πŸŒ™ Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha — Ibadah yang Sunyi, Sedekah yang Ikhlas

 


Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha dikenal di sisi Rasulullah ο·Ί bukan karena banyak bicara, tetapi karena banyak beramal. Ia adalah wanita yang menjaga ibadahnya dengan sungguh-sungguh dan sedekahnya dengan keikhlasan.

Rasulullah ο·Ί pernah bersabda kepada para istrinya:

“Yang paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Para istri Nabi sempat mengira “panjang tangan” bermakna fisik. Namun setelah Rasulullah ο·Ί wafat, Zainab binti Jahsy adalah istri yang pertama wafat. Saat itulah mereka memahami: panjang tangan adalah banyak memberi.

Zainab biasa bekerja dengan tangannya sendiri—menyamak kulit, menenun—lalu seluruh hasilnya disedekahkan. Ia tidak menggantungkan hidup pada kedudukannya sebagai istri Nabi ο·Ί. Dunia ada di tangannya, bukan di hatinya.

Ramadhan adalah bulan amal tersembunyi. Zainab mengajarkan bahwa amal terbaik sering kali tidak diketahui manusia, tetapi dicatat dengan penuh oleh Allah. Ia takut jika harta terlalu lama tinggal di rumahnya. Ketika menerima pembagian harta di masa Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Ya Allah, jangan Engkau jadikan ini sebagai fitnah bagiku.”

Lalu ia segera membagikannya hingga habis.

Zainab juga dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah—shalat malam, puasa sunnah, dan dzikir. Namun semua itu dijaga dari riya’. Ia lebih memilih sunyi dengan Allah daripada dipuji manusia.

Ramadhan melatih keikhlasan. Zainab menunjukkan bahwa takut kepada Allah adalah penjaga hati dari cinta dunia.

Pelajaran Ramadhan dari Zainab binti Jahsy:

  • Sedekah adalah bukti kejujuran iman

  • Amal tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan

  • Dunia di tangan, bukan di hati

Doa:
“Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang ringan tangan dalam bersedekah, ikhlas dalam beramal, dan Engkau jauhkan hati kami dari cinta dunia yang melalaikan.”

0 komentar: