Aneh ya. Kita bisa menulis berpuluh halaman, membaca banyak referensi, merevisi berkali-kali—tapi tetap sulit menekan tombol “kirim”. Ada rasa belum yakin. Belum puas. Belum sempurna.
Di sinilah banyak tulisan tertahan bukan karena kurang mampu, tetapi karena takut selesai.
Menunda penyelesaian sering bukan soal malas. Ia lebih sering tentang kecemasan: takut dinilai, takut salah, takut ternyata belum cukup baik. Padahal, tulisan yang tidak pernah selesai tidak pernah benar-benar belajar berdiri sendiri.
🌿 Selesai Bukan Berarti Sempurna
Tulisan akademik yang matang bukan tulisan tanpa celah. Ia tulisan yang sudah cukup jelas, cukup bertanggung jawab, dan cukup rapi untuk dibaca orang lain. “Cukup” di sini penting. Jika kita menunggu sempurna, proses tidak pernah berakhir.
Banyak penulis berpengalaman memakai prinsip ini:
Lebih baik selesai dan direvisi lagi, daripada sempurna tapi tidak pernah selesai.
🌿 Bedakan Revisi Produktif dan Revisi Menghindar
Revisi produktif:
-
memperjelas argumen,
-
memperbaiki struktur,
-
mempertegas data.
Revisi menghindar:
-
mengganti kata minor berulang-ulang,
-
memindah kalimat tanpa arah,
-
mencari referensi baru hanya untuk menunda keputusan.
Jika revisi sudah tidak mengubah kualitas secara signifikan, mungkin saatnya berhenti.
🌿 Tentukan Batas Penyelesaian
Salah satu cara paling sehat adalah menetapkan kriteria selesai sejak awal:
-
Semua argumen utama sudah terjawab.
-
Struktur logis dan konsisten.
-
Sitasi lengkap dan akurat.
-
Sudah dibaca ulang minimal dua kali.
Jika kriteria ini terpenuhi, tulisan layak dilepas.
🌿 Selesai Itu Bagian dari Proses Belajar
Menekan tombol kirim bukan akhir kemampuan. Ia awal dari dialog. Dari sana kita belajar lagi, berkembang lagi. Tulisan berikutnya selalu bisa lebih baik. Tapi tulisan berikutnya tidak akan lahir jika tulisan sekarang tidak pernah selesai.
🌿 Berani Melepaskan
Ada keberanian kecil dalam menyelesaikan tulisan. Keberanian untuk berkata, “Ini versiku saat ini.” Keberanian untuk membiarkan tulisan berdiri tanpa terus kita lindungi.


0 komentar: