Abu Ayyub Al-Ansari radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat Anshar yang Allah muliakan dengan sebuah kehormatan besar: menjadi tuan rumah Rasulullah ο·Ί saat hijrah ke Madinah.
Ketika Rasulullah ο·Ί tiba di Madinah, setiap sahabat ingin beliau singgah di rumahnya. Namun Rasulullah ο·Ί membiarkan untanya berjalan dan bersabda agar ia berhenti di tempat yang Allah kehendaki. Unta itu berhenti di depan rumah Abu Ayyub.
Abu Ayyub tidak melihatnya sebagai kebanggaan dunia, tetapi sebagai amanah besar.
Ia menyediakan rumahnya untuk Rasulullah ο·Ί dengan penuh adab. Bahkan ketika Rasulullah ο·Ί tinggal di lantai bawah dan Abu Ayyub di lantai atas, Abu Ayyub merasa tidak tenang. Ia khawatir berjalan di atas kepala Rasulullah ο·Ί. Ia meminta Nabi ο·Ί untuk bertukar tempat karena rasa hormatnya.
Ini menunjukkan adab yang tinggi kepada Rasulullah ο·Ί, bukan sekadar cinta di lisan.
Ramadhan adalah bulan menghidupkan sunnah. Abu Ayyub mengajarkan bahwa memuliakan Rasulullah ο·Ί bukan hanya dengan pujian, tetapi dengan mengikuti ajarannya dan menjaga adab terhadap sunnahnya.
Abu Ayyub juga dikenal sebagai sahabat yang terus berjihad hingga usia tua. Bahkan di masa kekhalifahan Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, ia ikut dalam ekspedisi ke Konstantinopel meskipun sudah lanjut usia. Ia berkata bahwa ia ingin tetap berada di barisan jihad selama mampu.
Ia wafat di sana dan dimakamkan dekat benteng Konstantinopel—sebuah bukti bahwa hidupnya dihabiskan dalam pengabdian.
Ramadhan mengajarkan istiqamah. Abu Ayyub menunjukkan bahwa semangat beramal tidak berhenti karena usia.
Rasulullah ο·Ί juga meriwayatkan melalui Abu Ayyub tentang puasa enam hari di bulan Syawal:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menjadi pengingat bahwa ibadah tidak berhenti saat Ramadhan berakhir.
Pelajaran Ramadhan dari Abu Ayyub Al-Ansari:
-
Memuliakan Rasulullah ο·Ί dengan adab dan ittiba’
-
Istiqamah dalam amal hingga akhir hayat
-
Ibadah tidak berhenti setelah Ramadhan
Doa:
“Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang memuliakan sunnah Rasul-Mu, istiqamah dalam ketaatan, dan Engkau wafatkan dalam keadaan Engkau ridai.”

0 komentar: