TRAVELING KERJA KE ACEH-Pilihan Destinasi Wisata?

Apakah Aceh sebagai salah satu tujuan wisata dalam negeri? Sebagian bisa menjawab ya, sebagian lagi mungkin memilih tidak. Jujur sebelumnya saya tidak pernah memasukkan Aceh sebagai salah satu destinasi wisata saya. Sepertinya efek Tsunami pada tahun 2004 masih menyisakan  trauma bukan hanya bagi masyarakat Aceh, tetapi juga untuk masyarakat di Luar Aceh.

Saya yang tinggal di Sumatera Barat, yang saat ini berdomisili di Kota Padang, yang dikenal juga sebagai supermarket bencana, tidak memasukkan Aceh sebagai salah satu destinasi wisata, apalagi masyarakat yang tinggal di kota yang selama ini tidak banyak bencana. Sumatera Barat pun juga pernah mengalami gempa besar tahun 2009, kemudian setiap tahun ada gempa-gempa kecil yang skalanya lebih kecil.

Walaupun sudah pernah sama-smaa merasakan efek gempa, tetapi rasanya gempa di daerah sendiri dibandingkan daerah orang walaupun sama-sama Sumatera atau sama-sama Indonesia, tetap saja menimbulkan perasaan was-was lain. Februari akhir tahun 2019, workshop diadakah di kota Padang, tepatnya di Hotel Mercure, pesertanya dari berbagai fakultas kedokteran yang ada di Sumatera kecuali Lampung. Saat teman-teman sudah di Padang, sempat digoncang gempa sebanyak 3 kali dengan skala kecil. Akhirnya, wisata ke Pulau Mandeh hampir batal diakibatkan mereka ketakutan. Termasuk teman-teman yang dari Aceh, mereka ga mau yang ada pantai dan laut-lautnya, dan jadinya jalan-jalan ke Pagaruyung dan Bukittinggi.

Nah.. di tahun 2020 ini, muncul wacana apakah kita akan workshop di Belitung atau Aceh. Kembali galau lagi nih, karena kita sudah pernah di Belitung, Aceh belum pernah (pernah sih.. tapi sayanya belum 😊). Teman-teman dari Aceh mulai bergerilya di grup whatsapp nunjukin foto tempat wisata di Aceh…setelah polling terpilihlah Aceh. Mulailah cari-cari tiket..dan ternyata ga ada flight langsung, harus transit di Bandara Kualanamu, Medan. Perjalanan ke Acehnya ga lama, tapi jam transit yang lama membuat perjalan ini menghabiskan waktu 5-7 jam termasuk dengan transitnya.
Dari Padang transit di Medan, makan siang dan sholat di bandara. Berikut foto-foto di Bandara Kualanamu, bandara Internasional ini desainnya seperti di terminal 3 Soekarno Hatta, bersih, termasuk toilet dan musholla nya.
 Dokumen Pribadi- Transit 

Dokumen Pribadi-Ada Playgorundnya, di sebelah restoran AW
Dokumen Pribadi-Yang nganterin bisa sampai lantai atas itu.

Dokumen Pribadi- Ada mobil golfnya juga
Dokumen Pribadi- Bandara Kualanamu
Dokumen Pribadi-Photobooth lagi "Start from KN"

 Sekitar pukul 14.30 boarding, karena check in online pilihlah tempat duduk  2A dan  2 B,  paling depan, decant sama pintu keluar.. hehhe (milih depan biar cepat nyampe kali ya). Luas buat kaki, dan penerbangan dengan Lion ini juga disediakan hiburan, yang biasanya hanya bisa dinikmati bila dengan pesawat Garuda ataupun Batik, nah sekarang dengan pesawat Lion bisa juga, walaupun pakai device kita sendiri, tapi lumayanlah buat hiburan.

Dokumen Pribadi- Memang lebih luas


Inflight entertainment Lion Air ini bernama AIRFI Indonesia. Kita bisa dapatkan hiburan yang disediakan berupa film, berita, music video, magazine, games dan Instagram. Selain panduan dari pramugara dan pramugari, petunjuk penggunaannya juga disediakan di depan kursi masing-masing.


Dokumen Pribadi-Petunjuk Penggunaan Pribadi

Cara terhubung dengan jaringan AIRFI cukup mudah, handphone tetap harus flight mode ya. Tekan wi fi, kemudian pilih jaringan “LION AIR”, buka browse pada perangkat handphone, lalu ketikkan “airfi.aero” Setelah terhubung kita bisa menikmati pilihan hiburan yang tersedia. Layanan ini tersedia setelah lampu sabuk pengaman dimatikan (setelah lepas landas) sampai lampu pemakaian sabuk pengaman dihidupkan kembali. Petunjuk singkat dan FAQ nya juga disediakan di brosurnya.

Sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda jam 15.30. Selama ini ga pernah kepo sama desain bandara dan ga pernah diperhatikan juga. Kalau di Sumatera Barat, bandarnya bernama Bandara Internasional Minangkabau atau biasa disingkat dengan BIM (dengar-dengar mau ganti nama dengan nama pahlawan, tapi belu diresmikan) bertemakan gonjong. Nah di Banda Aceh, nama bandaranya yang namanya Bandara Sultan Iskandar Muda mengusung tampilan kubah masjid.

Dokumen Pribadi- Tampak jauh tampilan kubah mesjid di Bandara Sultan Iskandar Muda


Dokumen Pribadi- Photobooth Di Bandara Sultan Iskandar Muda



Dokumen Pribadi-Antri bagasi, sempetin foto dulu

Setelah ambil bagasi tawar menawar taksi. Kami yang dari Padang, dari Pekanbaru dan dari Medan satu pesawat menuju Aceh.

Sekitar 30 menit sampai di Hotel Kryad Muraya, Hotelnya berada di pusat kota. Dekat ke mana aja, termasuk ke Mesjid Raya Baiturrahmah. Suasana lobinya menyenangkan. 
Dokumen Pribadi-Tampilan Lobby

Dokumen Pribadi-Lobby dekat lift
Dokumen Pribadi-Tampilan Lantai 8 di depan Lift


Saya dan teman sekamar dapat kamar lantai 8. Kamarnya bersih dan cukup luas. Tapi sayaang, kamar mandinya mungkin lebih cocok biat pasangan honeymoon deh, karena tidak tertutup, wastafelnya di luar.
  
Dokumen Pribadi- Lumayan luas ya kamarnya
Dokumen Pribadi-Cahaya matahari masuk kamar
Dokumen Pribadi-Wastafelnya di luar

 Istirahat sebentar, karena nyampe hotel sudah jam 17.00, nunggu magrib, jam 19.00 ngumpul lagi di lobi untuk makan sate, di Warung Sate Matang D’Wan. Bagi saya dari padang, mungkin lebih familiar dengan sate padang, atau sesekali makan sate madura. Nah Sate Matang ini, kuahnya kacang, kemudian ada kuah soupnya, yang bisa juga diminta tulangan dan lemaknya. Makan sate pakai nasi. Satenya enak dan pengunjung warung sate ini rame. Karena kami rombongan, teman-teman dari Aceh sudah booking sebelumnya.

Dokumen Pribadi- Sate D'Wan
Dokumen Pribadi-Pelayannya sibuk mondar mandir mengantarkan pesanan
Dokumen Pribadi- Muka kelaperan atau muka kekenyangan? :)

Oiya lanjut balik ke hotel setelah makan malam. Ada yang luar biasa dari pelayanan hotel ini, yaitu layanan antar jemput untuk sholat di masjid Baiturrahmah. Satu hari sebelumnya kita daftar di reseptionis, bisa juga lewat telpon, dengan menyebutkan nomor kamar dan berapa orang yang ikut. Pukul 4.30-4.45 hotel akan melakukan morning call, kemudian mobil shelternya akan mengantarkan pukul 4.55. Tidak sampai 5 menit sampai di masjid. 

Dokumen Pribadi- Sholat subuh berjamah di mesjid

Untuk pulangnya mobil shelter akan menjemput pukul 06.00 dan 06.15. Tapi kami memilih untuk jalan kaki. Jalan kakinya ga jauh, sambal nyantai 15 menit juga sampai, itupun sempat mampir beli nasi gurih yang ada di dekat masjid. Nasi gurih ini nama lainnya nasi uduk atau nasi lemak, lauknya bisa dipilih dendeng, telor dadar, telor balado dan lain-lain.. Lupa motoin.
Dokumen Pribadi- Nasi gurih dan sanger

Setelah makan nasi gurih, kami lanjut jalan kaki ke hotel, menyenangkan juga jalan nya, sambal motion kota Banda Aceh dengan suasana subuh sekaligus bisa menghirup udara segar. Ternyata jalan kaki yang sedikit itu butuh ganti kalori juga ya.. hihihi,, setelah ganti baju, sarapan lagi di hotel. Acara sampai sore mengikuti workshop dengan khusyuk. Malam ini makan di luar lagi. Luar biasa servisnya teman-teman dari Aceh. I lop u full.
Dokumen Pribadi-Suasana jalanan di pagi hari

Dokumen Pribadi-Reflection


Ngumpul di lobi pukul 19.00, kemudian lanjut ke tempat makan. Kami makan malamnya di Lem Bakrie, bagi yang tau atau mengikuti tempat instagramnya Lem Bakrie, tempat makan ini hanya buka sampai jam 15.00. Tapi demi menjamu kami, teman-teman dari Aceh minta agar bisa buka untuk makan malam. Dan ya.. isi tempat makannya hanya kami, peserta workshop.

Dokumen pribadi-Warung Nasi Lem Bakrie

Dokumen Pribadi-Pintu masuk utama Lem Bakrie

Menu di Lem Bakrie ini macam-macam, dan semuanya patut buat dicoba.
Dokumen Pribadi- Menunya: Udang, Ayam tangkap, dan ayam masak kampung
Dokumen pribadi- Macam-macam sambel: ikan keumamah, sambal daun melinjo dan sambal asam udeung

Ncus lanjut di hari berikutnya, pagi ini dimulai dengan sholat subuh di masjid, kemudian lanjut workshop. Makan malam kali ini pun istimewa, kami dibawa ke Loknga, merupakan daerah pantai. Pantainya bersih, agak was-was, karena waktu berangkat kami disambut berkah hujan, Alhamdulillahnya pas nyampe Loknga, sudah mulai reda. Jadi masih bisa foto-foto di pantai. Foto grup, sampai menyelamatkan anak penyu tang terjebak jaring-jaring.
Dokumen Pribadi-Pantai Loknga
Dokumen Pribadi-BFF

Dokumen Pribadi-Viewnya
Dokumen Pribadi- Foto grup
Dokumen Pribadi- Di samping kiri ada yang foto prewed
Dokumen Pribadi- Menyelamatkan penyu yang terjebak jaring-jaring
Dokumen Pribadi- Foto grup lagi
Dokumen Pribadi- Gerimisnya aja keren apalagi kalau cerah

Dokumen Pribadi-Ini tempat makannya

Dokumen Pribadi- Bisa foto juga di sini

Dokumen Pribadi-banyak disediain photobooth

Setelah foto-foto, dilanjutkan dengan makan malam dengan menu ikan, kepiting, sayur kangkong, udang, dan minumnya kelapa muda dan teh hangat. Saking laparnya lupa foto makanannya, Cuma sempat foto cemilan kentang goreng.
Dokumen Pribadi- Cemilannya, menu utama karena udah kelaparan ga sanggup lagi foto

Pulang kembali ke hotel yang kemudia lanjut besoknya pulang ke Padang. Teman-teman yang lain lanjut wisata ke Sabang. Dari foto-foto di grup seru sekali. Bahkan, ada sertifikatnya lho kalo kita sampai di Kilometer 0.

Semoga lain kali ada kesempatan untuk mengunjungi Sabang. Terima kasih buat teman-teman yang dari Aceh, pelayanannya super excellent. Oiya jadi kesimpulannya gimana, bisa ga Aceh dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata pilihanmu? Dari review yang saya tulis, bisa dong ya. Makanannya enak, lokasinya wisatanya juga masih virgin. Semoga pemgelolaannya lebih baik lagi.


Debat- Merangkai Kalimat Bukan hanya Sekedar Kemenangan

Debat adalah suatu kegiatan mengadu argumentasi dua pihak atau lebi yang bersifat perorangan ataupun kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Dalam pengertian lain, debat didefiniskan sebagai pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Saya pribadi, selalu senang melihat debat (bukan debat kusir ya), karena pada saat debat kita dapat mempelajari banyak hal, bagaimana  mengolah kalimat dalam waktu singkat saat mosi baru dipilih, membatasi argumen sehingga sesuai dengan fakta saat ini. Selain harus berpikir secara cepat, tepat, cermat dan teliti, tim debat juga menunjukkan bagaimana strategi dalam perdebatan siapa yang akan jadi pembicara pertama, kedua dan ketiga. Yang lebih penting menghargai pendapat lawan.


Dokumen pribadi

Suatu pengalaman yang mengesankan menjadi juri di lomba debat. Bukan masalah kalah menang, tetapi amazing dengan peserta debat yang dengan cerdas memilih diksi yang menguatkan pendapat mereka baik dari segi pro maupun kontra.

Foto yang dikirimkan oleh mahasiswa

Semoga bagi mahasiswa baik peserta, panitia maupun suporter yang hadir saat itu dapat mempelajari bagaimana teknik komunikasi yang baik, cara menghargai walaupun berbeda pendapat. penarikan kesimpulan yang ciamik, dan yang lebih penting lagi fokus dan menjadi pendengar yang efektif. Sekali lagi bukan masalah menang kalah dalam perdebatan ini, tetapi hikmah dibalik kegiatan ini.



Beberapa foto atau animasi yang digunakan di foto ini ataupun di blog ini diambil dari Canva. Salah satu aplikasi untuk desain foto, poster atau untuk desaign apapun. Bagi yang ingin desain dengan canva bisa melalui link ini https://www.canva.com/join/oyster-washer-garnet. Bagi saya yang ga ahli desain bisa dengan mudah menggunakannya. kamu juga bisa.



Procrastination- tantangan untuk berubah

Pernah dong bilang sama diri sendiri "saya akan berubah" saya tidak akan menunda pekerjaan".
Biasanya kalimat ini diucapkan setelah terjadi sesuatu. Misalnya abis terima rapor, trus hasinya kurang memuaskan, kemudian berjanji pada diri sendiri bahwa akan berubah, bahwa saya bisa lebih baik.

Akan tetapi setelah beberapa hari berlalu, semnagat menggebu-gebu tadi mulai sedikit demi sedikit pupus, kemudian habis tertiup angin. Bila ada tugas atau pekerjaan, kembali lagi ke penyakit lama... ntar ajalah, masih ada waktu. Santai dulu. Nikmati hidup dulu. ..dan alasan lainya

Yap...ini lah namanya penundaan, yang pelakunya disebut procrastinator.


Penundaan baik secara terminologi dan konotasi barati tidak baik. bahkan pelakunya pun atau Procrastinator mengakuinya,tetapi untuk berubah tidak segampang itu. 

Saya pun mengakui bahwa saya seorang procrastinator. Saya tersiksa dengan hal ini. Saya ingin berubah untuk mengerjakan sesuatu dengan baik dan optimal. Penundaan yang saya lakukan lebih kepada mengerjakan pekerjaan mendekati deadline. Walupun sudah ditulis di agenda bahwa ada deadline buat 3 hari berikutnya, nah mulai mengerjakannya bahkan H -1. Sehingga ga bisa maksimal dalam hasil. Kemudian setelah kejadian... balik lagi siklus tadi, menyesali... trus berjanji akan lebih disiplin. ya gitu ajaaaa teruss.

Dalam hal pengembangan diri dan menjadikan diri sebagai pribadi pembelajar, saya banyak baca dan nonton mengenai cara mengatasi hal ini. Berikut beberapa yang mulai saya terapkan:
1. Membuat To do List
Menurut aku penting membuat ini, agar tidak lupa dengan janji dan pekerjaan yang harus dikerjakan. Kemudian lebih baik lagi schedule dalam satu bulan terpapar. Jadi bila ada niat untuk menunda,, nah pikir-pikir lagi deh.. besoknya masih ada agenda lain. ga mungkin ngerjain dalam hari yang sama. 

2. Start With Small Step
Mulai dengan hal-hal kecil dan hal termudah terlebih dahulu. Nah saat ini saya ada pekerjaan tim untuk membuat suatu video pembelajaran. Nah untuk pekerjaan tim, karena saya sebagai ketua timnya maka, saya bagi tugas di awal, kemudian pekerjaan yang tidak berhubungan dengan tim, atau kerjaan-kerjaan individu, kemudian baru dikerjakan yang menjadi tanggungjawab bersama.

Atau pada saat saya ditugaskan untuk membuat buku aja. Ya kerangkanya sudah ada di pikiran, maka saya bikin kerangka per bab dulu. Daaaan pas nulis kan seringnya blocking tuh... mau nulis apa lagi ya, kemudian lihat HP buat referensi... dan berlanjut... dan ga jadi nulis lagi.  Untuk mulai sulit lagi..
Untuk kasus ini biasanya aku bikin format dulu.. ditulis dululah judul-judul bab, kata pengantar, daftar isi. Intinya daripada menunda dan memghindari.. lebih baik kerjakan yang bisa dikerjakan. mulai dari langkah-langkah kecil. Progressnya walaupun kecil yang penting ada. Akan tetapi, jangan sampai ga mematuhi deadline ya.

3. Jangan berpikir bisa multitasking
Multitasking ini harusnya ada pembahasan sendiri yang lebih mendalam. Untuk kasus penundaan, biasanya karena ada distraksi. Distraksi darimana saja kebanyakan dari social media. Mau rehat sejenak jadinya berjam-jam. Untuk balik lagi ke laptop untuk mengerjakan yang harus dikerjakan rasanya beraaat banget. Intinya harus fokus.

4. Beri reward untuk diri sendiri
Untuk pekerjaan-pekerjaan besar.. ga ada salahnya memberi reward untuk diri sendiri sebagai penghargaan. Misalnya setelah menyelasaikan pekerjaan beri reward misalnya bisa main social media liat instagram selama 30 menit atau hal-hal yang menyenagkan lainnya. Ga harus benda. yang penting bikin hati senang.

Sedikit tips untuk berubah ke arah lebih baik. Saya masih mencoba dan berusaha untuk tidak menunda-nunda pekerjaan.



Beberapa foto atau animasi yang digunakan di foto ini ataupun di blog ini diambil dari Canva. Salah satu aplikasi untuk desain foto, poster atau untuk desaign apapun. Bagi yang ingin desain dengan canva bisa melalui link ini https://www.canva.com/join/oyster-washer-garnet. Bagi saya yang ga ahli desain bisa dengan mudah menggunakannya. kamu juga bisa.


Berkarir sebagai dosen 2- PAK online

Menyambung pembahasan sebelumnya mengenai berkarir sebagai dosen, yang dimulai dengan pengurusan jabatan fungsional. Dulunya atau cara konvensional pakai berkas kemudian diajukan ke kopertis, tetapi sejak Bulan Mei 2018 pengurusan mengenai online melalui PAK online.

Apa PAK online itu?
PAK merupakan singkatan dari Penghitungan Angka Kredit. Untuk dosen PTS yang dilingkup LLDIKTI atau nama lamanya adalah Kopertis, maka setelah mendapatkan NIDN, maka dapat login dengan NIDN nya tersebut. karena institusi saya berada dibawah LLDIKTI wilayah X, link PAK Onlinenya  di http://kepegawaian.kopertis10.or.id/beranda. Lamannya sebagai berikut:



Setelah mendapat halaman ini, maka klik tab: login.

Masukkanlah username dan password yang bisa didapatkan dari kepegawaian yang telah ditunjuk untuk mengvalidasi berkas sebelum dikirimkan ke LLDIKTI.
Pada bagian kiri terdapat pilihan beranda, data dasar, PAK, dan cetak. Isilah sesuai urutannya. dimulai dengan "data dasar". Pada "data dasar" akan terdapat beberapa tab yang harus diisi


Data-data yang harus diisi adalah biodata dosen, perubahan data dosen, dokumen dosen, riwayat pendidikan, riwayat pelaksanaan pendidikan, riwayat pelaksanaan penelitian, riwayat pelaksanaan pengabdian dan riwayat penunjang tugas dosen. Bila sudah melengkapi maka dapat diajukan. Setelah klik pengajuan data tersebut diverifikasi terlebih dahulu oleh pihak universitas, bila telah valid baru diajukan ke LLDIKTI. Pada tahap ini data di cek satu-persatu (Berikutnya kita bahas mengenai tips atau persiapan untuk pengajuan PAK online ini), kemudian dinilai, bila semuanya valid maka akan masuk ke tahap sidang, yang dilakukan setiap bulannya. Bila terdapat satu data yang tidak valid, maka akan dikembalikan kembali ke dosen yang bersangkutan. Dosen tersebut bisa mencek sendiri di akun PAK online nya, komentar dari penilai mengapa datanya tidak valid.

Data yang belum valid tersebut, dapat diperbaiki, kemudian diajukan kembali. Seperti halnya tahap sebelumnya pengecekan tetap dilakukan bertahap, dimulai dari kepegawaian universitas, kemudian berlanjut ke LLDIKTI, bila data valid, masuk ke tahap sidang, hasil dari sidang tersebut bisa cetak (artinya lulus dan menunggu SK Inpasing dan pangkat akan di upload oleh pihak LLDIKTI ke halaman pak online dosen), hasil berikutnya bisa juga belum lulus, artinya perlu diperbaiki lagi data-data sesuai dengan masukan asesor.

Dari tahap sidang sampai tahap cetak berapa lama? ini bervariasi, saya pribadi menunggu lebih kurang 2 bulan, awal Desember 2018 statusnya sudah cetak, dan baru dapat di download di akun sekitar bulan Februari. Dan ringkesnya pengurusan online ini tidak perlu menjemput berkas sendiri ke LLDIKTI, tapi akan dikirimkan melalui pos ke alamat institusi masing-masing. Jadi yang jauh dari kantor LLDIKTI tidak perlu repot-repot menyediakan waktu dan tenaga hanya untuk menjembut SK jabatan fungsinonalnya.

Semoga bermanfaat :)

Berkarir Sebagai Dosen


Kenapa mau menjadi dosen? Merupakan pertanyaan pertama yang diajukan saat kuliah di Magister Pendidikan Kedokteran. Waktu itu saya menjawab, karena jam kerja dosen itu enak, kemudian ilmunya update terus. Saya masih ingat ucapan dari salah seorang dosen saya waktu lagi ko as di bagian kulit kelamin, seorang dosen pembimbing klinik yang baru kembali dari cuti melahirkan mengatakan, hal yang paling dirindukan selama masa cuti adalah bertemu dengan mahasiswanya, membimbing dan mendengarkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan, hal tersebut membuat beliau tersenyum.

Trus pada stase PH, seorang dosen saat membimbing tiba-tiba bercerita, bahwa beliau digelari "killer" sama mahasiswa. Saat itu beliau sampaikan bahwa apa yang dilakukan bukan untuk menyusahkan mahasiswa, akan tetapi untuk menjaga agar lulusan tetap berkualitas, saat itu beliau menyampaikan bila ada penilaian seperti itu dari mahasiswa, biarlah, yang penting niatnya harus tetap terjaga, agar dapat diganjari sebagai ilmu yang bermanfaat.

Pengalaman pembelajaran dari dosen-dosen dulu waktu S1 dan profesi memberikan motivasi bahwa jadi dosen itu bukan hanya sekedar pekerjaan, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi yang lebih penting lagi adalah sebagai pendidik. Saat belajar mengenai Teaching Learning saat kuliah S2, khususnya sebagai dosen kedokteran yang mendidik calon dokter, terdapat 12 peran dosen, yang salah satunya adalah role model. Nah, role model inilah yang menjadi pe er bagi seorang dosen. Bukan berarti seorang dosen harus selalu terjaga perkataan dan perbuatannya setiap saat. Akan tetapi lebih dari penyadaran kita sebagai seorang dosen, bahwa dosen yang penampilannya rapi akan membawa atmosfer yang baik.

Itu sekelumit kisah akhirnya terjun menjadi dosen. Awalnya bingung pas kembali ke kampus setelah tugas belajar. Ngapain lagi ya? Banyak issue yang ada, banyak yang perlu dipelajari dan adaptasi lainnya. Bingungnya tuh, yang jelasin sepotong demi sepotong, bagai puzzle yang berceceran akhirnya ke kampus ya datang gitu aja, belum ngerasa "meaning" bgt. Kemudian muncullah istilah "jabatan fungsional".. apa itu? apa fungsinya?

Berawal dari sini baru mulai mencari tahu apa itu jabatan fungsional, berselancar di internet mencari informasi mengenai terminologi ini. kemudian, saya mulai melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengurusan jabatan fungsional ini. Jadi bila belum pernah mendapat jabatan fungsional, artinya dosen tersebut terhitung sebagai tenaga pengajar.

Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi:
Pengangkatan dosen ke dalam jabatan awal tenaga pengajar menjadi Asisten Ahli
1. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun melaksanakan tugas utama (tugas mengajar) sebagai dosen tetap PTS.
2. Memiliki ijazah S2/Sp.I sesuai dengan penugasan.
3. Telah memenuhi sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit di luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan melaksanakan tugas mengajar sebagai dosen tetap yayasan. Khusus untuk karya penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penunjang tridharma perguruan tinggi yang dilaksanakan/diperoleh sebelum bertugas sebagai dosen, dapat dihitung angka kreditnya.
4. Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab pelaksanaan tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus yang dibuktikan dengan Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat Fakultas bagi Universitas /Institut atau Senat Perguruan Tinggi bagi Sekolah Tinggi/ Politeknik dan Akademi.
5. Syarat-syarat administratif lainnya.

Setelah melengkapi persyaratan tersebut, maka dosen yang bersangkutan akan mendapatkan surat pengantar untuk melanjutkan pengurusan ke LLDIKTI. Berkas dulunya diantarkan ke LLDIKTI. Sejak bulan Mei 2018, pengurusan jabatan fungsional ini sudah online. Setiap dosen yang sudah memiliki NIDN (lihat Pentingnya Dosen Mengurus NIDN) akan memiliki akun PAK Online. Jadi pengurusan dan lampiran buktinya akan diupload ke laman tersebut.
Next kita bahas lagi mengenai PAK online ini. 

Pentingnya Dosen Mengurus NIDN



NIDN atau Nomor Induk Dosen Nasional
Apa pentingnya untuk mengurusnya? Apakah hanya diperuntukkan bagi dosen dari perguruan Tinggi negeri (PTN) atau dosen dari perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga perlu untuk mengurusnya?
Nah ini lah yang akan menjadi isi dari tulisan kali ini... cekidot

Nomor Induk Dosen Nasional itu ditujukan bagi dosen tetap di PTN maupun PTS. Artinya kalo kamu iseng cek data di Forlap Dikti, maka akan keluar nama kamu serta institusi dimana kamu diakui sebgai dosen tetap. Dengan kata lain kita diakui sebagai dosen tetap. Yang eksistensinya dibuktikan dengan melaksanakan tridharma yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Institusi juga diuntungkan dengan eksistensi dosen yang memiliki NIDN ini. Nah bagi dosen yang telah memiliki NIDN berhak juga untuk mengikuti hibah bersaing.

Untuk pengurusan NIDN, tentunya seorang dosen tersebut harus memenuhi persyaratan administrasi. Persyaratannya antara lain:
1. KTP
2. Foto
3. SK Dosen Tetap
4. Surat keterangan sehat jasmani
5. Surat Keterangan sehat Rohani
6. Surat Keterangan Bebas Narkotika
7. Surat pernyataan dari pimpinan PT
8. Surat penjanjian kerja
9. Ijazah  lengkap (pendidikan minimal S2/ bagi lulusan luar negeri melampirkan SK penyetaraan ijazah)

Trus ngurusnya gimana? Gmana daftarnya? Jangan khawatir, karena ini akan diuruskan oleh tenaga administrasi yang telah ditunjuk di Institusi pendidikan tersebut. Sebagai dosen yang berniat mendapatkan NIDN, kita cukup melengkapi syarat-syarat yang diminta, kemudian menyerahkan ke administrator tersebut.

Berapa lama pengurusannya? Kalau ini jawaban bervariasi, pengalaman saya pribadi, 1 bulan setelah persyaratan lengkap, NIDN nya keluar. Tapi ada juga beberapa yang mengalami kendala, sehingga waktu pengurusannya lebih lama, bisa permasalahannya di KTP, Ijazah yang ternyata setelah dicek di DIKTI belum menjadi lulusan dan masih aktif. 

Bila sudah ada NIDN, trus apa lagi? next kita bahas mengenai pengurusan Jabatan fungsional (baca Berkarir Sebagai Dosen) dan sertifikasi dosen ya.. Biar semangat. Jadi baik dosen di PTN maupun di PTS bisa mempunyai jenjang karir juga. Sip