πŸŒ™Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu — Perisai Rasulullah di Hari Uhud

 


Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu termasuk sepuluh sahabat yang dijamin surga. Ia dikenal sebagai pedagang yang dermawan, sahabat yang lembut, dan mujahid yang pemberani. Namun namanya sangat bersinar pada satu peristiwa besar: Perang Uhud.

Ketika pasukan kaum muslimin terdesak dan Rasulullah ο·Ί berada dalam bahaya, Thalhah berdiri di hadapan beliau sebagai perisai hidup. Ia menghadang panah dan serangan dengan tubuhnya sendiri. Tangannya terluka parah hingga tidak lagi berfungsi dengan sempurna.

Rasulullah ο·Ί bersabda tentangnya:

“Barang siapa ingin melihat seorang yang berjalan di muka bumi dalam keadaan telah menunaikan kewajibannya, maka lihatlah Thalhah.”
(HR. Tirmidzi, hasan)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ο·Ί berkata pada hari Uhud:

“Wajib (baginya surga).”

Ini menunjukkan betapa besar pengorbanan Thalhah dalam membela Rasulullah ο·Ί.

Ramadhan mengajarkan pengorbanan. Kita mungkin tidak berdiri di medan perang, tetapi kita diuji untuk mendahulukan agama di atas kenyamanan diri. Thalhah mengajarkan bahwa cinta kepada Rasulullah ο·Ί bukan hanya ucapan, tetapi kesiapan berkorban.

Di sisi lain, Thalhah juga dikenal sangat dermawan. Ia tidak membiarkan harta lama tinggal di tangannya. Jika menerima keuntungan besar, ia segera membagikannya. Ia pernah membagi ratusan ribu dirham dalam satu malam karena takut hatinya terpaut pada dunia.

Ramadhan adalah bulan sedekah. Thalhah menunjukkan bahwa harta adalah amanah, bukan tujuan.

Namun seperti sahabat lainnya, Thalhah juga diuji dalam masa fitnah. Ini mengingatkan kita bahwa manusia tetap manusia—yang membedakan adalah niat dan kesungguhan dalam menjaga iman.

Pelajaran Ramadhan dari Thalhah bin Ubaidillah:

  • Cinta kepada Rasulullah ο·Ί harus dibuktikan dengan pengorbanan

  • Harta yang diberkahi adalah yang dibagikan

  • Keberanian lahir dari iman yang tulus

Doa:
“Ya Allah, tanamkan dalam hati kami cinta kepada Rasul-Mu. Jadikan kami hamba-Mu yang ringan berkorban dan tidak terikat oleh dunia.”

0 komentar: