πŸŒ™ Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha — Ilmu yang Dijaga dengan Sunnah

 


Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha adalah nikmat besar Allah bagi umat ini. Melalui beliau, Allah menjaga banyak sunnah Rasulullah ο·Ί—terutama yang terjadi di dalam rumah Nabi—yang tidak mungkin diketahui oleh orang lain.

Aisyah bukan hanya istri Rasulullah ο·Ί, tetapi penuntut ilmu yang sangat teliti. Ia mengamati, menghafal, bertanya, lalu menyampaikan dengan jujur. Para sahabat besar dan tabi’in datang kepadanya untuk belajar. Tidak sedikit hukum syariat yang sampai kepada kita melalui riwayat Aisyah.

Rasulullah ο·Ί bersabda (maknanya):

“Keutamaan Aisyah atas wanita lain seperti keutamaan tsarid atas makanan lainnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu, pemahaman, dan kedudukan Aisyah—bukan sekadar karena kedekatan, tetapi karena amanah dalam menyampaikan agama.

Aisyah meriwayatkan bagaimana Rasulullah ο·Ί beribadah di bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir:

“Beliau menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan kainnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah, umat ini belajar bahwa Ramadhan bukan hanya menahan lapar, tetapi kesungguhan dalam ibadah sesuai sunnah—tanpa berlebih-lebihan dan tanpa meremehkan.

Dalam hal ilmu, Aisyah dikenal berani meluruskan kesalahan. Jika ada riwayat atau pemahaman yang menurutnya tidak tepat, ia menjelaskannya dengan dalil dan adab. Ia tidak mengejar popularitas, tetapi menjaga kebenaran. Inilah adab ilmiah yang sangat dibutuhkan di setiap zaman.

Aisyah juga dikenal sebagai wanita yang zuhud dan dermawan. Pernah ia membagikan seluruh makanan yang ada di rumahnya kepada fakir miskin, padahal ia sendiri sedang berpuasa. Ketika diingatkan tentang buka puasa, ia berkata:

“Seandainya engkau mengingatkanku, tentu aku akan melakukannya.”
(HR. Malik)

Ini menunjukkan hatinya lebih dahulu terpaut kepada akhirat daripada kebutuhan dirinya.

Ramadhan bersama Aisyah adalah Ramadhan yang berilmu dan berittiba’:
ibadah yang benar, niat yang lurus, dan amal yang dijaga dari bid’ah.

Pelajaran Ramadhan dari Aisyah binti Abu Bakar:

  • Ilmu adalah penjaga ibadah

  • Sunnah adalah timbangan amal

  • Keikhlasan lebih utama daripada banyaknya amalan

Doa:
“Ya Allah, ajari kami ilmu yang bermanfaat, amal yang sesuai sunnah, dan hati yang ikhlas. Jadikan Ramadhan ini bulan kami belajar dan mengamalkan agama-Mu dengan benar.”

0 komentar: