Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha adalah wanita yang imannya ditempa oleh ujian sejak awal. Ia termasuk generasi awal yang masuk Islam dan mengalami dua kali hijrah: ke Habasyah dan ke Madinah. Hijrah yang bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dengan air mata dan kehilangan.
Dalam hijrahnya ke Madinah, Ummu Salamah dipisahkan dari suami dan anaknya oleh keluarganya sendiri. Ia tinggal sendirian, setiap hari keluar menangis di padang pasir—bukan karena putus asa, tetapi karena hatinya penuh rindu dan doa. Hingga akhirnya Allah melembutkan hati keluarganya dan menyatukan kembali keluarganya.
Ramadhan adalah bulan kesabaran. Ummu Salamah mengajarkan bahwa sabar bukan berarti tanpa air mata, tetapi tetap bertahan tanpa menyalahkan takdir Allah.
Ketika suaminya, Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu, wafat karena luka perang, Rasulullah ο·Ί mengajarkan kepadanya sebuah doa:
“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah bagiku yang lebih baik darinya.”
(HR. Muslim)
Ummu Salamah mengamalkan doa itu meski hatinya bertanya, siapa yang lebih baik dari Abu Salamah? Namun Allah Maha Menepati janji. Ia digantikan dengan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan: menjadi istri Rasulullah ο·Ί.
Ramadhan adalah bulan doa. Ummu Salamah mengajarkan bahwa doa yang diajarkan Rasulullah ο·Ί harus dibaca dengan yakin, meski jawabannya belum terlihat.
Ummu Salamah juga dikenal sebagai wanita yang sangat bijaksana. Pada peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, ketika para sahabat berat melaksanakan perintah Rasulullah ο·Ί untuk bertahallul, Ummu Salamah memberi nasihat penuh hikmah. Ia menyarankan Rasulullah ο·Ί memulai sendiri tanpa berkata apa-apa. Ketika Nabi melakukannya, para sahabat pun mengikuti.
Dari peristiwa ini, para ulama mengambil pelajaran:
hikmah dalam bersikap terkadang lebih kuat daripada banyaknya kata-kata.
Ummu Salamah juga meriwayatkan banyak hadits, terutama yang berkaitan dengan ibadah, keluarga, dan adab. Ia menjadi rujukan ilmu bagi para sahabat dan tabi’in. Keilmuannya lahir dari iman yang sabar dan akal yang matang.
Pelajaran Ramadhan dari Ummu Salamah:
-
Sabar harus disertai doa
-
Ujian bisa menjadi jalan kemuliaan
-
Hikmah lahir dari iman yang matang
Doa:
“Ya Allah, ajari kami kesabaran yang Engkau ridai, doa yang Engkau kabulkan, dan hikmah dalam setiap keputusan. Jadikan Ramadhan ini penguat iman kami.”

0 komentar: