πŸŒ™ Ramlah binti Abi Sufyan radhiyallahu ‘anha — Iman yang Teguh di Tengah Ujian Keluarga

 


Ramlah binti Abi Sufyan radhiyallahu ‘anha, yang dikenal dengan kunyah Ummu Habibah, adalah putri dari Abu Sufyan—pemimpin Quraisy dan salah satu tokoh yang paling keras memusuhi Islam pada masa awal dakwah.

Namun Allah memberi hidayah kepada Ramlah lebih dahulu daripada ayahnya.

Ia memeluk Islam dan berhijrah ke Habasyah bersama suaminya. Di negeri asing itu, ujian berat datang. Suaminya murtad dan kembali kepada agama Nasrani. Ramlah menghadapi dua pilihan: mengikuti suaminya dan kembali kepada kekufuran, atau tetap teguh dalam iman meski sendirian.

Ia memilih Allah.

Ia tetap menjaga tauhidnya, meski berada jauh dari keluarga dan perlindungan. Ramadhan adalah bulan keteguhan. Ummu Habibah mengajarkan bahwa iman harus berdiri sendiri ketika tidak ada yang mendukung.

Dalam kesendiriannya di Habasyah, Allah memuliakannya. Raja Najasyi menikahkannya dengan Rasulullah ο·Ί atas perintah beliau, dan mahar pernikahannya dibayarkan oleh Najasyi. Dari ujian kehilangan suami, Allah menggantinya dengan kemuliaan menjadi istri Nabi ο·Ί.

Ummu Habibah juga dikenal sangat menjaga adab dan aqidahnya. Ketika ayahnya, Abu Sufyan, datang ke Madinah sebelum masuk Islam dan duduk di atas tempat tidur Rasulullah ο·Ί, ia segera melipat alas itu. Ketika ayahnya bertanya mengapa, ia menjawab:

“Engkau adalah orang musyrik, dan ini adalah tempat tidur Rasulullah ο·Ί.”

Ini bukan sikap kasar, tetapi bentuk ketegasan dalam menjaga kehormatan Nabi ο·Ί dan kemurnian aqidah.

Ramadhan mengajarkan loyalitas kepada Allah di atas segala-galanya. Ummu Habibah menunjukkan bahwa cinta kepada keluarga tidak boleh mengalahkan cinta kepada iman.

Ia juga meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah rawatib:

“Barang siapa menjaga dua belas rakaat dalam sehari semalam, Allah bangunkan baginya rumah di surga.”
(HR. Muslim)

Ini menunjukkan ketekunannya dalam ibadah dan komitmennya pada sunnah.

Pelajaran Ramadhan dari Ramlah (Ummu Habibah):

  • Iman harus dijaga meski sendirian

  • Allah mengganti kehilangan dengan kemuliaan

  • Loyalitas kepada agama di atas loyalitas dunia

Doa:
“Ya Allah, kuatkan iman kami meski kami diuji sendirian. Jadikan hati kami lebih mencintai agama-Mu daripada apa pun di dunia ini.”

0 komentar: