Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu adalah laki-laki yang imannya tidak pernah melalui proses tawar-menawar. Ketika orang lain ragu, ia yakin. Ketika orang lain bertanya, ia membenarkan. Karena itulah ia diberi gelar Ash-Shiddiq—yang selalu membenarkan.
Ketika Rasulullah ο·Ί menyampaikan peristiwa Isra’ Mi’raj, banyak orang yang mundur dari Islam. Namun Abu Bakar berkata dengan kalimat yang sederhana, tetapi sangat dalam maknanya:
“Jika Muhammad yang mengatakannya, maka itu benar.”
Kalimat ini bukan lahir dari emosi, tetapi dari iman yang mengenal siapa yang diikuti. Abu Bakar tidak menggantungkan keimanannya pada logika semata, tetapi pada kepercayaan penuh kepada Rasulullah ο·Ί.
Ramadhan adalah bulan kejujuran iman. Puasa tidak terlihat oleh manusia. Yang tahu hanya Allah. Dan Abu Bakar adalah contoh bagaimana iman bekerja dalam sunyi—tanpa perlu pengakuan.
Abu Bakar dikenal sebagai sahabat yang paling banyak berkorban dengan hartanya. Dalam satu kesempatan, ia menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah. Ketika Rasulullah ο·Ί bertanya:
“Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?”
Abu Bakar menjawab:
“Aku sisakan Allah dan Rasul-Nya.”
Ini bukan ajakan untuk menghabiskan harta tanpa hikmah, tetapi bukti tingkat tawakal yang sangat tinggi. Abu Bakar mengenal Rabb-nya, sehingga ia tidak takut kekurangan.
Dalam ibadah, Abu Bakar adalah orang yang lembut hatinya. Ia menangis ketika membaca Al-Qur’an. Suaranya lirih, tetapi hatinya hidup. Ia bukan sahabat yang paling kuat fisiknya, tetapi paling kuat imannya.
Ramadhan mengajarkan kita menahan diri dari yang halal demi ketaatan. Abu Bakar mengajarkan kita melepaskan dunia dari hati, bahkan ketika dunia ada di tangan.
Pelajaran Ramadhan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq:
-
Iman yang jujur tidak banyak alasan
-
Tawakal lahir dari keyakinan kepada Allah
-
Amal tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan
Doa:
“Ya Allah, karuniakan kepada kami iman yang jujur sebagaimana iman Abu Bakar. Iman yang membenarkan kebenaran, menenangkan hati, dan menguatkan kami dalam ketaatan di bulan Ramadhan ini.”

0 komentar: