πŸŒ™ Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha — Iman yang Menenangkan di Awal Dakwah

 


Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha adalah orang pertama yang beriman kepada Rasulullah ο·Ί. Ia beriman bukan setelah Islam kuat, tetapi saat Islam masih sunyi, rapuh, dan dipenuhi risiko.

Ketika Rasulullah ο·Ί pulang dari Gua Hira’ dalam keadaan gemetar, ketakutan, dan bingung dengan apa yang baru dialaminya, Khadijah tidak menyela dengan pertanyaan. Ia tidak meragukan. Ia menenangkan.

Ia berkata dengan keyakinan penuh:

“Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu.
Engkau menyambung silaturahmi, menolong orang lemah, memuliakan tamu, dan menegakkan kebenaran.”

Ucapan ini lahir dari hati yang mengenal Allah. Khadijah tidak melihat dakwah dari hasil, tetapi dari akhlak pembawanya. Ia menilai Rasulullah ο·Ί dengan iman, bukan dengan ketakutan dunia.

Ramadhan adalah bulan ketenangan hati. Dan Khadijah mengajarkan bahwa iman yang benar akan menenangkan orang lain, bukan menambah beban.

Khadijah bukan hanya beriman dengan lisan. Ia beriman dengan seluruh hidupnya. Hartanya, kedudukannya, dan kenyamanan hidupnya ia korbankan untuk dakwah Islam. Hingga ketika kaum Quraisy memboikot Rasulullah ο·Ί dan keluarganya, Khadijah ikut menanggung lapar dan penderitaan—padahal ia mampu hidup nyaman.

Ia wafat dalam keadaan harta telah habis dan tubuh melemah. Namun Rasulullah ο·Ί tidak pernah melupakannya. Tahun wafatnya Khadijah disebut sebagai ‘Aamul Huzn’ (tahun kesedihan), menunjukkan betapa besar peran seorang istri yang beriman.

Rasulullah ο·Ί bersabda:

“Ia beriman kepadaku ketika orang lain mendustakanku.
Ia membenarkanku ketika orang lain mengingkariku.
Ia mengorbankan hartanya ketika orang lain menahannya.”
(HR. Ahmad)

Ramadhan mengajarkan kita untuk menguatkan iman, bukan mencari sorotan. Khadijah mengajarkan bahwa amal paling besar sering kali terjadi dalam sunyi, tetapi nilainya sangat besar di sisi Allah.

Pelajaran Ramadhan dari Khadijah binti Khuwailid:

  • Iman sejati menenangkan, bukan meresahkan

  • Dukungan dalam diam adalah bentuk cinta tertinggi

  • Pengorbanan karena Allah tidak pernah sia-sia

Doa:
“Ya Allah, karuniakan kepada kami iman yang menenangkan orang lain, kesetiaan dalam ujian, dan keikhlasan dalam berkorban. Jadikan Ramadhan ini jalan kami untuk mendekat kepada-Mu.”

0 komentar: