📖 Lafaz Doa
اللَّهُمَّ نَبِّهْنِي فِيهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ، وَنَوِّرْ فِيهِ قَلْبِي بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ، وَخُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِي إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ، بِنُورِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوبِ الْعَارِفِينَ.
🌿 Artinya
“Ya Allah, bangunkanlah aku di bulan ini untuk meraih keberkahan waktu sahurnya. Terangilah hatiku dengan cahaya-cahaya Ramadhan. Bimbinglah seluruh anggota tubuhku untuk mengikuti jejak-jejak kebaikan di dalamnya, dengan cahaya-Mu, wahai Dzat yang menerangi hati orang-orang yang mengenal-Mu.”
✨ Refleksi Hari Kedelapan Belas
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, kita mulai mendekati waktu-waktu paling berharga.
Doa ini menekankan tiga hal penting:
🔹 Keberkahan sahur — waktu yang sering terlewat karena kantuk, padahal penuh rahmat.
🔹 Cahaya dalam hati — Ramadhan bukan hanya menerangi malam dengan tarawih, tetapi menerangi hati dengan iman.
🔹 Anggota tubuh mengikuti kebaikan — bukan hanya hati yang ingin taat, tetapi seluruh perilaku ikut berubah.
Ramadhan sering disebut sebagai bulan cahaya.
Namun cahaya itu tidak otomatis masuk ke hati.
Ia masuk melalui:
-
sahur yang penuh dzikir,
-
shalat malam,
-
tilawah Qur’an,
-
dan hati yang ingin berubah.
Hari ke-18 mengingatkan:
Bangunlah sebelum fajar, karena banyak cahaya turun pada waktu itu.

0 komentar: