Lebaran menjadi hari yang ditunggu-tunggu bagi setiap umat muslim yang menjalani ibadah di bulan Ramadan. Setelah satu bulan berpuasa dan menjalan ibadah selama bulan Ramadan, akhirnya lebran atau hari kemenangan menjadi hari yang ditunggu-tunggu. Berbagai persiapan dilakukan di setiap rumah, di setiap keluarga, demi tampil prima, bukan hanya tampilan diri tetapi juga tampilan rumah.
Di kampung saya, untuk menyambut lebaran ini, orang-orang berbinding-bondong membeli furnitur, baik itu sofa baru atau meja makan baru. Ada juga yang mengecat rumah, mengganti gorden, membeli toples kue baru sebagai bentuk sukacita menyambut hari kemenangan tersebut.
Kalau ibu-ibu sudah sibuk di dapur membuat berbagai kue kering lebaran, agar terisi toples-toples di meja tamu dengan berbagai macam kue dan hidangan lainnya. Biasanya di 10 hari terakhir kegiatan ini berlangsung.
Momen lebaran selalu ditunggu, ibaratnya kita latihan dalam satu bulan, kemudian besoknya lebaran, wuah bisa ga tidur semalaman, bolak balik nyobaik baju baru sama sandal baru..hihii.
Momen-momen berharga lebaran:
Pulang Kampung
Lebih dikenal dengan mudik, menjadi momen yang paling ditunggu. Saya baru tinggal pisah dengan orangtua waktu kuliah S1, beda kota dengan orang tua. Nunggu kapan libur, trus packing aja senangnya udah minta ampun. Walaupun harus dempet2 an pulang dengan bus, panas, dan lagi puasa, ga ngeluh lagi membayangkan rumah di kampung.
Bersih-bersih
Karena mama dan papa hanya tinggal berdua, jadi bagian ganti gorden biasanya jadi tugas saya. Ganti gorden memang cuma dua kali setahun, salah satu momennya ya pada saat lebaran. Bersih-bersih menyambut tamu saat lebaran nanti.
Baju lebaran
Kalau sekarang memang ga harus baru lagi, yang penting bajunya pantas dibawa untuk sholat id dan untuk menerima tamu yang datang ke rumah. Kalau dulu waktu kecil yang paling ditunggu baju baru, karena memang beli bajunya cuma pas lebaran. Kalau udah beli, namanya anak kecil, bakal nanya ke teman-teman yang lain: "udah pada beli baju baru belum?" atau "udah beli sandal baru", warnanya apa? trus berapa lembar?
THR
THR dari orang tua waktu kecil atau dari saudara. Atau kalau lagi bertamu ke tetangga sambil makanin kue atau opor ayam, nunggu dikasih THR juga, kalau di sini istilahnya "nambang". Sampai sekarang masih gitu anak-anak di kampung saya. Kalau sekarang udah kerja, gantiian, giliran yang ngasih anak-anak tetangga.
Momen lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Tahun lalu walau ga bisa mudik/pulang kampung, walau ga ada baju baru, ga sholat id, doa dan telponan atau video call sama keluarga sedikit mengobati rindu berkumpul. Tahun ini.. entahlah, berharap bisa pulang kampung, tetapi khawatir juga dengan lonjakan kasus covid-19 ini. Semoga yang terbaik diberikan oleh Allah.