Pasar dulu vs Pasar sekarang



 Bila ditanya ke anak-anak sekarang, pernahkan mereka ke pasar? Atau mereka lebih suka ke mall, atau pusat perbelanjaan yang lebih modern. Beberapa tempat banyak pasar yang berbenah, agar orang-orang kembali berkunjung ke pasar. Termasuk di Kota saya, pasar di perbaiki, pedagang kaki lima ditertibkan, walaupun banyak penolakan, mereka dirlokasi lebih ke dalam. Yang tentu saja ada perlawanan.

Sedangkan pedagang yang sudah di dalam mengeluhkan, tidak ada orang, pelanggan sepi, tidak ada berkunjung, sedangkan sewa tempat, belanja karyawan, stok jualan telah menggerus modal. Kalau pasar kebutuhan sehari-hari masih rame, masih banyak yang belanja harian ke pasar tersebut.

Tapi pusat pakaian, sepatu atau toko kosmetik di dalam pasar tidak terlalu diminati pengunjung lagi. Saat saya mengajak teman yang dari luar kota ke pasar di kota saya, pendapat saya pasar tidak populer karena belanja panas, tidak ada AC, susunan tidak serapi di mall, banyak pedagang atau pengunjung lain yang merokok, pedagang tidak semuanya ramah, dan kalau ke toilet yang belum tentu bersih dan wangi, perlu berbayar pula.

Pe er besar buat orang-orang ke pasar sekarang ini. Harganya juga belum tentu bersaing dengan online. Online pun banyak gratis onglir, kalaupun ada biaya maintenance tidak sampai 5000, biasanya saya di tik tok kena 1.400-1.800, lebih murah dari parkir dan ga harus panas-panasan.

Belanja di toko pinggir jalan, bisa jadi pilihan asalkan ga kena parkir sih. Karena kalau setiap berhenti di toko kena parkir sedangkan barang utamanya belum tentu dibeli, entah karena ukurannya tidak tersedia, atau warna dan bahannya belum mengena di hati. 

Yang namanya customer, orang-orang yang belanja dengan merdeka, sudah banyak pilihan cara berbelanja, tinggal bijak saja memilih

0 komentar: