Liku-Liku S3: Ketika Niat Melanjutkan Studi Tidak Selalu Mudah

 


Ada satu fase dalam hidup ketika seseorang mulai bertanya pada dirinya sendiri: Apakah aku harus melanjutkan studi lagi?

Pertanyaan ini tidak selalu muncul karena ambisi akademik. Kadang ia muncul dari rasa ingin tahu, dari kegelisahan intelektual, atau dari keinginan untuk memberi kontribusi yang lebih luas dalam bidang yang kita tekuni.

Bagi saya, keinginan melanjutkan ke jenjang S3 tidak datang secara tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan. Berawal dari pengalaman mengajar, melihat mahasiswa belajar, berdiskusi tentang kurikulum, sampai akhirnya menyadari bahwa dunia pendidikan kedokteran adalah bidang yang sangat luas untuk dieksplorasi.

Namun ketika niat itu mulai serius dipikirkan, saya juga menyadari satu hal:
perjalanan menuju S3 ternyata bukan jalan yang lurus.

Ada banyak tikungan di dalamnya.

Mulai dari memilih universitas, mencari topik penelitian yang tepat, memahami ekspektasi akademik, sampai menyiapkan mental untuk kembali menjadi mahasiswa setelah sekian lama berada di posisi dosen.

Belum lagi pertanyaan klasik yang sering muncul dari orang sekitar:

"Ngapain lagi kuliah?"
"Memangnya belum capek sekolah?"
"S3 itu lama loh."

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kadang membuat seseorang ragu. Tapi di sisi lain, justru membuat kita kembali memikirkan dengan lebih dalam: apa sebenarnya alasan kita ingin melanjutkan studi?

Saya mulai memahami bahwa mempersiapkan S3 bukan hanya soal memenuhi persyaratan administratif. Ini juga tentang mempersiapkan cara berpikir baru.

S3 bukan sekadar menambah gelar.
Ia adalah proses belajar untuk:

  • berpikir lebih kritis

  • melihat masalah secara lebih sistematis

  • dan menghasilkan pengetahuan baru

Dan di titik itulah perjalanan “liku-liku S3” benar-benar dimulai.


Apa Saja Liku-Liku Itu?

Dalam seri tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman dan proses yang sedang saya jalani, di antaranya:

  1. Menentukan alasan kuat kenapa ingin S3

  2. Memilih bidang dan topik penelitian

  3. Mengembangkan ide disertasi

  4. Perjuangan menulis Bab 1 (latar belakang, rumusan masalah, tujuan)

  5. Mencari calon promotor

  6. Persiapan mental menjadi mahasiswa lagi

  7. Manajemen waktu antara kerja, penelitian, dan kehidupan pribadi

Saya berharap tulisan ini bukan hanya menjadi catatan perjalanan pribadi, tetapi juga bisa menjadi panduan kecil bagi siapa saja yang sedang mempertimbangkan langkah yang sama.

Karena jika ada satu hal yang saya pelajari dari proses ini, itu adalah:

Perjalanan menuju S3 memang penuh liku, tetapi justru di situlah proses pendewasaan akademik terjadi.

Dan mungkin, perjalanan itu baru saja dimulai.

0 komentar: