Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat yang kisah hidupnya mengajarkan bahwa hidayah adalah karunia Allah, namun sering diberikan kepada mereka yang jujur mencarinya. Ia bukan orang Arab, tidak berasal dari kabilah terpandang, tetapi Islam memuliakannya karena iman dan keilmuannya.
Sejak muda, hati Salman gelisah terhadap keyakinan kaumnya. Ia berpindah dari satu guru ke guru lain, dari satu negeri ke negeri lain, demi menemukan agama yang benar. Dalam pencarian itu, ia kehilangan banyak hal: keluarga, kebebasan, bahkan pernah diperjualbelikan sebagai budak. Namun satu hal tidak ia lepaskan: kejujuran dalam mencari kebenaran.
Akhir pencarian Salman berujung di Madinah. Ciri-ciri Nabi akhir zaman yang ia pelajari dari guru-gurunya ia temukan pada diri Rasulullah ο·Ί. Tanpa ragu, Salman memeluk Islam. Ia sampai kepada kebenaran bukan karena warisan, tetapi karena ilmu, kesabaran, dan tawakal.
Rasulullah ο·Ί sangat memuliakan Salman hingga bersabda:
“Salman berasal dari kami, Ahlul Bait.”
Perkataan ini menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh nasab, tetapi oleh iman dan ketakwaan.
Ramadhan adalah bulan kejujuran terhadap diri sendiri. Salman mengajarkan bahwa iman tidak tumbuh dari ikut-ikutan, tetapi dari pencarian yang jujur dan hati yang mau tunduk ketika kebenaran datang.
Salman dikenal sangat zuhud. Meski memiliki kedudukan, ia hidup sederhana. Ia berkata bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah, dan manusia hanyalah musafir. Dalam ibadah, ia menjaga puasanya bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari lisan dan perbuatan.
Dalam Perang Khandaq, Salman mengusulkan strategi menggali parit—sebuah ide yang tidak dikenal oleh bangsa Arab. Rasulullah ο·Ί menerimanya. Ini menunjukkan bahwa Islam menghargai ilmu dan pengalaman, dari siapa pun datangnya, selama berada di atas kebenaran.
Pelajaran Ramadhan dari Salman Al-Farisi:
-
Hidayah adalah karunia bagi pencari kebenaran
-
Ilmu dan iman harus berjalan bersama
-
Kesederhanaan adalah tanda hati yang tenang
Doa:
“Ya Allah, tunjukkan kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kami kekuatan untuk mengikutinya. Jadikan Ramadhan ini jalan kami menuju hidayah yang Engkau ridai.”

0 komentar: