Pencapaian Tertinggi di Hidupku #BPNRamadan2021

 


Salah satu hikmah menulis mengenai diri sendiri dengan tema yang ditentukan seperti ini adalah lebih mengenal diri sendiri. Terus terang saya belum pernah merefleksikan apa yang sudah saya capai sekarang sebagai suatu pencapaian tertinggi, terbesar , atau yang paling membanggakan. 

Bingung sih mau nulis apa. Kalau dimakasudkan pencapaian terbut merupakan apa yang diimpikan selama ini terus, dapat tercapai, salah satunya pas saat lulus dokter. Rasa syukur dan senang bisa membahagiakan kedua orang tua pada saat itu. Dokter merupakan cita-cita saat kecil, dan Alhamdulillah dibukakan jalannya, diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan kemudian didukung sepenuhnya oleh keluarga.

Beneran bingung mau nulis apa, bukannya ga bersyukur. Akan tetapi saya selalu menghargai setiap pencapaian yang bisa saya dapatkan. Misalnya sebelum tidur saya membuat "list to do"  kemudian bila saya telah bisa mengerjakannya, list tersebut dicoret, menurut saya itu suatu kepuasan dan saya akan me-reward diri saya sendiri, dengan jajan online atau main sosmed.

Menurut saya suatu pencapaian pastinya dihadapkan dengan suatu kesempatan dan tantangan ke depan nya. Balik lagi saat lulus jadi dokter, setelah yudisium kemudian wisuda, kesempatan untuk lanjut ke step berikutnya yaitu internship dihadapkan dengan tantangan harus lulus Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (kalau sekarang namanya Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter-UKMPPD). Jadi euforianya ga lama, tapi tentunya  kenangan saya simpan di memori dan di hati karena melihat senyuman bahagia orangtua.


Harapan Terbesar untuk Blog #BPNRamadan2021


Selama ini saya adalah seorang penikmat konten orang lain. Saya banyak mengkonsumsi konten di blog, website, instagram dan youtube untuk kebutuhan saya sebagai seorang dokter, dosen atau untuk hobi saya. Konsumsi ini termasuk ke dalam konsumsi yang tidak dapat saya hindari, karena semua bisa saya dapatkan dengan membuka smartphone, inilah yang membedakannya bila ingin mencari informasi melalui buku, yang untuk dibawa mungkin agak ribet.

Dari sebagai seorang konsumen, saya berharap saya bisa sabagai "penghasil". Saya bukan orang yang suka foto pribadi/selfie ada di sosial media, saya lebih suka saat saya googling my self, saya menemukan jejak digital saya berupa tulisan.

Saya sadari tulisan jauh dari kata bagus atau mungkin enak dikonsumsi/dibaca, atau sebagai bahan referensi yang dicari orang. Tulisan terlalu "to the point", jarang sekali ada kalimat bunga-bunga yang menghiasi dan mempercantik tulisan. Saat menulis tulisan inipun saya sadari, saya seringkali blocking, salah satunya karena saya ga tau lagi mau menulis apa, saya kehilangan kata-kata, karena memang saya sadari saya kekurangan kosa kata. Jadi tulisan ini mengalir begitu saja, semoga bisa dimengerti maksud yang ingin disampaikan.

Padahal banyak orang bilang, banyak membaca akan membuat kosa kata kita makin bertambah, mungkin ya bagi sebagain orang. Bagi saya, saat saya menulis saya masih merasakan tulisan kekurangan kosa kata, untuk itulah saya mulai menulis, seperti yang saya cerita kan di http://mynewjornal.blogspot.com/2021/04/alasan-mulai-ngeblog-bpnramadan2021.html sehingga saya bisa meninggalkan jejak digital yang baik.

Harapan saya tentunya konsistensi dalam menulis. Kalau saya refleksi, dengan melihat bagian "blog archieve" ternyata saya masih belum konsisten terhadap diri saya untuk menulis. Saya belum memaksakan diri saya untuk menulis setiap hari, atau 2/3 kali seminggu. Isinya masih bolong-bolong. Mengikuti #BPNRamadan2021 ini merupakan salah satu usaha saya untuk "memaksa" diri saya menulis setiap harinya. Semoga saya bisa menyelesaikannya selama 30 hari ini. Aamiin.

Untuk harapan terbesar tahun ini saya masih menargetkan menghasilkan tulisan yang konsisten. Untuk blog saya yang menjadi nomor sata, banyak dikunjungi, dalah hati tentunya saya berharap, akan tetapi saya belum berani untuk menempatkannya sebagai harapan prioritas saya.


 

Alasan Mulai Ngeblog #BPNRamadan2021


Kenapa mulai ngeblog? karena saya selalu "iri" dengan orang yang menulis. Bagi saya orang yang menulis, baik di blog, buku, jurnal itu keren. Saya selalu kagum, darimana para penulis dapat idenya, bagaimana mereka meramunya menjadi tulisan yang saat membacanya dapat menarik perhatian, seperti disihir untuk membaca terus menerus. Saya takjub dengan perjanan mereka menulis, ada yang research dulu, ada yang membuat disain di blog tersebut benar-benar terencana. Bagi saya yang informasi dari tulisan masih saya butuhkan, masih saya cari.

Menulis itu tentunya ga gampang, baik menulis fiksi ataupun non fiksi. Cara orang bercerita juga beda-beda kan. Seperti halnya kita membaca paragraf pertama suatu novel, kalau menarik, ada rasa percaya dalam diri bahwa paragraf berikutnya atau bab berikutnya "pasti menarik".

Menulis ibaratnya meninggalkan jejak, apalagi bila menulis di blog, meninggalkan jejak digital. Yang kapanpun dimanapun dapat dibaca, dapat dicari kembali. Jadai penting untuk menulis sesuatu yang bermanfaat, yang memiliki nilai positif, seminimal mungkin adalah untuk diri sendiri.

Menulis bagi saya juga sebagai sarana berbagi saat saya mempelajari sesuatu. Tulisan awal saya di blog ini merupakan hal yang saya pelajari untuk kebutuhan tesis saya. Menurut saya, isi tulisan tersebut bisa juga bermanfaat  untuk orang lain yang juga lagi menulis skripsi atau tesis. 

 

Arti Nama Blog #BPNRamadan2021

 


Setiap nama pastinya memiliki sebuah makna. Seperti nama yang dsematkan pada seorang manusia, ada makna dan doa yang terkandung di dalamnya. Begitu juga nama untuk blog ini. Awalnya nama blog ini sesuai dengan nama pemiliknya Resti Rahmadika Akbar, yang dibuat sejak 2012, tapi bingung mau nulis apa. Jadinya blognya kosong melompong.

Sampai pada tahun 2016 akhir, saat proses menulis tesis, kencan hampir setiap jam dengan laptop, mulai dari mencari ide, mencari referensi, yang penting nyicil tesis. Dalam masa "kencan" itu, saya menyadari bahwa saya sering membaca blog, untuk mencari referensi, seperti "bagaimana cara membuat daftar pustaka?" Ternyata blog atau tulisan masih dicari, dan tetap bisa bersaing dengan sosial media lainnya seperti facebook, instagram, ataupun youtube. 

Di tahun 2017, saya mulai nulis, dan saya mulai mencari nama untuk blog, karena blog yang saya baca memiliki nama yang menurut saya powerful, eye catching, yang paling penting menarik. Kemudian pada saat itu, saya bertekad untuk menulis, ibaratnya menulis jurnal harian, makanya keluar nama "My New Journal."  My New Journal, saya maknainya sebagai sebuah perjalanan baru, sebagai tekad baru, semangat baru, dan kisah baru. 

Ternyata saat menyimpan nama baru ini, google sepertinya mengenali nama ini untuk domainnya, sehinga untuk domainnya jadi mynewjornal.blogspot.com. Ga papa lah yang penting punya blog dan yang penting dari sekedar punya adalah mulai diisi.

Apa bedanya Author, Co-author dan second author


 



 

Dalam penghitungan PAK (Penilaian Angka Kredit) bagi dosen, salah satu poin penting adalah penelitian. Penelitian merupakan salah satu komponen penting dari tridharma pendidikan tinggi. Tridharma ini terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nah, penghitungan  PAK berdasarkan 3 aktivitas ini. Biasanya yang jadi pe er adalah di bagian penelitian dan pengabdian.

Untuk pendidikan mungkin ga terlalu menjadi beban karena mengajar merupakan kegiatan harian. Akan tetapi untuk melaksanakan penelitian kemudian mempublikasikannya, perlu meluangkan waktu untuk melakukannya. Publikasi ke jurnal juga ada pahit manisnya, kalau lagi manis, lancar, langsung diterima, tapi ini hanya beberapa persen saja. Kebanyakan, peneliti yang men-submit artikelnya ke jurnal ilmiah, mengalami revisi, bisa satu kali bahkan berkali kali, yang lebih pahit adalah ditolak langsung oleh editornya.

Jurnal ilmiah memiliki nilai PAK yang berbeda, mulai dari jurnal internasional bereputasi sampai jurnal nasional yang terindeks.

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Jurnal Internasional bereputasi

Web of Science (Wos) yang memiliki IF Wos minimal 0.05 dan atau Scopus dengan SJR jurnla minimal0.15 atau SJR junrla >0.10 dan Q3

40

2

Jurnal Internasional

Web of Science (Wos) yang memiliki IF Wos <0.05 dan atau Scopus dengan SJR jurnal <0.15

30

3

Jrnal internasional berindeks

Terindeks INSPEC, ESCI, EBSCO Gale

20

4

Jurnal Nasional terakreditasi sinta 1 dan 2

Jika Sinta 1 yang masuk kategori jurnal internasional maka penilaiannya sesuai golongan 1&2

25

5

Junrla nasional berbahasa inggris atau 1 bahasa resmi PBB lainnya

Terindeksi CABI, Index Corpenicus International (ICI), ACI, DOAJ

20

6

Jurnal nasional berbahasa Indonesia terakreditasi Sinta 3&4

 

20

7

Jurnal nasional berbahasa Indonesia terakreditasi Sinta 5&6

 

15

8

Jurnla nasional

-          Author minimal dari 2 institusi berbeda

-          Editor minimal dari 2 institusi berbeda

10

9

Jurnal ilmiah yang ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat sebagai jurnal internasional

 

10

 

Selain hasil penelitian dipublikasin di jurnal ilmiah, dapat juga dipresentasikan di seminar nasional maupun internasional dengan luaran berupa prosiding. Untuk penilaian prosiding sebagai berikut:

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Internasional terindeks pada Scimagojr dan Scopus

Untuk prosiding IEEE xplore masuk ke kategori ini

30

2

Internasional terindeksi WoS, Scopus, IEEE xplore, SPIE

 

25

3

Internasional

Tidak terindeksi di kategori 2

15

4

Nasional

 

10

 

Kelompok ketiga luaran hasil penelitian masih berupa prosiding, bedanya dengan kelompok yang di atas adalah hasil penelitian dimuat di prosiding akan tetapi tidak dipresentasikan di seminar/symposium

 

No

Jenis artikel jurnal

Contoh

Nilai PAK

1

Internasional

Prosiding online tidak berindeks

10

2

Nasional

Prosiding online tidak berindeks

5

 

Berdasarkan pedoman penialain di atas, maka setiap yang terlibat di dalam publikasi, tentunya memiliki hak untuk mendapatkan nilai ini. Biasanya dari suatu jurnal ilmiah terdiri dari beberapa penulis, jarang sekali yang penulis tunggal.

Ketentuan penilaian sesuai dengan peran dalam penelitian.

1.       Bila sebagai penulis tunggal, maka nilai PAK, 100% milik peneliti tersebut

2.       Bila penulis 2 orang, Penulis pertama juga bertindak sebagai corresponding author maka nilai penulis pertama atau author 60% dari angka kredit tersebut, sedangkan penulis kedua mendapatkan 40%

3.       Jika penulis pertama tidak sebagai corresponding author, maka nilai kredit buat penulis pertama dan corresponding author masing-masing mendapatkan 40%, sisa 20% untuk penulis lainnya. Misalnya ada 4 orang penulis, maka penulis ketiga dan ke empat masing-masing mendapatkan 10%.

4.       Bila penulis hanya terdiri dari 2 orang, dan masing berperan sebagai penulis pertama dan corresponding author, maka masing-masing mendapatkan 50% dari nilai kredit.

5.       Untuk corresponding author, agar diakui angka kreditnya maka harus melampirkan bukti korespondingnya dari pengelola jurnal, dapat berupa paper submission, acceptance letter, bukti proses review dari karya ilmiah yang dipublikasikan.

Dari pengertiannya first author atau penulis pertama merupakan penulis yang paling banyak kontribusinya dalam penelitian dan dalam penulisan paper. Coresponding author adalah penulis yang bertanggungjawab untuk berkoresponden dengan pihak pengelola jurnal, mensubmit artikel dan bertanggungjawab membuat revisi. Sedangkan second author ataupun third author, merupakan penulis yang memiliki peran yang lebih sedikit dari first author.

Corresponding author, urutan dalam penulisan nama di jurnal tidak harus di posisi ke dua, bisa di ururtan kedua atau ketiga. Coressponding author, biasanya ditandai dengan lambang asterik, dan alamat email di jurnal merupakan kepunyaan corresponding author. Jadi second author berbeda dengan corresponding author ya. Urutan nama di jurnal berdasarakan besarnya kontribusi seorang peneliti atau penulis tersebut.

Bila seorang dosen membimbing mahasiswa dan mempublikasikan karyanya, dosen pembimbing dapat menjadi corresponding author-nya, sedangkan first author bisa untuk mahasiswa yang melakukan penelitian. Mengapa dosen pembimbing menjadi corresponding author, hal ini disebabkan bila mahasiswa menjadikan prasyarat skripsi sebagai kelulusan S1, biasanya jurnalnya yang telah di submit, tidak di follow up lagi, bila terjadi masalah, misalnya plagiasi, maka yang bertanggungjawab adalah dosennya.

 Semoga bermanfaat



Skripsweet #2 Time Management

 


Pastinya senang banget kalau apa yang sudah direncanakan semuanya terlaksana. Menyambung tulisan sebelumnya mengenai tips awal untuk menulis skripsi, saat ini saya mau membahas mengenai Time Management. Skripsi biasanya parallel dengan jalannya mata kuliah lain, jadi selain perhatian ke maya kuliah lain, skripsi juga musti dicicil.

Jangan jadikan beban saat menjalaninya. Nah agar menjalaninya dengan senang maka perlu kemampuan time management. Time management digunakan untuk mengatur waktu agar “cicilan” dalam penyusunan skripsi tetap jalan. Tips ini bisa jalan kalau pertanyaan penelitiannya udah ditemukan ya, dan sudah disetujui oleh pembimbing.

Jadi tips time management untuk “mencicil” skripsi:

1.       Data terlebih dahulu apa saja yang mau dicicil untuk membuat skripsi

2.    Setelah data tersebut dibuat, pilih mana yang akan dikerjakan dulu,prinsipnya setiap hari ada kemajuan, walaupun hanya mengetik satu paragraph bahkan satu kalimat.

Misalnya: dalam menulis skripsi, pastinya diawali dulu menulis proposal, biasanya di setiap institusi punya buku panduan menulis proposal ataupun skripsi.

a.       kemajuan proposal penelitian bisa dimulai dengan menyusun format, mulai dari sampul, halaman pengesahan, kata pengantar, judul bab, lampiran, minimal ada kemajuan, daripada Cuma diliatin, ga bakalan berubah tuh sim salabim jadi proposal skripsi langsung kan.

b.       Kemudian bisa mencicil mencari literatur terbaru, bisa dengan menjadwalkan ke perpustakaan dan memberi target diri sendiri untuk mencari sumber literatur 2/3 pada hari itu.

c.       Di hari berikutnya bisa dengan mencari literatur di internet, bisa dimulai dengan merumuskan kata kunci kemudian mulai mencari.

d.       Hari berikutnya bisa jadwalkan dengan membaca literatur kemudian dibuat intisarinya

e.       Atau, bisa dengan membuat kerangka tulisan, kerangka tulisan akan membatu kita, agar tulisan mengalir, dan lebih enak dibaca. Selain itu, menjaga kita agar tidak menggunakan cara berbahasa atau cara menulis tulisan yang disitasi.

f.        Perlu juga mempelajari bagaimana cara membuat daftar pustaka, tools apa yang akan digunakan, misalnya Mendeley, minimal di hari tersebut Mendeley-nya undah di download dan udah diinstal kemudian udah disinkronisasi ke micrososft word.

g.       Hari berikutnya bisa mulai dengan memasukkan sumber literatur yang sudah dicari di internet ke dalam Mendeley. Untuk buku yang dari perpustakaan bisa diinsert manual.

Dalam perjalanannya mungkin akan menemukan kejenuhan, setelah bimbingan makin galau, makin ga ngerti atau sebaliknya justru makin semangat. Prinsipnya setiap hari ada kemajuan, silahkan alokasikan waktunya, misalnya satu jam per hari nyisil bikin skripsinya.