Seri 17 – Penulisan Laporan & Menjelang Sidang Skripsi: Menyatukan Cerita Menjadi Karya Akhir



Ada satu momen dalam perjalanan skripsi ketika kamu mulai membuka folder laptop dan melihat semua bagian yang sudah kamu kerjakan:
  • Bab 1 yang sudah berkali-kali direvisi,

  • Bab 2 penuh referensi dan teori,

  • Bab 3 yang akhirnya kamu pahami setelah berulang kali diskusi,

  • Tabel data hasil pengumpulan,

  • Grafik, kode tema, atau p-value hasil analisis.

Dan di momen itulah kamu sadar:
Semuanya sekarang harus menjadi cerita yang utuh.

Inilah tahap penulisan laporan skripsi — tahap ketika kamu berhenti sekadar mengumpulkan bagian-bagian, dan mulai membentuk keseluruhan.

1. Menyusun Bab 4: Di Sini Kamu Menceritakan Apa yang Benar-Benar Terjadi

Bab 4 atau hasil penelitian adalah bagian paling “jujur” dari seluruh skripsimu.

Tidak usah dilebih-lebihkan, tidak perlu dibuat dramatis.
Tugasmu sederhana: menyampaikan apa yang ditemukan.

Kalimat yang baik biasanya:

  • ringkas,

  • jelas,

  • tidak berputar-putar,

  • tidak ditambah opini.

Pakai data, gambar, tabel, diagram.
Biarkan informasi berbicara.

“Bab 4 adalah cermin: ia menunjukkan kenyataan yang diambil dari lapangan, bukan bayangan yang kamu inginkan.”

2. Bab 5: Bagian yang Menunjukkan Kamu Paham Apa yang Kamu Kerjakan

Inilah bab yang sering membuat mahasiswa bingung.

Bab 5 bukan:

  • cerita ulang Bab 4

  • sekadar “hasil ini sesuai teori A”

  • atau “tidak sesuai teori B”

Bab 5 adalah dialog antara:

  • temuanmu,

  • teori yang kamu pelajari,

  • penelitian sebelumnya,

  • dan konteks lapangan tempat penelitian dilakukan.

Di sini kamu menjawab pertanyaan penting:

“Kenapa hasilnya bisa seperti ini?”

“Apa artinya?”

“Apa implikasinya?”

Ini adalah ruang untuk menunjukkan kedewasaan ilmiah.

3. Bagian Kesimpulan: Tutup dengan Tenang dan Tegas

Kesimpulan bukan ringkasan semata.

Kesimpulan adalah:

  • pernyataan inti dari temuan

  • jawaban dari tujuan penelitian

  • kalimat yang hanya bisa kamu tulis setelah melewati seluruh proses penelitian

Kesimpulan yang baik:

  • pendek

  • fokus

  • to the point

Tidak perlu dramatik.
Yang penting: jelas.

4. Saran: Berikan Ruang untuk Masa Depan

Saran yang baik bukan nasihat umum seperti:

❌ “Peneliti selanjutnya diharapkan lebih baik lagi.”

Tapi:

✔ spesifik,
✔ realistis,
✔ berbasis penelitianmu.

Contoh:

“Gunakan sampel lebih besar agar hasil dapat digeneralisasi.”
“Pertimbangkan variabel A atau B yang belum diteliti.”
“Lakukan studi longitudinal untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu.”

Itulah suara seorang peneliti yang bertanggung jawab.

5. Mempersiapkan Sidang Akhir: Ini Tentang Ketulusan dan Kepercayaan

Setelah laporan selesai, kamu akan mulai masuk tahap persiapan sidang skripsi.

Apa yang harus dilakukan?

  • buat slide ringkas

  • latih alur presentasi

  • pahami logika penelitianmu, bukan hafalan kalimat

  • siapkan jawaban untuk kritik yang mungkin muncul

Bukan “bagaimana tampil keren”, tetapi:

  • bagaimana menjelaskan secara jelas,

  • tenang,

  • dan masuk akal.

Dan ingat satu hal:

“Tidak ada dosen penguji yang ingin menjatuhkanmu. Mereka ingin melihat apakah kamu paham apa yang kamu kerjakan.”

6. Penutup: Tahap Ini Bukan Akhir, tapi Perayaan Jalan Panjangmu

Ketika kamu menulis bab terakhir, kamu akan melihat perjalananmu dalam potongan-potongan kecil:

  • malam-malam begadang,

  • revisi yang menyakitkan,

  • jurnal yang akhirnya kamu mengerti,

  • ketakutan,

  • rasa lega,

  • dan banyak sekali tumbuh dalam dirimu.

Penulisan laporan akhir adalah cara sederhana untuk berkata pada dirimu sendiri:

“Aku sudah melewati banyak hal. Dan aku sampai di sini.”

Tidak semua orang tahu betapa beratnya perjalanan ini.
Tapi kamu tahu.
Dan kamu layak bangga.

Skripsi bukan hanya dokumen.
Skripsi adalah perjalanan menjadi lebih matang, sabar, dan jujur sebagai seorang pembelajar.

0 komentar: