Hafshah binti Umar radhiyallahu ‘anha adalah putri Umar bin Al-Khattab dan salah satu istri Rasulullah ο·Ί. Ia dikenal sebagai wanita yang kuat ibadahnya, tegas dalam prinsip, dan amanah dalam menjaga agama.
Sejak muda, Hafshah telah terbiasa dengan kedisiplinan iman. Ia banyak berpuasa dan shalat malam. Karakternya mencerminkan didikan Umar—tegas, jujur, dan tidak suka bermudah-mudah dalam urusan agama.
Namun kemuliaan Hafshah tidak hanya pada ibadahnya, melainkan pada amanah besar yang Allah titipkan kepadanya.
Setelah wafatnya Rasulullah ο·Ί, mushaf Al-Qur’an yang telah dikumpulkan pada masa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu disimpan oleh Hafshah. Mushaf inilah yang kemudian menjadi rujukan utama penyusunan Mushaf Utsmani pada masa Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.
Artinya:
πΉ Al-Qur’an yang kita baca hari ini melewati amanah Hafshah.
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Dan Hafshah mengajarkan bahwa menjaga agama tidak selalu dengan berdakwah di depan, tetapi dengan amanah dan ketelitian dalam menjaga sumbernya.
Hafshah juga termasuk wanita yang diuji dalam rumah tangga Nabi ο·Ί. Namun ia ditegur langsung oleh Allah melalui wahyu (QS. At-Tahrim), dan ia menerima teguran itu dengan taubat dan perbaikan diri. Ini menunjukkan kemuliaan: bukan karena tanpa salah, tetapi karena mau kembali kepada Allah.
Dalam Ramadhan, ketika kita berusaha memperbaiki diri, Hafshah mengajarkan bahwa teguran dari Allah adalah bentuk kasih sayang, bukan kehinaan.
Pelajaran Ramadhan dari Hafshah binti Umar:
-
Ibadah perlu dijaga dengan disiplin
-
Amanah terhadap agama adalah kemuliaan besar
-
Teguran Allah adalah jalan menuju perbaikan
Doa:
“Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang amanah dalam menjaga agama, jujur dalam memperbaiki diri, dan istiqamah dalam ibadah di bulan Ramadhan ini.”

0 komentar: