Lagu yang sering didengarkan untuk moodboster #BPNRamadan2021

 


Mhmm lagu yang sering didengarkan kalau lagi perlu moodboster kebanyakan lagu  korea...hihihi.
Lagu yang memberikan semangat baru atau nambah semangat.
1. Soundtraknya Itaewon Class yang dari Gaho yang judulnya Start
2. Soundtractnya Start up dari Gaho lagi yang judulnya Running
3. Andmesh, Senyumlah

Tiga lagu ini yang lagi sering didengarkan untuk meningkatkan moodboster. Yang luar biasa sih Gaho, ga ngerti liriknya, ikut nyanyi juga pas reff doang, tapi musiknya bikin mood jadi up.

Sumber Inspirasi Saat Jenuh #BPNRamadan2021


Saat jenuh dengan kegiatan sehari-hari, saat melakukan sesuatu udah seperti autopilot, merasa ga ada tantangan, maka perlu me-recharge energi baru. Agar hidup lebih bewarna dan memiliki tantangan yang baru. Keadaan yang flat dan sudah kita sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut, beberapa saat berada di posisi atau keadaan ini mungkin enak, tapi lama kemalamaan jadinya jenuh karena merasa ga ada target yang ingin dikejar. 

Saat-saat jenuh, bahkan malas untuk melakukan sesuatu, saya biasanya akan membaca buku, lihat sosial media terutama instagram yang isinya motivasi dan baca blog-blog yang menurut saya inspiratif.

1. Buka Sosial Media yang membangkitkan semangat
Bangkit dari kejenuhan itu merupakan sesuatu banget. Jadi di saat muncul percikan kesadaran bahwa saya ga bisa bermalas-malasan atau melakukan kegiatan monoton dan tidak berguna malah membuang waktu. Misalnya saat main sosial media terutama instagram, udah scrol semua timeline, like story teman-teman, kemudian muncul notifikasi kalau saya sudah buka instagram dalam waktu yang lama, dan belum ada manfaat yang saya peroleh, justru gaya rebahan saja yang berubah. 

Saya masih bertahan di sosial media tersebut, saya buka akun yang motivasi, atau akun yang bisa membuat saya merenung bahwa orang lain di luar sana perjuangannya untuk hidup luar biasa beratnya, bagaimana dengan saya? 

2. Membaca buku
Buku yang biasa saya baca ketika jenus, seperti buku yang sebutkan di http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/top-5-buku-favorit-bpnramadan2021.html. Dengan membaca buku-buku ini membuat saya lebih terpacu untuk berbuat sesuatu walaupun sederhana, misalnya saja sharing informasi yang bermanfaat di sosial media. Sedikit yang kita lakukan semoga bermanfaat untuk orang lain.

3. Membaca Blog
Sebelum membaca, biasanya saya memunculkan pertanyaan, saya ingin mengetahui tentang apa hari ini? Saya ingin mempelajari tentang apa hari ini? Setelah menjawab pertanyaan ini, saya baru mengetikkan kata kunci, kemudian membaca apa yang saya perlukan.

4. Mempelajari sesuatu yang baru
Mempelajari sesuatu yang baru meningkatkan adrenalin, karena belum ahli tentunya dengan hal tersebut, kita akan tertantang untuk menaklukannya, adrenalin pun terpicu, jadi semangat lagi.

5. Main game
Ini yang paling gampang, saat jenuh, game, main trus lanjut lagi kegiatan berikutnya. Main game pun dicari yang ada level-levelnya, sehingga tingkat kesuliatan selalu meningkat. Saat ada kesulitan biasanya ada aja ide yang muncul, walaupun hanya untuk main game.





 

Top 5 Buku Favorit #BPNRamadan2021


Banyak buku yang dijadiin favorit, tapi yang sampai dijaga banget dan kalau lagi down baca buku itu. Buku yang di list ini merupakan buku yang benar-benar dijaga, dan dibaca ulang untuk meningkatkan semangat dan motivasi internal.

1. How to Master Your Habit
Buku ini merupakan karya Ustad Felix Siaw, buku ini mengingatkan kita bahwa kita dapat memiliki habit atau kebiasaan yang baik dengan "memaksa" diri untuk memilikinya. Bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan yang baik, harus melatih dirinya selama beberapa hari samapi istiqomah sehinga tubuhnya sudah mengingat bahwa kebiasaan tersebut dilakukan secara otomatis.

2. Salon Kepribadian, Jangan jadi Muslimah Nyebelin
Merupakan karya penulis favorit dari zaman SMP yaitu Mba Asma Nadia. Di buku ini dipaparkan bagaimana seorang muslimah menjadi figur di setiap aspek kehidupan dan gambaran muslimah yang tetap menjaga diri dengan memperhatikan penampilan yang pantas. Muslimah yang menjaga aurat, misalnya menggunakan kaus kaki, wajib menjaga kebersihannya, jangan jadi sumber bau. Muslimah yang menutup aurat sebaiknya jangan jadi "fashion terorist" yang misalnya warna pakainnya tabrak sana tabrak sini, sehingga mengundang orang lain untuk membicarakan muslimah tersebut.

3. Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati
Buku karya Mas Ahmad  Rifa'i Rif'an inimerupakan buku motivasi yang bisa dibaca kapanpun. Buku ini bisa jadi penyemangat di saat saya merasa tidak berarti, waktu habis tapi ga ada pencapaian.  Buku ini mengajak kita menyelami makna kehidupan agar lebih bermanfaat, dan setiap orang punya potensi untuk menjadi terbaik di versinya. Ya hidup hanya sekali, bila menyia-nyiakan dengan aktivitas yang buruk maka buruk juga jadinya, dan sebaliknya. Buku ini mengingatkan saya bahwa setiap diri individu punya potensi hebat.

4. Jangan Mau Jadi Orang Rata-rata
Masih karya Mas Ahmad Rifa'i Rif'an, ya saya jadi selalu melirik rak buku di toko buku yang mendisplay karya-karya dari Mas Rifa'i Rif'an, cara berceritanya enak, tidak menggurui tapi mengena di hati pembacanya. Di buku ini sama halnya dengan buku sebelumnya juga merupakan buku motivasi, lebih hebat dari buku sebelumnya, ibaratnya lanjutan dari buku Hidup Sekali, Berarti, lalu Mati, buku ini menjelaskan potensi apa yang akan ditonjolkan. Potensi apa yang membuat kita dilirik dan diingat eksitensinya. Seperti misalnya di kelas, yang sering disebut namanya yang memiliki keahlian, baik pintar di akademis, yang menonjol di olahraga. Yang pencapaiannya rata-rata di masyarakat kita banyak, karena itu perlu ada yang ditonjolkan dari diri kita sehingga kita dikenal sebagai orang yang memiliki dan ahli dari potensi tersebut.

5. Man Shabara Zhafira, Success in Life with Persistence
Masih karya Mas Rifa'i Rif'an, masih buku seri motivasi yang saya koleksi.  Buku ini udah lama banget saya punya,buku ini memiliki poin persisten yang ditonjolkan dalam mencapai kesuksesan.

Kebanyakan buku yang saya baca genre seperti di atas, buku yang membuat kita percaya bahwa kita memiliki potensi, diri kita berharga, dan bisa berpartisipasi sebagai anggota masyarakat dengan potensi-potensi tersebut. Jadi di saat kegiatan sudah monoton, kurang tantangan dan ga tau mau melakukan apa, saya kembali membaca buku-buku ini untuk memunculkan motivasi internal.
 

Barang Wajib di Tas Saat Bepergian #BPNRamadan2021

 


Kalau ditanya apa yang paling harus dibawa saat bepergian, nomor satu pastinya HP. Terus terang ga bisa lepas dari HP dari mulai kerjaan atau mau cek informasi atau memang mau berselanjar di sosial media, atau cuci mata di e-commerce. 

Kalau untuk lengkapnya tergantung perginya pake apa, kalau jalan kaki, minimal handphone sama duit, kalau bawa mobil, dompet wajib bawa karena ada SIM di sana. Kalau pergi kerja, yang harus dibawa di dalam tas, handphone, charger hp, laptop dan charger, buku catatan, tissue kering, alat tulis. Udah gitu aja. 

Sebelum pandemi biasanya bawa buku yang mau dibaca, tapi sekarang bawaan yang minimal aja, sesuai keperluan berapa jam di luar rumah, agar ga banyak yang musti di bersihkan sebelum masuk rumah.

Top 5 Tempat Liburan Favorit #BPNRamadan2021


Menulis tentang liburan di masa pandemi? Mhmmm apa ya, dimana ya tempat favorit buat liburan? Menurut saya liburan merupakan saat kita mendapatkan ketenangan, kenyamanan dan energi baru untuk menjalani kehidupan ini.

Tempat pertama yang menjadi favorit adalah rumah. Ya, di rumah aja. Melakukan sesuatu yang disenangin, mengerjakan hobi, atau mempelajari sesuatu yang baru. Rumah selalu menjadi tempat yang tidak tergantikan, walaupun setiap hari sepulang kerja selalu ke rumah, tetapi pada saat liburan dengan berdiam di rumah  tetap bisa memberikan energi yang baru.

Tempat kedua yang merupakan tempat liburan favorit, walaupun baru pertama kali ke sana yaitu Belitung. pertama kali ke Belitung tahun 2018, nyambi liburan sambil bekerja. Wisata alamnya luar biasa indah dan menyegarkan, makannnya juga enak.

Tempat ketiga yang menjadi favorit wisata alam, ada di Sumatera Barat yang dikenal dengan Switzerlandnya, Padang Mengatas. Sebenarnya ini dekat banget sama rumah, sebelum jadi terkenal waktu kecil sering ke sana, karena ada kenalan Papa yang tinggal di sana. Tetapi setelah tempat ini terkenal, untuk masuk aja susah, baru sekali ke sana, tapi menyenangkan, menghirup udara segar, padang rumput yang luas, bisa jalan kaki dengan santai. Semoga bisa dibuka untuk tempat wisata juga sih, karena sekarang susah masuk sana, karena banyak pengunjung yang buang samaph sembarangan sehingga sapi yang memang hidupnya berkeliaran di sana jadi bahaya.

Tempat keempat, tempat jualan tanaman. Kalau lagi liburan dan lagi senang nata taman, trus perlu beli pot, tanah, pupuk atau perintilan lainnya, pergi ke tempat yang jualan tanaman, jadi bikin mata segar. Apalagi kalau penjualnya paham dengan cara merawat tanaman, jadi bisa teredukasi juga kan.

Tempat kelima, pusat perbelanjaan. Senang aja ngeliat lampu yang terang, walaupun kebanyakan window shoping, karena yang tujuan utama ke mall adalah untuk nonton atau makan. 

 

Target yang Ingin Dicapai di 2021 #BPNRamadan2021


Setiap di akhir tahun, yang paling menyenangkan adalah menuliskan resolusi, apa target yang ingin dicapai untuk tahun ini. Walaupun nasib target-target tersebut berbeda-beda, ada yang tercapai, ada yang di tengah jalan berubah haluan, ada yang pesimis duluan. Akan tetapi menuliskan target atau resolusi setiap tahun selalu memberikan saya energi baru dan harapan baru.

Akhir tahun biasanya saya mencari buku untuk membuat jurnal harian, yang saya isi dengan target yang ingin dicapai di tahun ini, target bulanan, to do list harian, atau catatan saat mengikuti seminar dan apapun yang perlu saya catat di buku itu.

Saya membagi target tahunan daya menjadi beberapa fokus, yaitu personal, family, finance, pekerjaan saya sebagai dokter dan dosen. Untuk target yang ingin saya ceritakan di blog ini mengenai target di pekerjaan saya sebagai dosen.

Spoiler mengenai target saya dalam hal pekerjaan sudah ada di http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/top-7-fakta-tentang-saya-bpnramadan2021.html , ya saya ingin melanjutkan kuliah S3. Saya menjadikan target ini menjadi target besar saya. Untuk mencapai target ini saya membagi setiap bulannya menjadi langkah-langkah kecil untuk mencapainya. Bulan pertama saya mengikuti kelas Systematic review yang ada di kampus saya. Teorinya sudah, tapi belum eksekusinya.

Bulan kedua, saya daftar kelas Road to PhD dari @BlajarId, yang rencananya kelasnya dimulai bulan Maret, Qadarullah bulan Maret, Allah memberikan ujian, Papa saya masuk ICU, saya ga bisa fokus untuk mengikuti kelas tersebut. Saya mundur dari kelas tersebut, dan InsyaAllah akan ikut di kelas berikutnya, Alhamdulillah, mentornya menyetujuinya.

Mengapa saya ambil kelas Road to PhD, karena saya masih bingung mengenai fokus riset S3 saya, dan juga saya ingin mengetahui tips dan trik nya pada saat menjalani pendidikan S3. Saya berharap target besar saya bisa saya capai dengan membagi target tersebut dengan target-target kecil. Semoga dimudahkan dan diperlancar atas izin Allah. Aamiin.