πŸŒ™ Shafiyyah binti Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anha — Keberanian Seorang Wanita di Hari Khandaq

 


Shafiyyah binti Abdul Muthalib radhiyallahu ‘anha adalah bibi Rasulullah ο·Ί dan saudari dari Hamzah bin Abdul Muthalib. Ia dikenal sebagai wanita yang kuat iman dan berani, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam tindakan.

Pada peristiwa Perang Khandaq, kaum wanita dan anak-anak ditempatkan di sebuah benteng untuk keamanan. Saat itu seorang mata-mata dari musuh berusaha mendekat dan mengintai benteng tersebut. Kaum muslimin sedang sibuk menghadapi pasukan musuh di luar.

Shafiyyah menyadari bahaya itu. Ia meminta seseorang untuk menghadapi mata-mata tersebut, namun tidak ada yang bergerak karena kondisi genting. Maka Shafiyyah sendiri mengambil tindakan. Ia turun dan menghadapi mata-mata itu hingga musuh tersebut tidak lagi menjadi ancaman.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa keberanian bukan hanya milik laki-laki, dan iman yang kuat tidak mengenal gender.

Ramadhan mengajarkan kesiapsiagaan hati. Shafiyyah mengajarkan bahwa seorang mukmin harus sigap menjaga agama dan kehormatan, sesuai dengan kapasitasnya.

Shafiyyah juga termasuk wanita yang tegar menghadapi ujian. Ketika saudaranya, Hamzah radhiyallahu ‘anhu, gugur di Perang Uhud, Shafiyyah tetap sabar dan menyerahkan urusan kepada Allah. Ia tidak larut dalam keluh kesah, meskipun rasa kehilangan tentu besar.

Ramadhan adalah bulan kesabaran dan pengendalian diri. Shafiyyah menunjukkan bahwa keteguhan iman membuat seseorang tetap kuat meski diuji kehilangan.

Ia hidup dalam kedekatan dengan Rasulullah ο·Ί dan mendidik keluarganya di atas iman. Keberanian dan kesabarannya menjadi teladan bagi kaum muslimah sepanjang zaman.

Pelajaran Ramadhan dari Shafiyyah binti Abdul Muthalib:

  • Keberanian lahir dari iman yang kokoh

  • Menjaga agama adalah tanggung jawab setiap mukmin

  • Sabar dalam kehilangan adalah tanda tawakal

Doa:
“Ya Allah, kuatkan hati kami sebagaimana Engkau kuatkan hati Shafiyyah. Jadikan kami hamba-Mu yang berani menjaga kebenaran dan sabar dalam setiap ujian.”

0 komentar: