πŸŒ™Sumayyah binti Khayyat radhiyallahu ‘anha — Syahidah Pertama dalam Islam


Sumayyah binti Khayyat radhiyallahu ‘anha adalah wanita lemah secara fisik, tetapi kuat dalam iman. Ia termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam di Makkah bersama suaminya, Yasir, dan putranya, Ammar bin Yasir.

Mereka bukan dari kalangan terpandang. Mereka tidak memiliki pelindung kabilah. Karena itu, mereka menjadi sasaran siksaan kaum Quraisy.

Sumayyah disiksa di bawah terik matahari, dipukul, dihina, dan dipaksa kembali kepada kekufuran. Namun ia tidak mundur. Ia tidak menjual imannya demi keselamatan dunia.

Rasulullah ο·Ί melewati mereka saat disiksa dan bersabda:

“Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat janji kalian adalah surga.”

Sumayyah tetap teguh. Hingga akhirnya, Abu Jahal menusuknya dengan tombak dan ia pun gugur. Ia menjadi wanita pertama yang syahid dalam Islam.

Ramadhan adalah bulan sabar. Sumayyah mengajarkan bahwa iman sejati diuji dalam tekanan. Ia tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki harta, tetapi ia memiliki sesuatu yang lebih besar: keyakinan kepada Allah.

Syahidnya Sumayyah menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh status sosial, usia, atau jenis kelamin—tetapi oleh keteguhan dalam tauhid.

Ramadhan melatih kita menahan lapar dan dahaga. Sumayyah menahan siksaan dan ancaman demi menjaga iman. Kita mungkin tidak diuji seperti beliau, tetapi kita diuji untuk tetap taat di tengah tekanan zaman.

Pelajaran Ramadhan dari Sumayyah binti Khayyat:

  • Tauhid lebih berharga daripada keselamatan dunia

  • Sabar dalam tekanan adalah tanda iman

  • Kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh kedudukan

Doa:
“Ya Allah, tetapkan iman kami sebagaimana Engkau tetapkan iman Sumayyah. Kuatkan hati kami dalam ujian, dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridai.”

0 komentar: