata, Permata Syariah,  Digibank/DBS. Semoga bermanfaat.


Tutorial menggunakan Zoho Form

 


Bagi yang selama ini familiar menggunakan gform sebagai media penyebaran kuesioner online, maka bisa juga menggunakan zoho form. Tentunya setiap aplikasi memiliki kekurang dan kelebihan.

Salah satu kelebihan dari zoho form adalah bisa melakukan tanda tangan online, nah bila akan digunakan untuk meminta persetujuan dan membutuhkan tanda tangan misalnya pada penelitian, sebagai persetujuan responden pada informed consent, maka bisa menggunakan zoho form. Bisa juga digunakan untuk kepentingan meminta pakta integritas. Apalagi saat pandemic sekarang, bisa menggunakan zoho form.

Zoho form cukup mudah digunakan. Berikut saya coba rangkumkan bagaimana membuat zoho form secara sederhana.

1. Buka https://www.zoho.com/forms/ : dafta pada bagian ini, kemudian lihat email konfirmasi di email yang telah didaftarkan.



2. Kemudian, masuk kembali ke halaman zoho, klik “sign in”

3. Setelah memasukkan email dan password, maka akan masuk ke halaman utama

4. Bila ingin memulai membuat form/formulir baru maka klik “new form"

5. Tuliskan nama formnya dan pada deskripsi tujuan form tersebut kemudian “create”. Pada bagian kiri tersedia template, yang akan memudahkan untuk membuat formnya. Pilihlah yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk formulir yang akan digunankan.

6. Misalnya untuk identitas: pilih “name”. Untuk kuesioner pilihannya bisa “multiple choice” atau “checkbox”

7. Untuk tanda tangan, bisa ambil “advanced fields yang berada di bawah “basic fields”

8. Pada form yang dibuat bisa diatur dengan melakukan pengaturan di bagian menu “rules”

9. Bila telah selesai maka pada bagian atas kanan klik “save”.

10. Kemudian "share"

11. Linknya bisa diperpendek dengan “shorten URL” kemudian bisa dibagikan melalui email/wa/line.

12. Bila telah terkumpul, maka hasil form bisa di lihat di bagian “all entries”. Kemudian pilih rekapnya pdf atau excel. 

Bila sudah selesai, maka hasil formnya yang terkumpul dapat dianalisis. Semoga bermanfaat.