Inovasi Dakwah pada masa Pandemi


 



PENDAHULUAN

Esensi dakwah bermakna sebagai upaya seseorang atau lembaga untuk mengajak atau menyeru manusia kepada kebaikan dan kebenaran serta mencegah dari keburukan. Dakwah juga bermakna seruan kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasehat yang baik.

Mengajak sesama manusia dengan berbagai penyampaian di era sekarang, bukan hanya yang ceramah yang ada di masjid, tetapi disampaikan dengan berbagai media yang digunakan sekarang ini. seperti media sosial atau media untuk tatap virtual seperti zoom dan goggle meet.

Inovasi di masa pandemi terutama untuk masalah dakwah ddapat disampaikan dengan berbagai media, walaupun tidak dapat menjangkau semua kalangan usia, akan tetapi dapat mengisi fungsi dari dakwah ini yaitu menyampaikan.

 

ISI

Dakwah memiliki arti menyeru pada hal kebaikan dan mencegah dari keburukan. Menyeru atau menyampaikan merupakan fitrah bagi setiap manusia yang memiliki ilmu. Dakwah merupakan sebagian dari ilmu.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “dan hendaklah di anatara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ‘Imran:104).

Seperti yang disampaikan di awal bahwa menyeru atau dakwah merupakah fitrah atau kewajiban setiap muslim sepanjang masa. Berdakwah bukan hanya kewajiban ulama, ustad, ustadzah, tetapi kewajiban setiap muslim. Berdakwah itu bukan hanya untuk dilakukan di masjid saja, tapi dapat dilakukan di berbagai segi kehidupan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam sepanjang hidupnya melakukan dakwah. Perintah dari Rasulullah yang diriwayatkan Al Bukhari, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” Ajakan ini bermakna setiap individu wajib menyampaikan dakwah sesuai dengan kadar kemampuannya.

Dakwah yang dilakukan setiap muslim sesuai dengan kemampuan dan perannya di masyarakat. Seorang guru bisa menyampaiakan seruan atau dakwah sesuai dengan profesinya, seorang dosen bisa mendakwahi dengan perannya sebagai role model bagi mahasiswanya, seorang dokter dapat menyampaikan seruan kepada pasiennya, begitu juga dengan profesi lainnya.

Seruan atau penyampaiannya dilakukan seperti contoh di atas dengan berbagai media, bisa dengan lisan, tulisan dan perbuatan. Cara penyampaian disesuaikan dengan komunitas yang dituju, sehingga tepat sasaran. Terutama di masa pandemic ini, untuk mencapai sasaran target dakwah, sebagai muslim cara menyampaikan juga mengalami penyesuaian, perlu inovasi dalam penyampaiannya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah menjadi kebutuhan, dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian dakwah.  Dakwah yang sebagian besar identik dengan ceramah atau penyampaian secara lisan di masjid, dengan  adanya teknologi, dakwah multimedia dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Walaupun target atau sasaran dakwahnya lebih ke generasi yang melek teknologi, tetapi paling tidak bisa dimanfaatkan untuk mengisi keterbatasan pada saat pandemic ini.

Keterbatasan pada saat pandemic untuk berkumpul atau bepergian, tidak menjadi alasan untuk tidak menambah ilmu atau menyampaikan dakwah. Pemanfaat multimedia terutama sosial media dapat dilakukan untuk menyampaikan materi dakwah. Tentunya disesuaikan dengan target dan aturan dari media tersebut.

Sosial media yang dapat dijadikan sebagai sarana dakwah diantaranya adalah facebook, Instagram, youtube, blog ataupun web. Media ini khususnya memang menjangkau kaum milenial. Rentang usia pengguna media sosial seperti yang disebutkan di atas mayoritas berusia 15-40 tahun ke atas.

Dakwah yang dilakukan melalui sosial media selain disesuaikan dengan target dakwah, disesuaikan dengan platform yang digunakan, untuk youtube facebook, dan Instagram, penyampaian dapat berupa video ataupun gambar yang menarik. Pemanfaatan blog dan web  sebagai media, dapat berupa tulisan.

Kelebihan dari media online ini sebagai sarana dakwah, adalah mengisi kekosongan media offline atau tatap muka secara langsung. Kekurangannya, tidak interaktif, walaupun ada kolom komentar, belum dapat menggantikan interaksi antara penyampai dakwah dengan yang bertanya.

Kekurangan dari media sosial ini, dapat ditambal dengan mengikuti  kajian dari suatu kumpulan, ataupun instansi yang mengundang ustad/ustadzah langsung yang memanfaatkan media seperti zoom atau google meet. Media ini mengganti peran tatap muka menjadi tatap virtual. Setelah oenyampaian materi, biasanya ada sesi diskusinya, nah di diskusi ini semua pertanyaan, kebingungan peserta dapat dijawab secara langsung oleh ahlinya.

Selain dari media sosial yang memang penggunanya terbatas, radio sebagai sarana penampai dakwah, yang dari dulu sudah digunakan juga bisa sabagai sarana dakwah.  Saat ini, pendengar radio memang berkurang, akan tetapi masih ada pasarnya, sehingga masih bisa digunakan. Walaupun tertinggal dibandingkan media lain, siaran keagamaan atau dakwah yang dibuat semenarik mungkin dapat menarik minat pendengar.

 

PENUTUP

Berbagai media di atas dapat berfungsi secara efektif jika mampu digunakan secara baik dan teapat sasarannya. Untuk yang berperan sebagai pendakwah atau yang menyampaikan materi, juga perlu memahami media yang digunakan dan target sasaran dakwahnya agar penyampaian informasi lebih efektif.

 

DAFTAR PUSTAKA

1.     Samsinar S. Inovasi Dakwah melalui multimedia. Jurnal IAIN Bone. 2019

2.     Pardianto. Dakwah Multikultural (Studi Alternatif Dakwah di Era Globalisasi). Mediasi. 2015.9;2. 85-100

3.     https://umroh.com/blog/inilah-hakikat-esensi-dakwah-yang-perlu-kamu-tahu/

 

5 komentar:

Self Love #BPNRamadan2021



 Self love secara kata memiliki arti mencintai diri sendiri.  Mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain. mencintai diri sendiri berarti kita memberikan penghargaan lebih terhadap diri sendiri, mau mengembangkan diri, mampu memaafkan diri sendiri, secara  sebagai menusia kita ga luput dari kesalahan kan. Self love artinya juga mampu menerima kekeurangan yang ada dalam diri. Setiap orang bisa saja memaknai secara berbeda makna dari self love.

Makan makanan yang sehat termasuk salah satu perbuatan yang dimaknai sebagai self love. Investasi terhadap diri dengan makan makanan yang sehat, olahraga juga dimaknai sebagai sebagai self love.

0 komentar:

Meaningful Life #BPNRamadan2021



 Saat tau 2 topik terakhir dari dari #BPNRamadan2021 bebas, saya milih untuk menulis mengenai meaningful life. Meaningful life atau hidup bermakna secara psikologi merupakan tingkat kebahagian tertinggi. Dalam hidup ini kita sebagai manusia tentunya memiliki targetan dalam hidup, memiliki pencapaian dalam hidup. Sebagaian besar orang merasakan hidup yang penuh kesenangan merupakan hidup yang diimpikannnya. Sebagian lain, mematok target hidupnya adalah hidup yang nyaman, dan sebagian yang lain ingin hidup yang bermakna.

Hidup yang bermakna bisa dicapai bila hidup dengan kesenangan kemudian kenyamanan telah tercapau, yang setiap orang berbeda tolok ukurnya, ga bisa disamain. Hidup yang bermakna dijalani dengan pemahaman tentang makna dan tujuan hidup dan kehidupan. Memakanai hidup bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga tetapi juga memberikan manfaat untuk orang lain. Rasa kebahagian timbul dengan memberikan kebahagiaan juga kepada orang lain.

Di kehidupan sekarang, di saat hidup dunia nyata terbagi dengan dunia maya. Kehidupan komsutif dan meterialistic yang banyak dipertontonkan menjadi suatu patokan sebagai gambaran kesuksesan. Ya tentu saja, saya pun setuju, untuk poin kesuksesan, tapi tidak dengan kebahagiaan.

0 komentar:

Momen Lebaran yang Paling Berkesan #BPNRamadan2021



Lebaran menjadi hari yang ditunggu-tunggu bagi setiap umat muslim yang menjalani ibadah di bulan Ramadan. Setelah satu bulan berpuasa dan menjalan ibadah selama bulan Ramadan, akhirnya lebran atau hari kemenangan menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Berbagai persiapan dilakukan di setiap rumah, di setiap keluarga, demi tampil prima, bukan hanya tampilan diri tetapi juga tampilan rumah.

Di kampung saya, untuk menyambut lebaran ini, orang-orang berbinding-bondong membeli furnitur, baik itu sofa baru atau meja makan baru. Ada juga yang mengecat rumah, mengganti gorden, membeli toples kue baru sebagai bentuk sukacita menyambut hari kemenangan tersebut.

Kalau ibu-ibu sudah sibuk di dapur membuat berbagai kue kering lebaran, agar terisi toples-toples di meja tamu dengan berbagai macam kue dan hidangan lainnya. Biasanya di 10 hari terakhir kegiatan ini berlangsung. 

Momen lebaran selalu ditunggu, ibaratnya kita latihan dalam satu bulan, kemudian besoknya lebaran, wuah bisa ga tidur semalaman, bolak balik nyobaik baju baru sama sandal baru..hihii.
Momen-momen berharga lebaran:

Pulang Kampung

Lebih dikenal dengan mudik, menjadi momen yang paling ditunggu. Saya baru tinggal pisah dengan orangtua waktu kuliah S1, beda kota dengan orang tua. Nunggu kapan libur, trus packing aja senangnya udah minta ampun. Walaupun harus dempet2 an pulang dengan bus, panas, dan lagi puasa, ga ngeluh lagi membayangkan rumah di kampung.

Bersih-bersih

Karena mama dan papa hanya tinggal berdua, jadi bagian ganti gorden biasanya jadi tugas saya. Ganti gorden memang cuma dua  kali setahun, salah satu momennya ya pada saat lebaran. Bersih-bersih menyambut tamu saat lebaran nanti.

Baju lebaran

Kalau sekarang memang ga harus baru lagi, yang penting bajunya pantas dibawa untuk sholat id dan untuk menerima tamu yang datang ke rumah. Kalau dulu waktu kecil yang paling ditunggu baju baru, karena memang beli bajunya cuma pas lebaran. Kalau udah beli, namanya anak kecil, bakal nanya ke teman-teman yang lain: "udah pada beli baju baru belum?" atau "udah beli sandal baru", warnanya apa? trus berapa lembar?  

THR

THR dari orang tua waktu kecil atau dari saudara. Atau kalau lagi bertamu ke  tetangga sambil makanin kue atau opor ayam, nunggu dikasih THR juga, kalau di sini istilahnya "nambang". Sampai sekarang masih gitu anak-anak di kampung saya. Kalau sekarang udah kerja, gantiian, giliran yang ngasih anak-anak tetangga.  

Momen lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Tahun lalu walau ga bisa mudik/pulang kampung, walau ga ada baju baru, ga sholat id, doa dan telponan atau video call sama keluarga sedikit mengobati rindu berkumpul. Tahun ini.. entahlah, berharap bisa pulang kampung, tetapi khawatir juga dengan lonjakan kasus covid-19 ini. Semoga yang terbaik diberikan oleh Allah.

7 komentar:

Kue Lebaran yang Wajib ada di Rumah #BPNRamadan2021


Dari dulu sampai sekarang saat lebaran yang harus ada adalah kacang tujin, kacang tanah yang digoreng terus dibumbui bawang goreng, garam dan penyedap. Kalau kue kering yang sering mama bikin kue mentega dengan berbagai bentuk cetakannya, ada yang bentuk bulan sabit, bentuk itik, bentuk bunga.
Kalau sekarang kue kering dipesan, tapi kacang tujin tetap buatan mama sendiri. 

 

0 komentar:

Rutinitas saat Menunggu Buka Puasa #BPNRamadan2021


Kegiatan yang biasanya dilakukan saat buka puasa biasanya istirahat kemudian ngabuburit atau menyiapakan minuman berbuka puasa. Saya pulang kerja jam 17.00 WIB,  nyampe rumah 17.07/17.10 WIB langsung mandi, kemudian langsung nyuci baju yang dari luar. Setelah mandi biasanya rebahan sebenatr kemudian baru bantuin nyiapin makanan dan minuman berbuka. kalau belum ada makanan biasanya kita pesan makanan dari luar bisa gojek atau langsung ke tempat jualan sekalain jalan-jalan.

 

0 komentar:

Menu Makanan Favorit saat Sahur #BPNRamadan2021


Menu makanan favorit saat sahur yang biasanya dikonsumsi, biasanya makanan saat buka lalu masih ada sisa, tinggal dipanasin, maka akan jadi menu buat sahur. kalau lagi ga ada makanan, palingan bikin telor ceplok atau dadar. yang penting makan.

 

0 komentar:

Resep Makanan Andalan Saat Ramadan #BPNRamadan2021


Makanan andalan saat ramadan adalah makanan yang praktis. Di sini saya ga ngeshare masakan ya, karena memang sampai hari ini saya ga masak sendiri.

Saya share minuman segar aja, yang hampir tiap hari saya minum yaitu air kelapa muda. 


 

0 komentar:

Tips Meningkatkan Produktivitas Saat Puasa #BPNRamadan2021


Tips meningkatkan produktivitas saat puasa:
1. Jalani dengan enjoy

Jangan jadikan puasa sebagai alasan buat malas-malasan, ataupun kalau lagi error, bilang karena lagi puasa. Pada saat puasa gula darah memang turun, tapi stabil, bukan turun jadinya lemas banget, jadi jangan jadikan puasa kambing hitam.

2. Setiap kegiatan yang positif diganjar pahala

Inilah janji Allah. Jadi perbanyak kegiatan positif. Kalau misalanya sehari-hari gampang tergoda untuk ghibah, ya kegiatan positifnya  bisa tidur, untuk mengurangi dosa. Kalau godaan ghibah bisa dihindari, niatkan selalu kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehingga bisa diganjar pahala.

3. Makin banyak kegiatan makin ga berasa lapar

Ini bagi saya, makin ada kegiatan saya ga berasa lapar. Tapi kalau lagi ga ada kegiatan jadianya gabut, trus ga sengaja buka medsos masakan, jadinya lapar. Godaan lebih berat sih kalau gabut.


 

0 komentar:

Tips Olahraga Saat Puasa #BPNRamadan2021

Tips olahraga saat puasa:
1. Pilih waktu yang tepat

Waktu yang bisa digunakan untuk olaraga pada saat puasa yaitu setelah sholat subuh, sebelum berbuka, atau malam setelah tarawih. Tidak perlu olehraga berat, cukup tetap bergerak minimal dengan olahraga selama 10-15 menit. 

2. Minum air yang cukup

Olahraga tentunya berkeringat, jadi jangan sampe konsumsi air putihnya kurang, bisa dehidrasi.

 

 

0 komentar:

Kegiatan Favorit bersama Keluarga saat Ramadan #BPNRamadan2021


Di hari biasanya saya makan sebelum jam 18.00 WIB, jadi jarang makan bersama keluarga. Kegiatan yang bisa dilakukan sama-sama dengan jadwal yang sama adalah makan bersama saat berbuka dan sahur. 

Makan bersama di hari biasanya jarang sekali kami lakukan, kalau sarapan waktunya beda-beda, makan siang biasanya di kampus atau di luar, kalau makan malam sebelum jam 18.00 sedangkan anggota keluarga lain setelah magrib. Jadi karena jarangnya makan bersama, kegiatan makan bersama menjadi kegiatan yang ditunggu tunggu.



 

0 komentar:

Tentang Puasa Saat Pandemi #BPNRamadan2021


Perbedaan puasa saat pandemi dan bukan menurut saya ga ada bedanya. Saya lebih nyaman berpuasa saat saat saya bekerja, sehingga saya ga mikirin harus makan apa. Sebelum pandemi saya Alhamdulilah masih kerja, pagi ngajar, sore di klinik, jadi harinya full sehingga ga terpikir lapar. Pulang ke rumah bersih-bersih, istirahat bentar, bedug pun bunyi, jadi ga berasa puasanya.

Begitu juga saat pandemi, masih dengan ritme yang sama, bedanya saat pandemi saya lebih banyak daring saat mengajar, sedangkan untuk kerja di klinik tetap seperti biasa, masih berhadapan dengan pasien langsung. Bedanya ya, karena menggunakan masker dan gaun, lebih engap memang tapi masih terbantulah sama ac. kalau ga ada ac atau lagi panas banget baru terasa agak berat.



 

0 komentar:

Yang Dirindukan Saat Ramadan #BPNRamadan2021

 


Tulisan ramadan yang benar baru aku tahu, ga pake  "h". Sebelumnya saya menulis ramadan  dengan "ramadhan".  Dikasih tau di komunitas bloger yang saya ikuti.. Oo selama ini saya udah salah kalau nulis. Salah satu manfaat ngeblog trus ikut komunitas saling memberikan umpan balik, jadi ada ilmu-ilmu baru yang didapat.

Nah untuk kegiatan yang dirindukan saat ramadan, pastinya saat buka puasa..hehehh, kayak anak-anak emang. Yang lebih dirindukan sebenarnya adalah disiplin waktunya. Semua kegiatan yang kita lakukan diganjari pahala oleh Allah, bahkan tidurpun. Tapi jangan tidur seharian juga, rugi. Ngelawan rasa ngantuk setelah sahur menjelang subuh itu sensasinya luar biasa, tapi kalau bisa ngelewatinnya dan bisa diisi kegiatan dengan tilawah atau bebersih ngantuknya jadi hilang bahkan banyak kegiatan yang bisa dilakukan.

Kebersamaan di ramadan selalu ditunggu, menyiapkan berbuka, beli takjil atau bikin takjil, trus ngabuburit, suasananya beda aja. Saat-saat menunggu berbuka trus nunggu bedug, kemudian minum baik air putih atau teh atau air kelapa, seluruh haus dan lapar jadi hilang. Walaupun belum makan. Menguasai nafsu agar makan ga berlebih atau jajan berlebih pada saat puasa saking haus dan laparnya  juga yang dirindukan. Di saat setiap sudut jalan semua orang jualan, yang sangat memanjakan mata, serasa makanan atau minuman tersebut segar dan enak dimakan, tapi harus diingat, semuanya ga boleh berlebihan karena bisa saja jadi mubazir. Perlu menekan hawa nafsu yang merupakan salah satu hal yang penting pada saat puasa.

0 komentar:

Kegiatan yang Dilakukan Saat Liburan #BPNRamadan2021


kegiatan yang sama saat liburan yaitu rebahan lebih lama. Ya saya termasuk kaum rebahan sih. Kalau lagi pengen produktif mengisi hari liburan misalnya pas weekend, saya biasanya menuliskan rencana apa saja yang akan saya lekukan pada malam sebelumnya.

Ga ada yang sama kegiatannya, tergantung inspirasi saat itu, bahkan kadang hanya nonton drakor 1-2 episode. Sekarang ga sanggup lagi nontoh lebih dari 2 episode, kerjaan dan tanggung jawab dunia nyata juga lagi banyak. Kegiatan lain tergantung kebutuhan sih, misalnya nyuci mobil di car wash, kalau mau ditungguin sambil kerja atau sambil nonton drakor atau main sosmed. Atau kalaupun ditinggal nyari kegiatan lain, bisa juga sih balik rebahan.. hiihihii.

Kalau vibenya lagi pengen sehat, olahraga ke GOR, tapi karena di sana banyak jualan jadinya cuci mata sih..hehehe, olahraganya jadi modus doang.


 

0 komentar:

Akun/Chanel Resep Makanan Favorit


Serius ini pe er banget, karena saya ga hobi masak. Satu akun masak memasak yang saya ikutin di youtube yaitu Dapur Dina. Walaupun belum dieksekusi masakan-masakan yang ada di sana, tapi saya senang dengan penjelasannya. 

Satu-satunya yang dieksekusi ya pas diminta bantuan kakak buat bikin brownies. Bukan bikin sendiri sih, tapi jadi asisten kakak saya, ambilin bahan ini dan itu, sambil ikut nontonin step per step di youtube. Trus tugas saya yang lain manasin oven, stel suhu sesuai instruksi. Udah gitu aja.

Saya juga pernah nonton konten masaknya Shiren Sungkar di instagram tentang tongkol suir, ngerasa sesuai dengan selera saya, saya share video terebut ke kakak saya buat minta dimasakin. ;) 

 

0 komentar:

tentang Hobi Terbaruku #BPNRamadan2021


Dulu hobinya baca, tiap bulan alokasiin uang jajan buat beli buku. Sekarang udah banyak buku pdf, harganya ga semahal buku fisik. Satu lagi tempat untuk penyimpanan koleksi udah ga muat lagi. Bahkan koleksi buku udah nyebar ada yang di rumah mama, rumah kakak dan rumah sendiri.

Sekarang saya lagi nyoba hobi baru. Hobi desain melalui aplikasi CANVA. Desain foto yang ada di aplikasi juga semuanya dari Canva. Dulu saya selalu menghindari sesuatu yang berbau seni.tapi ternyata dengan seni artinya melatih otak kanan juga, sehingga hidup lebih seimbang aja.

Dengan aplikasi Canva saya pelajari secara autodidak dengan nyoba-nyoba sendiri, kemudian nonton tutorialnya. Hasilnya lumayan lah menurut saya.


 

oto 

0 komentar:

Bahasa yang Ingin Dikuasai #BPNRamadan2021


Bahasa yang ingin dikuasai yang pertama adalah bahasa inggris. Dibandingkan dengan orang lain kemampuan saya memang terbatas, tapi untuk belajar ga ada kata terlambat. Saat ini mulai dengan konsisten membaca jurnal bahasa inggris. Saya juga beranikan diri buku IELTS dari Barons yang harganya lumayan. Paling ga saya mulai dari hal-hal kecil. Yang masih jadi pe er konsisten belajar 1 jam dalam sehari.

Bahasa lain yang ingin dikuasai bahasa arab, dengan menguasai bahasa arab, lebih mudah mengahfal Al Quran, semoga bisa dapat cara yang dapat disesuaikan dengan kerjaan sehari-hari. Lagi nyari-nyari programnya di internet, apakah ada program yang ringan tetapi kemajuan atau targetnya jelas.
 

0 komentar:

Rencana 5 Tahun Ke Depan #BPNRamadan2021


Rencana untuk 5 tahun ke depan yang sudah mulai dicicil saat ini terutama untuk karir dan pendidikan. Untuk personal atau keluarga tentu juga ada, tapi saya ga bisa publish sesuatu yang membuat saya ga nyaman. Untuk karir dan pendidikan yaitu
1. Lanjut S3
2. Naik Jabatan Fungsional Lektor Kepala
3. Menguasai bahasa Inggris
4. Hafal 2 juz
5. Mimiliki investasi

Ini beberapa yang menjadi target untuk karir, finasial dan pendidikan. 
Benar-benar tantangan menulis ini, mungkin bagi sebagian yang bisa menulis dengan alur yang baik, ga langsung to the point seperti ini lebih enak dibaca. Bagi saya yang masih belajar, menulis dengan tema seprti yang dibuat oleh Bloger Perempuan untuk Ramadan kali ini, membuat saya lebih mengenal diri saya, mengerti keinginan saya, bukan hanya angan-angan di dalam pikiran. Bila dituliskan seperti ini, lebih membuka pikiran saya.

 

1 komentar:

7 Hal Yang Paling Membuat Bahagia #BPNRamadan2021

 


Bila dipilah pilih setiap aspek, tentunya ada aja yang bikin bahagia, bikin senyum-senyum sendiri, atau bahkan sebaliknya. Menulis di challenge 30 hari menulis dengan Bloger Perempuan, membuat saya terus terang belajar mengenal diri saya sendiri dengan cara mendeskripsikannya. Mulai dari hal-hal kecil seperti ini apa yang membuat saya bahagia, apa buku favorit saya, rencana ke depan, apa fakta tentang saya. Jadi saya berterima kasih sekali dengan challenge ini. InsyaAllah saya akan penuhi semuanya sampai 30 tulisan sesuai temanya.

1. Nikmat Kesehatan
Yang ini luar biasa terasanya bila mendapatkan diri sendiri sakit atau keluarga sakit. Sering terlupa untuk bersyukur dengan nikmat yang satu ini. Sebagaimana kita bebasnya menghirup oksigen.  Maret tahun ini kami mendapatkan cobaan, papa yang biasanya sehat ataupun kalau sakit belum pernah dirawat di rumah sakit. Tiba-tiba sesak, awalnya dirawat di rumah, sampai beli tabung oksigen kecil yang harganya Rp 960.000,- dan habis dalam 3 jam, isi ulang memang hanya 30ribu, tapi kebayang kan setiap 3 jam isi ulang, belum lagi jarak dari rumah ke tempat pengisisan ulang tabung gas lumayan jauh. Di sini sesuatu yang biasanya tidak pernah dipikirkan, berapa liter sehari kita menghirup oksigen secara gratis dari Allah, lebih terasa. Bahwa sesuatu yang kita anggap sederhana seperti menghirup oksigen dengan bebas dan gratis merupakan suatu nikmat.

1. Nikmat Kesehatan
Nikmat kesehatan bila kita bersyukur membuat hati tenang. Apabila ada yang sakit baik diri sendiri atau keluarga, hati rasanya tidak tenang, pikiran terbagi, sehat fisik dan juga sehat mental juga diperlukan di setiap situasi. 

2. Nikmat rezeki
Rezeki yang halal lagi baik juga membuat hati tenang dan pastinya bahagia

3. Senyum Keluarga terutama orangtua
Di saat orangtua bahagia, kebahagian akan membuat semangat hari-hari kita.

4. Bisa menyelesaikan to do list
Saat bisa mencoret artinya menyelesaikan satu tugas atau agenda yang sudah dibuat diawal, rasanya puas sekali.

5. Publish jurnal
Saat artikel yang sudah dibuat berhasil terbit setelah direvisi, diberi komentar oleh editor, dan revisi lagi dan akhirnya terbit, rasanya senang sekali.

6. Berkumpul dengan keluarga
Lebaran tahun lalu ga bisa pulang karena PSBB, lebaran tidak seperti biasanya. Lebaran tahun ini belum tentu bisa pulang juga. Saat berkumpul, saling menanyakan kabar, ataupun bisa tidur di kamar rumah ibu, rasanya nyaman sekali, lepas dari rutinitas sejenak cukup untuk mencas energi untuk selanjutnya.

7. Bertemu pagi hari
Setiap pagi hari adalah semangat baru untuk memulai hari. Impianku adalah kamat tidur dengan balkon kemudian menyaksikan matahari terbit sambil sarapan, rasanya pasti luar biasa. Walaupun belum penya kamar seperti itu, setiap pagi bisa melakukan rutinitas yang bermanfaat sudah membuat hati puas dan bahagia.

0 komentar:

Lagu yang sering didengarkan untuk moodboster #BPNRamadan2021

 


Mhmm lagu yang sering didengarkan kalau lagi perlu moodboster kebanyakan lagu  korea...hihihi.
Lagu yang memberikan semangat baru atau nambah semangat.
1. Soundtraknya Itaewon Class yang dari Gaho yang judulnya Start
2. Soundtractnya Start up dari Gaho lagi yang judulnya Running
3. Andmesh, Senyumlah

Tiga lagu ini yang lagi sering didengarkan untuk meningkatkan moodboster. Yang luar biasa sih Gaho, ga ngerti liriknya, ikut nyanyi juga pas reff doang, tapi musiknya bikin mood jadi up.

0 komentar:

Sumber Inspirasi Saat Jenuh #BPNRamadan2021


Saat jenuh dengan kegiatan sehari-hari, saat melakukan sesuatu udah seperti autopilot, merasa ga ada tantangan, maka perlu me-recharge energi baru. Agar hidup lebih bewarna dan memiliki tantangan yang baru. Keadaan yang flat dan sudah kita sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut, beberapa saat berada di posisi atau keadaan ini mungkin enak, tapi lama kemalamaan jadinya jenuh karena merasa ga ada target yang ingin dikejar. 

Saat-saat jenuh, bahkan malas untuk melakukan sesuatu, saya biasanya akan membaca buku, lihat sosial media terutama instagram yang isinya motivasi dan baca blog-blog yang menurut saya inspiratif.

1. Buka Sosial Media yang membangkitkan semangat
Bangkit dari kejenuhan itu merupakan sesuatu banget. Jadi di saat muncul percikan kesadaran bahwa saya ga bisa bermalas-malasan atau melakukan kegiatan monoton dan tidak berguna malah membuang waktu. Misalnya saat main sosial media terutama instagram, udah scrol semua timeline, like story teman-teman, kemudian muncul notifikasi kalau saya sudah buka instagram dalam waktu yang lama, dan belum ada manfaat yang saya peroleh, justru gaya rebahan saja yang berubah. 

Saya masih bertahan di sosial media tersebut, saya buka akun yang motivasi, atau akun yang bisa membuat saya merenung bahwa orang lain di luar sana perjuangannya untuk hidup luar biasa beratnya, bagaimana dengan saya? 

2. Membaca buku
Buku yang biasa saya baca ketika jenus, seperti buku yang sebutkan di http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/top-5-buku-favorit-bpnramadan2021.html. Dengan membaca buku-buku ini membuat saya lebih terpacu untuk berbuat sesuatu walaupun sederhana, misalnya saja sharing informasi yang bermanfaat di sosial media. Sedikit yang kita lakukan semoga bermanfaat untuk orang lain.

3. Membaca Blog
Sebelum membaca, biasanya saya memunculkan pertanyaan, saya ingin mengetahui tentang apa hari ini? Saya ingin mempelajari tentang apa hari ini? Setelah menjawab pertanyaan ini, saya baru mengetikkan kata kunci, kemudian membaca apa yang saya perlukan.

4. Mempelajari sesuatu yang baru
Mempelajari sesuatu yang baru meningkatkan adrenalin, karena belum ahli tentunya dengan hal tersebut, kita akan tertantang untuk menaklukannya, adrenalin pun terpicu, jadi semangat lagi.

5. Main game
Ini yang paling gampang, saat jenuh, game, main trus lanjut lagi kegiatan berikutnya. Main game pun dicari yang ada level-levelnya, sehingga tingkat kesuliatan selalu meningkat. Saat ada kesulitan biasanya ada aja ide yang muncul, walaupun hanya untuk main game.





 

0 komentar:

Top 5 Buku Favorit #BPNRamadan2021


Banyak buku yang dijadiin favorit, tapi yang sampai dijaga banget dan kalau lagi down baca buku itu. Buku yang di list ini merupakan buku yang benar-benar dijaga, dan dibaca ulang untuk meningkatkan semangat dan motivasi internal.

1. How to Master Your Habit
Buku ini merupakan karya Ustad Felix Siaw, buku ini mengingatkan kita bahwa kita dapat memiliki habit atau kebiasaan yang baik dengan "memaksa" diri untuk memilikinya. Bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan yang baik, harus melatih dirinya selama beberapa hari samapi istiqomah sehinga tubuhnya sudah mengingat bahwa kebiasaan tersebut dilakukan secara otomatis.

2. Salon Kepribadian, Jangan jadi Muslimah Nyebelin
Merupakan karya penulis favorit dari zaman SMP yaitu Mba Asma Nadia. Di buku ini dipaparkan bagaimana seorang muslimah menjadi figur di setiap aspek kehidupan dan gambaran muslimah yang tetap menjaga diri dengan memperhatikan penampilan yang pantas. Muslimah yang menjaga aurat, misalnya menggunakan kaus kaki, wajib menjaga kebersihannya, jangan jadi sumber bau. Muslimah yang menutup aurat sebaiknya jangan jadi "fashion terorist" yang misalnya warna pakainnya tabrak sana tabrak sini, sehingga mengundang orang lain untuk membicarakan muslimah tersebut.

3. Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati
Buku karya Mas Ahmad  Rifa'i Rif'an inimerupakan buku motivasi yang bisa dibaca kapanpun. Buku ini bisa jadi penyemangat di saat saya merasa tidak berarti, waktu habis tapi ga ada pencapaian.  Buku ini mengajak kita menyelami makna kehidupan agar lebih bermanfaat, dan setiap orang punya potensi untuk menjadi terbaik di versinya. Ya hidup hanya sekali, bila menyia-nyiakan dengan aktivitas yang buruk maka buruk juga jadinya, dan sebaliknya. Buku ini mengingatkan saya bahwa setiap diri individu punya potensi hebat.

4. Jangan Mau Jadi Orang Rata-rata
Masih karya Mas Ahmad Rifa'i Rif'an, ya saya jadi selalu melirik rak buku di toko buku yang mendisplay karya-karya dari Mas Rifa'i Rif'an, cara berceritanya enak, tidak menggurui tapi mengena di hati pembacanya. Di buku ini sama halnya dengan buku sebelumnya juga merupakan buku motivasi, lebih hebat dari buku sebelumnya, ibaratnya lanjutan dari buku Hidup Sekali, Berarti, lalu Mati, buku ini menjelaskan potensi apa yang akan ditonjolkan. Potensi apa yang membuat kita dilirik dan diingat eksitensinya. Seperti misalnya di kelas, yang sering disebut namanya yang memiliki keahlian, baik pintar di akademis, yang menonjol di olahraga. Yang pencapaiannya rata-rata di masyarakat kita banyak, karena itu perlu ada yang ditonjolkan dari diri kita sehingga kita dikenal sebagai orang yang memiliki dan ahli dari potensi tersebut.

5. Man Shabara Zhafira, Success in Life with Persistence
Masih karya Mas Rifa'i Rif'an, masih buku seri motivasi yang saya koleksi.  Buku ini udah lama banget saya punya,buku ini memiliki poin persisten yang ditonjolkan dalam mencapai kesuksesan.

Kebanyakan buku yang saya baca genre seperti di atas, buku yang membuat kita percaya bahwa kita memiliki potensi, diri kita berharga, dan bisa berpartisipasi sebagai anggota masyarakat dengan potensi-potensi tersebut. Jadi di saat kegiatan sudah monoton, kurang tantangan dan ga tau mau melakukan apa, saya kembali membaca buku-buku ini untuk memunculkan motivasi internal.
 

3 komentar:

Barang Wajib di Tas Saat Bepergian #BPNRamadan2021

 


Kalau ditanya apa yang paling harus dibawa saat bepergian, nomor satu pastinya HP. Terus terang ga bisa lepas dari HP dari mulai kerjaan atau mau cek informasi atau memang mau berselanjar di sosial media, atau cuci mata di e-commerce. 

Kalau untuk lengkapnya tergantung perginya pake apa, kalau jalan kaki, minimal handphone sama duit, kalau bawa mobil, dompet wajib bawa karena ada SIM di sana. Kalau pergi kerja, yang harus dibawa di dalam tas, handphone, charger hp, laptop dan charger, buku catatan, tissue kering, alat tulis. Udah gitu aja. 

Sebelum pandemi biasanya bawa buku yang mau dibaca, tapi sekarang bawaan yang minimal aja, sesuai keperluan berapa jam di luar rumah, agar ga banyak yang musti di bersihkan sebelum masuk rumah.

0 komentar:

Top 5 Tempat Liburan Favorit #BPNRamadan2021


Menulis tentang liburan di masa pandemi? Mhmmm apa ya, dimana ya tempat favorit buat liburan? Menurut saya liburan merupakan saat kita mendapatkan ketenangan, kenyamanan dan energi baru untuk menjalani kehidupan ini.

Tempat pertama yang menjadi favorit adalah rumah. Ya, di rumah aja. Melakukan sesuatu yang disenangin, mengerjakan hobi, atau mempelajari sesuatu yang baru. Rumah selalu menjadi tempat yang tidak tergantikan, walaupun setiap hari sepulang kerja selalu ke rumah, tetapi pada saat liburan dengan berdiam di rumah  tetap bisa memberikan energi yang baru.

Tempat kedua yang merupakan tempat liburan favorit, walaupun baru pertama kali ke sana yaitu Belitung. pertama kali ke Belitung tahun 2018, nyambi liburan sambil bekerja. Wisata alamnya luar biasa indah dan menyegarkan, makannnya juga enak.

Tempat ketiga yang menjadi favorit wisata alam, ada di Sumatera Barat yang dikenal dengan Switzerlandnya, Padang Mengatas. Sebenarnya ini dekat banget sama rumah, sebelum jadi terkenal waktu kecil sering ke sana, karena ada kenalan Papa yang tinggal di sana. Tetapi setelah tempat ini terkenal, untuk masuk aja susah, baru sekali ke sana, tapi menyenangkan, menghirup udara segar, padang rumput yang luas, bisa jalan kaki dengan santai. Semoga bisa dibuka untuk tempat wisata juga sih, karena sekarang susah masuk sana, karena banyak pengunjung yang buang samaph sembarangan sehingga sapi yang memang hidupnya berkeliaran di sana jadi bahaya.

Tempat keempat, tempat jualan tanaman. Kalau lagi liburan dan lagi senang nata taman, trus perlu beli pot, tanah, pupuk atau perintilan lainnya, pergi ke tempat yang jualan tanaman, jadi bikin mata segar. Apalagi kalau penjualnya paham dengan cara merawat tanaman, jadi bisa teredukasi juga kan.

Tempat kelima, pusat perbelanjaan. Senang aja ngeliat lampu yang terang, walaupun kebanyakan window shoping, karena yang tujuan utama ke mall adalah untuk nonton atau makan. 

 

0 komentar:

Target yang Ingin Dicapai di 2021 #BPNRamadan2021


Setiap di akhir tahun, yang paling menyenangkan adalah menuliskan resolusi, apa target yang ingin dicapai untuk tahun ini. Walaupun nasib target-target tersebut berbeda-beda, ada yang tercapai, ada yang di tengah jalan berubah haluan, ada yang pesimis duluan. Akan tetapi menuliskan target atau resolusi setiap tahun selalu memberikan saya energi baru dan harapan baru.

Akhir tahun biasanya saya mencari buku untuk membuat jurnal harian, yang saya isi dengan target yang ingin dicapai di tahun ini, target bulanan, to do list harian, atau catatan saat mengikuti seminar dan apapun yang perlu saya catat di buku itu.

Saya membagi target tahunan daya menjadi beberapa fokus, yaitu personal, family, finance, pekerjaan saya sebagai dokter dan dosen. Untuk target yang ingin saya ceritakan di blog ini mengenai target di pekerjaan saya sebagai dosen.

Spoiler mengenai target saya dalam hal pekerjaan sudah ada di http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/top-7-fakta-tentang-saya-bpnramadan2021.html , ya saya ingin melanjutkan kuliah S3. Saya menjadikan target ini menjadi target besar saya. Untuk mencapai target ini saya membagi setiap bulannya menjadi langkah-langkah kecil untuk mencapainya. Bulan pertama saya mengikuti kelas Systematic review yang ada di kampus saya. Teorinya sudah, tapi belum eksekusinya.

Bulan kedua, saya daftar kelas Road to PhD dari @BlajarId, yang rencananya kelasnya dimulai bulan Maret, Qadarullah bulan Maret, Allah memberikan ujian, Papa saya masuk ICU, saya ga bisa fokus untuk mengikuti kelas tersebut. Saya mundur dari kelas tersebut, dan InsyaAllah akan ikut di kelas berikutnya, Alhamdulillah, mentornya menyetujuinya.

Mengapa saya ambil kelas Road to PhD, karena saya masih bingung mengenai fokus riset S3 saya, dan juga saya ingin mengetahui tips dan trik nya pada saat menjalani pendidikan S3. Saya berharap target besar saya bisa saya capai dengan membagi target tersebut dengan target-target kecil. Semoga dimudahkan dan diperlancar atas izin Allah. Aamiin.
 

0 komentar:

Top 5 Serial TV Favorit #BPNRamadan2021

 


Untungnya ga disebutkan untuk acara TV sekarang  ini, karena saya ga nonton TV secara aktif lagi. Saat ini saya mencari informasi biasanya dari berita online. Lagipula sekarang acara TV sekarang juga diupload ke youtube, jadi saya nonton dari sana. Tapi saya masih ingat beberapa acara TV yang dulu rutin saya tonton.

1. Bocah Petualang
Sampai sekarang masih terngian lagunya. Menoton acara ini seperti dibawa ke suatu tempat di Indonesia dan digambarakan bagaimana kehidupan sehari-hari.

2. Hafidz Al Quran
Alhamdulillah sampai sekarang masih ada acara ini. Seperti oase diantara acara yang lain, acara ini memberikan motivasi untuk belajar Al quran dan menghafalkannya.

3. On the Spot
Serba 7, semuanya serba 7. Seperti kesimpulan lah buat kita yang nonton, walaupun itu dari sudut pandang produser atau kreatifnya. Sekarang saya lihat banyak acara serupa, tapi ga tau judul acaranya apa.

4. Kuis Who Wants To Be A Millionaire
udah lama banget ini kuis. Acara  yang ikut membuat penonton berpikir, merasakan ketegangan pesertanya, dan membuat keputusan.

5. Anak Seribu Pulau
acara ini seru banget.. tapi sayang banget sekarang ga ada lagi. Hampir sama dengan Bocah Petualang, kita seperti diajak untuk melihat kehidupan di daerah-daerah  yang ada di Indonesia. Konsepnya yang berbeda, Anak seribu pulau konsepnya semi dokumenter. 

Semoga ada lagi acara-acara yang lebih banyak manfaatnya, dibandingkan hanya hiburan tanpa makna, drama yang tidak berkesudahan, sinetron ratusan-ribuatn episode yang kurang persiapan menurut saya.  

4 komentar:

Top 7 Fakta Tentang Saya #BPNRamadan2021


Saat dapat tema ini dan tema sebelumnya http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/pencapaian-tertinggi-di-hidupku.html, saya merasa saya perlu kentcan dengan diri sayaa sendiri, agar saya lebih mengenali diri saya sendiri. Cukup sulit bagi saya yang tertutup untuk menyampaikan segala hal mengenai saya pribadi, tapi karena temanya minta ini, saya akan coba list fakta mengenai saya.
1. Suka Mempelajari sesuatu yang baru
    Sejak SMA saya menyadari bahwa selama ini saya hanya  melatih otak kiri saja, sedangankan otak kanan yang berhubungan dengan seni kurang terasah. Pas SMA, ikut organisasi, kemudia ditempatkan di Danus, maka saya ikut jualan pin yang divuat sendiri. Saya yang ga bisa gambar, latihan sama teman, kemudian gambar tersebut di pres dan ditempel peniti, daan jadilah bros, kemudian bros tersebut dijual ke teman-teman. Dari sana saya  berpikir bahwa sesuatu kalau dipelajari dan dilatih bisa juga kok. 
    Saya juga pernah nekad ikut kelas fotografi secara online, kelas desain dan kelasnya Ummu Balqis, heheh. Ya..walaupun tidak berhubungan dengan pekerjaan saya secara langsung, menurut saya mempelajari hal-hal baru membuat kita menjadi lebih berenergi. Rasa penasaran yang muncul kemudian menemukan problem solving rasanya seperti bisul meletus, legaa banget.

2. Tertutup
Saya memang tidak nyaman membicarakan hal pribadi dengan orang lain, apalagi baru ketemu atau baru kenal, biasanya saya hanya diam. Kalau sudah nyaman baru saya bisa bercerita, ikut dalam obrolan. Untuk maslah pribadi, mengenai keluarga saya hanya bisa bercerita atau berkeluh kesah dengan sahabat saya. Jadi tema ini sangat sangat berat buat saya. ):

3. Tidak suka kelihatan lemah di depan orang lain
Ya bahkan di keluarga, saya tidak mau menunjukkan sisi lemah saya, sisi sedih saya, karena saya takut akan membebani mereka. Jadi kalau saya lagi sedih atau galau, saya memang tidak bercerita, tetapi saya menulis di buku. Bila maslaahnya telah selesai baru saya akan bercerita dengan kakak, ataupun orang tua saya.

4. Ingin Lanjut S3
Karena saya memilih karir di jalur pendidikan, tentunya harapan untuk menempuh jenjang tertinggi pendidikan sangat ingi saya lalui. Walau saya masih banyak berpikir, saya mau ambil fokus apa di bidang saya, sejauh mana saya sudah riset mengenai "fokus" tersebut, apakah diizinkan oleh pimpinan, masih banyak pikiran yang berkecamuk yang ingin saya urai dan selesaikan satu per satu. Termasuk pilihan kuliah di dalam atau luar negeri, mau ambil tugas belajar atau izin belajar dan apa konsekuensinya..Aduuh jadi pusing, tapi intinya saya ingin menjalaninya dan berusaha mengurai benang kusut ini walapun progresnya seperti sipuuut..lamaaa..

5. Prokratinasi
Ya saya akui saya salah seorang pelakunya. Jarang sekali saya bisa menyelesaikan "to do list" harian saya. Mengapa? karena memang ga detaill untuk harian (mudah-mudahan bukan pembelaan diri ya). Daftar tersebut saya isi bila saya teringat sesuatu kemudian saya tulis di "to do list". Padahal dalam hati dan pikiran saya, bagian ini bisa ntar deh. Ya, saya memang perlu mempraktikkan bagaimana membuat skala prioritas yang lebih tepat lagi dan disiplin mematuhinya. 

Saya mulai sadari saya seorang prokratinasi parah, sejak terpapar dengan paham minimalism. Saya sangat suka Minimalism.. tapi ternyata saya bukan (lagi berusaha). Kalau dilihat dari bawaan saya ke tempat kerja, bawaan saya banyak banget, karena saya merasa bisa mengerjakannya di waktu tersebut, saya merasa multi tasking  itu baik dan powerful. Padahal ga, multi tasking membuat fokus kita  terbagi sehingga ga bisa menyelesaikan dengan tuntas pekerjaan di hari itu, jadinya besok mengerjakan itu lagi.  Contohnya saya harus menulis suatu artikel ilmiah penelitian, karena saya nyambi membuat proposal pengabdian, yang artikel ga selesai, yang proposal juga masih bab I, sehingga bahan referensi terpaksa saya bawa kemana-mana. 

Saya menyadarinya masa pandemi ini, saya ga membawa barang banyak ke tempak kerja terutama ke klinik, kenapa? karena kalau saya bawa banyak barang, waktu saya untuk membersihkan dan menyemprotkan desinfektan juga jadinya banyak kan. Jadinya saya mulai berusaha memilih apa yang akan saya kerjakan dan apa saja bahan pendukung dan pelengkapnya, jadi itu saja yang saya bawa ke tempat kerja. Semoga saya bisa jadi alumni dari prokratinasi ini.

6. Ingin hidup dengan Minimalism
Minimalism menurut saya sesuatu yang luar biasa dan sejalan dengan Islam, yaitu merasa cukup. Walaupun belum banyak yang saya praktikkan. Lain kali saya cerita lebih

7. Ingin bisa berkontribusi ke alam dengan mengolah sampah sendiri
Berapa banyak sampah rumah tangga yang dihasilkan seharian? berapa seminggu? sebulan atau setahun, pastinya banyak. Bila kita bisa mengelolanya monimal sampah basah dan bisa mengolahnya jadi kompos, bisa dimanfaatin lagi buat tanaman di rumah. Sekarang saya masih mencoba untuk mengurangi konsumsi plastik, tisue dan kertas.


Ini top 7 fakta tentang saya, mengenai keinginan saya dan yang terjadi belakangan ini. Seperti yang saya bilang di awal cukup sulit bagi saya untuk membuat ini, menceritakan tentang saya.

 

0 komentar:

Pencapaian Tertinggi di Hidupku #BPNRamadan2021

 


Salah satu hikmah menulis mengenai diri sendiri dengan tema yang ditentukan seperti ini adalah lebih mengenal diri sendiri. Terus terang saya belum pernah merefleksikan apa yang sudah saya capai sekarang sebagai suatu pencapaian tertinggi, terbesar , atau yang paling membanggakan. 

Bingung sih mau nulis apa. Kalau dimakasudkan pencapaian terbut merupakan apa yang diimpikan selama ini terus, dapat tercapai, salah satunya pas saat lulus dokter. Rasa syukur dan senang bisa membahagiakan kedua orang tua pada saat itu. Dokter merupakan cita-cita saat kecil, dan Alhamdulillah dibukakan jalannya, diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan kemudian didukung sepenuhnya oleh keluarga.

Beneran bingung mau nulis apa, bukannya ga bersyukur. Akan tetapi saya selalu menghargai setiap pencapaian yang bisa saya dapatkan. Misalnya sebelum tidur saya membuat "list to do"  kemudian bila saya telah bisa mengerjakannya, list tersebut dicoret, menurut saya itu suatu kepuasan dan saya akan me-reward diri saya sendiri, dengan jajan online atau main sosmed.

Menurut saya suatu pencapaian pastinya dihadapkan dengan suatu kesempatan dan tantangan ke depan nya. Balik lagi saat lulus jadi dokter, setelah yudisium kemudian wisuda, kesempatan untuk lanjut ke step berikutnya yaitu internship dihadapkan dengan tantangan harus lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (kalau sekarang namanya Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter-UKMPPD). Jadi euforianya ga lama, tapi tentunya  kenangan saya simpan di memori dan di hati karena melihat senyuman bahagia orangtua.


0 komentar:

Harapan Terbesar untuk Blog #BPNRamadan2021


Selama ini saya adalah seorang penikmat konten orang lain. Saya banyak mengkonsumsi konten di blog, website, instagram dan youtube untuk kebutuhan saya sebagai seorang dokter, dosen atau untuk hobi saya. Konsumsi ini termasuk ke dalam konsumsi yang tidak dapat saya hindari, karena semua bisa saya dapatkan dengan membuka smartphone, inilah yang membedakannya bila ingin mencari informasi melalui buku, yang untuk dibawa mungkin agak ribet.

Dari sebagai seorang konsumen, saya berharap saya bisa sabagai "penghasil". Saya bukan orang yang suka foto pribadi/selfie ada di sosial media, saya lebih suka saat saya googling my self, saya menemukan jejak digital saya berupa tulisan.

Saya sadari tulisan jauh dari kata bagus atau mungkin enak dikonsumsi/dibaca, atau sebagai bahan referensi yang dicari orang. Tulisan terlalu "to the point", jarang sekali ada kalimat bunga-bunga yang menghiasi dan mempercantik tulisan. Saat menulis tulisan inipun saya sadari, saya seringkali blocking, salah satunya karena saya ga tau lagi mau menulis apa, saya kehilangan kata-kata, karena memang saya sadari saya kekurangan kosa kata. Jadi tulisan ini mengalir begitu saja, semoga bisa dimengerti maksud yang ingin disampaikan.

Padahal banyak orang bilang, banyak membaca akan membuat kosa kata kita makin bertambah, mungkin ya bagi sebagain orang. Bagi saya, saat saya menulis saya masih merasakan tulisan kekurangan kosa kata, untuk itulah saya mulai menulis, seperti yang saya cerita kan di http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/alasan-mulai-ngeblog-bpnramadan2021.html sehingga saya bisa meninggalkan jejak digital yang baik.

Harapan saya tentunya konsistensi dalam menulis. Kalau saya refleksi, dengan melihat bagian "blog archieve" ternyata saya masih belum konsisten terhadap diri saya untuk menulis. Saya belum memaksakan diri saya untuk menulis setiap hari, atau 2/3 kali seminggu. Isinya masih bolong-bolong. Mengikuti #BPNRamadan2021 ini merupakan salah satu usaha saya untuk "memaksa" diri saya menulis setiap harinya. Semoga saya bisa menyelesaikannya selama 30 hari ini. Aamiin.

Untuk harapan terbesar tahun ini saya masih menargetkan menghasilkan tulisan yang konsisten. Untuk blog saya yang menjadi nomor sata, banyak dikunjungi, dalah hati tentunya saya berharap, akan tetapi saya belum berani untuk menempatkannya sebagai harapan prioritas saya.


 

0 komentar:

Alasan Mulai Ngeblog #BPNRamadan2021


Kenapa mulai ngeblog? karena saya selalu "iri" dengan orang yang menulis. Bagi saya orang yang menulis, baik di blog, buku, jurnal itu keren. Saya selalu kagum, darimana para penulis dapat idenya, bagaimana mereka meramunya menjadi tulisan yang saat membacanya dapat menarik perhatian, seperti disihir untuk membaca terus menerus. Saya takjub dengan perjanan mereka menulis, ada yang research dulu, ada yang membuat disain di blog tersebut benar-benar terencana. Bagi saya yang informasi dari tulisan masih saya butuhkan, masih saya cari.

Menulis itu tentunya ga gampang, baik menulis fiksi ataupun non fiksi. Cara orang bercerita juga beda-beda kan. Seperti halnya kita membaca paragraf pertama suatu novel, kalau menarik, ada rasa percaya dalam diri bahwa paragraf berikutnya atau bab berikutnya "pasti menarik".

Menulis ibaratnya meninggalkan jejak, apalagi bila menulis di blog, meninggalkan jejak digital. Yang kapanpun dimanapun dapat dibaca, dapat dicari kembali. Jadai penting untuk menulis sesuatu yang bermanfaat, yang memiliki nilai positif, seminimal mungkin adalah untuk diri sendiri.

Menulis bagi saya juga sebagai sarana berbagi saat saya mempelajari sesuatu. Tulisan awal saya di blog ini merupakan hal yang saya pelajari untuk kebutuhan tesis saya. Menurut saya, isi tulisan tersebut bisa juga bermanfaat  untuk orang lain yang juga lagi menulis skripsi atau tesis. 

 

0 komentar:

Arti Nama Blog #BPNRamadan2021

 


Setiap nama pastinya memiliki sebuah makna. Seperti nama yang dsematkan pada seorang manusia, ada makna dan doa yang terkandung di dalamnya. Begitu juga nama untuk blog ini. Awalnya nama blog ini sesuai dengan nama pemiliknya Resti Rahmadika Akbar, yang dibuat sejak 2012, tapi bingung mau nulis apa. Jadinya blognya kosong melompong.

Sampai pada tahun 2016 akhir, saat proses menulis tesis, kencan hampir setiap jam dengan laptop, mulai dari mencari ide, mencari referensi, yang penting nyicil tesis. Dalam masa "kencan" itu, saya menyadari bahwa saya sering membaca blog, untuk mencari referensi, seperti "bagaimana cara membuat daftar pustaka?" Ternyata blog atau tulisan masih dicari, dan tetap bisa bersaing dengan sosial media lainnya seperti facebook, instagram, ataupun youtube. 

Di tahun 2017, saya mulai nulis, dan saya mulai mencari nama untuk blog, karena blog yang saya baca memiliki nama yang menurut saya powerful, eye catching, yang paling penting menarik. Kemudian pada saat itu, saya bertekad untuk menulis, ibaratnya menulis jurnal harian, makanya keluar nama "My New Journal."  My New Journal, saya maknainya sebagai sebuah perjalanan baru, sebagai tekad baru, semangat baru, dan kisah baru. 

Ternyata saat menyimpan nama baru ini, google sepertinya mengenali nama ini untuk domainnya, sehinga untuk domainnya jadi mynewjornal.blogspot.com. Ga papa lah yang penting punya blog dan yang penting dari sekedar punya adalah mulai diisi.

0 komentar:

Apa bedanya Author, Co-author dan second author


 



 

Dalam penghitungan PAK (Penilaian Angka Kredit) bagi dosen, salah satu poin penting adalah penelitian. Penelitian merupakan salah satu komponen penting dari tridharma pendidikan tinggi. Tridharma ini terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nah, penghitungan  PAK berdasarkan 3 aktivitas ini. Biasanya yang jadi pe er adalah di bagian penelitian dan pengabdian.

Untuk pendidikan mungkin ga terlalu menjadi beban karena mengajar merupakan kegiatan harian. Akan tetapi untuk melaksanakan penelitian kemudian mempublikasikannya, perlu meluangkan waktu untuk melakukannya. Publikasi ke jurnal juga ada pahit manisnya, kalau lagi manis, lancar, langsung diterima, tapi ini hanya beberapa persen saja. Kebanyakan, peneliti yang men-submit artikelnya ke jurnal ilmiah, mengalami revisi, bisa satu kali bahkan berkali kali, yang lebih pahit adalah ditolak langsung oleh editornya.

Jurnal ilmiah memiliki nilai PAK yang berbeda, mulai dari jurnal internasional bereputasi sampai jurnal nasional yang terindeks.

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Jurnal Internasional bereputasi

Web of Science (Wos) yang memiliki IF Wos minimal 0.05 dan atau Scopus dengan SJR jurnla minimal0.15 atau SJR junrla >0.10 dan Q3

40

2

Jurnal Internasional

Web of Science (Wos) yang memiliki IF Wos <0.05 dan atau Scopus dengan SJR jurnal <0.15

30

3

Jrnal internasional berindeks

Terindeks INSPEC, ESCI, EBSCO Gale

20

4

Jurnal Nasional terakreditasi sinta 1 dan 2

Jika Sinta 1 yang masuk kategori jurnal internasional maka penilaiannya sesuai golongan 1&2

25

5

Junrla nasional berbahasa inggris atau 1 bahasa resmi PBB lainnya

Terindeksi CABI, Index Corpenicus International (ICI), ACI, DOAJ

20

6

Jurnal nasional berbahasa Indonesia terakreditasi Sinta 3&4

 

20

7

Jurnal nasional berbahasa Indonesia terakreditasi Sinta 5&6

 

15

8

Jurnla nasional

-          Author minimal dari 2 institusi berbeda

-          Editor minimal dari 2 institusi berbeda

10

9

Jurnal ilmiah yang ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat sebagai jurnal internasional

 

10

 

Selain hasil penelitian dipublikasin di jurnal ilmiah, dapat juga dipresentasikan di seminar nasional maupun internasional dengan luaran berupa prosiding. Untuk penilaian prosiding sebagai berikut:

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Internasional terindeks pada Scimagojr dan Scopus

Untuk prosiding IEEE xplore masuk ke kategori ini

30

2

Internasional terindeksi WoS, Scopus, IEEE xplore, SPIE

 

25

3

Internasional

Tidak terindeksi di kategori 2

15

4

Nasional

 

10

 

Kelompok ketiga luaran hasil penelitian masih berupa prosiding, bedanya dengan kelompok yang di atas adalah hasil penelitian dimuat di prosiding akan tetapi tidak dipresentasikan di seminar/symposium

 

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Internasional

Prosiding online tidak berindeks

10

2

Nasional

Prosiding online tidak berindeks

5

 

Berdasarkan pedoman penialain di atas, maka setiap yang terlibat di dalam publikasi, tentunya memiliki hak untuk mendapatkan nilai ini. Biasanya dari suatu jurnal ilmiah terdiri dari beberapa penulis, jarang sekali yang penulis tunggal.

Ketentuan penilaian sesuai dengan peran dalam penelitian.

1.       Bila sebagai penulis tunggal, maka nilai PAK, 100% milik peneliti tersebut

2.       Bila penulis 2 orang, Penulis pertama juga bertindak sebagai corresponding author maka nilai penulis pertama atau author 60% dari angka kredit tersebut, sedangkan penulis kedua mendapatkan 40%

3.       Jika penulis pertama tidak sebagai corresponding author, maka nilai kredit buat penulis pertama dan corresponding author masing-masing mendapatkan 40%, sisa 20% untuk penulis lainnya. Misalnya ada 4 orang penulis, maka penulis ketiga dan ke empat masing-masing mendapatkan 10%.

4.       Bila penulis hanya terdiri dari 2 orang, dan masing berperan sebagai penulis pertama dan corresponding author, maka masing-masing mendapatkan 50% dari nilai kredit.

5.       Untuk corresponding author, agar diakui angka kreditnya maka harus melampirkan bukti korespondingnya dari pengelola jurnal, dapat berupa paper submission, acceptance letter, bukti proses review dari karya ilmiah yang dipublikasikan.

Dari pengertiannya first author atau penulis pertama merupakan penulis yang paling banyak kontribusinya dalam penelitian dan dalam penulisan paper. Coresponding author adalah penulis yang bertanggungjawab untuk berkoresponden dengan pihak pengelola jurnal, mensubmit artikel dan bertanggungjawab membuat revisi. Sedangkan second author ataupun third author, merupakan penulis yang memiliki peran yang lebih sedikit dari first author.

Corresponding author, urutan dalam penulisan nama di jurnal tidak harus di posisi ke dua, bisa di ururtan kedua atau ketiga. Coressponding author, biasanya ditandai dengan lambang asterik, dan alamat email di jurnal merupakan kepunyaan corresponding author. Jadi second author berbeda dengan corresponding author ya. Urutan nama di jurnal berdasarakan besarnya kontribusi seorang peneliti atau penulis tersebut.

Bila seorang dosen membimbing mahasiswa dan mempublikasikan karyanya, dosen pembimbing dapat menjadi corresponding author-nya, sedangkan first author bisa untuk mahasiswa yang melakukan penelitian. Mengapa dosen pembimbing menjadi corresponding author, hal ini disebabkan bila mahasiswa menjadikan prasyarat skripsi sebagai kelulusan S1, biasanya jurnalnya yang telah di submit, tidak di follow up lagi, bila terjadi masalah, misalnya plagiasi, maka yang bertanggungjawab adalah dosennya.

 Semoga bermanfaat



8 komentar: