Dan tanpa sadar, sebelum jam 10 pagi, otak sudah penuh:
-
notifikasi grup kelas,
-
tugas dadakan,
-
link Google Form,
-
info presentasi,
-
dosen yang bilang “silakan baca dulu bab 3 ya,”
-
dan teman yang bertanya, “kita jadi kumpul nanti nggak?”
Burnout itu sebenarnya tidak muncul di tengah semester.
Burnout dimulai dari cara kita memulai hari.
1. Pelan bukan berarti lambat — pelan berarti hadir
Cobalah bangun 10 menit lebih awal dari biasanya.
Bukan untuk produktif… tapi untuk tenang.
-
Minum air pelan-pelan.
-
Buka jendela sebentar.
-
Tarik napas dalam-dalam.
-
Rasakan tubuhmu hidup lagi.
Itu saja sudah cukup untuk memberi sinyal ke otak:
“Hari ini aku hadir. Tidak terburu-buru.”
2. Jangan buka chat kelas sebelum mandi
Ini aturan sederhana, tapi menyelamatkan mental.
Begitu kamu buka chat kelas di pagi hari, otak langsung:
-
analisis,
-
panik,
-
membandingkan,
-
merasa kurang,
-
takut ketinggalan.
Tunda 15–20 menit.
Percaya:
dunia kelas tidak akan runtuh dalam 20 menit itu — tapi pikiranmu jadi jauh lebih tenang.
3. Sarapan itu bukan makanan — sarapan itu ritual mental
Boleh cuma roti.
Boleh cuma pisang.
Boleh cuma teh hangat.
Yang penting: sadar.
Makan sambil melihat langit, bukan sambil scroll tugas.
Tanya pelan pada diri sendiri:
“Hari ini apa yang benar-benar perlu aku lakukan?”
Satu hal saja.
Bukan sepuluh.
4. Tulis 3 hal yang realistis untuk hari itu
Bukan to-do list panjang.
Cukup 3.
Contoh:
-
baca materi kuliah 15 menit
-
balas email dosen
-
kerjakan 3 soal latihan
Kalau sudah lebih dari 3, itu bukan produktif.
Itu ambisi yang memicu burnout.
5. Jangan mengejar hari. Ajak hari berjalan bersamamu.
Ada mahasiswa yang hidup seperti ini:
“Hari ini harus selesai semua!”
Akibatnya:
-
tegang,
-
meledak ketika ada gangguan kecil,
-
frustasi karena ekspektasi terlalu tinggi.
Cobalah ubah rumus:
“Hari ini aku mau tinggal bersama proses.”
Sedikit-sedikit.
Sambil bernapas.
6. Pelan itu bukan kalah. Pelan itu sadar.
Kuliah itu maraton 4 tahun.
Bukan sprint 40 hari.
Kalau kamu memaksa diri untuk selalu menjadi cepat:
-
cepat balas chat,
-
cepat kerjakan tugas,
-
cepat kumpulkan laporan,
-
cepat baca bab,
tubuhmu akan berhenti…
tapi kecemasanmu tidak.
Kuliah tanpa burnout dimulai dari ampuan memulai hari dengan pelan, tapi penuh kendali.
7. Penutup: Ingat, kamu bukan mesin akademik
Kamu manusia:
-
yang punya pagi,
-
punya rasa lelah,
-
punya ritme,
-
punya hati.
Boleh istirahat.
Boleh tenang.
Boleh pelan.
Yang penting kamu berjuang, bukan hanya hadir.


0 komentar: