Banyak HR, atasan, bahkan dosen mengatakan hal yang sama:
“Gen Z cepat bosan.”
“Baru sebentar sudah ingin pindah.”
“Sedikit ditegur langsung down.”
Tapi sebelum menyimpulkan, mungkin kita perlu melihat apa yang sebenarnya mereka cari ketika memasuki dunia kerja.
Karena bagi Gen Z, kerja bukan sekadar penghasilan.
Kerja adalah bagian dari identitas.
💼 Mereka Tidak Anti Kerja Keras
Ini penting diluruskan.
Banyak Gen Z:
-
rela belajar skill baru sendiri,
-
mengambil kursus tambahan,
-
mengerjakan proyek sampingan,
-
membangun portofolio sejak kuliah.
Mereka tidak alergi kerja keras.
Yang mereka pertanyakan adalah kerja keras tanpa makna.
⚖️ Work-Life Balance Bukan Kemalasan
Generasi sebelumnya sering memaknai loyalitas sebagai:
-
lembur tanpa banyak bertanya,
-
bertahan di satu tempat puluhan tahun,
-
mengorbankan waktu pribadi.
Gen Z melihatnya berbeda.
Bagi mereka:
-
kesehatan mental itu penting,
-
waktu pribadi bukan kemewahan,
-
bekerja tanpa batas bukan tanda dedikasi, tapi potensi burnout.
Apakah ini lemah?
Atau justru bentuk kesadaran baru?
🚀 Cepat Pindah Kerja: Tidak Loyal atau Adaptif?
Fenomena pindah kerja cepat sering membuat generasi lebih senior geleng-geleng kepala.
Namun bagi Gen Z:
-
dunia kerja tidak lagi stabil,
-
karier bukan garis lurus,
-
skill lebih penting daripada jabatan.
Mereka tumbuh dalam ekonomi yang dinamis.
Mereka belajar bahwa fleksibilitas adalah cara bertahan.
🧠 Tantangan Nyata Mereka di Dunia Kerja
Meski terlihat percaya diri, banyak Gen Z menghadapi:
-
Impostor syndrome di awal karier.
-
Kesulitan menerima kritik langsung.
-
Kaget dengan struktur organisasi yang kaku.
-
Sulit menghadapi budaya hierarki kuat.
Mereka terbiasa komunikasi dua arah.
Dunia kerja sering masih satu arah.
Di sinilah sering terjadi benturan.
🎓 Peran Kampus dan Pembimbing
Jika kita ingin mereka siap di dunia kerja, yang perlu dilatih bukan hanya kompetensi teknis, tetapi:
-
toleransi terhadap ketidaknyamanan,
-
ketahanan menghadapi kritik,
-
disiplin terhadap deadline,
-
komunikasi profesional.
Bukan dengan ancaman.
Tapi dengan pembiasaan bertahap.
🤍 Mereka Tidak Mencari Kenyamanan, Mereka Mencari Arti
Gen Z bukan generasi yang malas bekerja.
Mereka generasi yang ingin tahu:
“Untuk apa aku bekerja?”
“Apa dampaknya?”
“Apakah aku tetap punya hidup di luar pekerjaan?”
Ekspektasi mereka mungkin terasa tinggi.
Tapi mungkin itu juga tanda bahwa mereka ingin hidup yang lebih seimbang.
Dan mungkin, dunia kerja memang sedang berubah.
