Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu awalnya adalah salah satu panglima Quraisy yang paling cerdas dan berbahaya bagi kaum muslimin. Dalam Perang Uhud, strategi militernya menjadi sebab beratnya ujian bagi kaum muslimin.
Namun Allah membalikkan arah hidupnya.
Khalid masuk Islam bukan dalam kondisi Islam lemah, tetapi setelah ia merenungi kebenaran dan menyadari bahwa Rasulullah ο·Ί bukanlah orang yang bisa dikalahkan dengan kekuatan dunia. Ia datang ke Madinah dan menyatakan keislamannya dengan penuh kejujuran.
Rasulullah ο·Ί menyambutnya dan bersabda:
“Khalid adalah salah satu pedang Allah yang dihunuskan terhadap orang-orang kafir.”
Sejak itu ia dikenal dengan gelar Saifullah (Pedang Allah).
Ramadhan adalah bulan perubahan. Khalid mengajarkan bahwa masa lalu tidak menghalangi seseorang menjadi mulia, selama ia bertaubat dan jujur dalam imannya.
Dalam Perang Mu’tah, setelah tiga panglima sebelumnya gugur (termasuk Ja’far bin Abi Thalib), Khalid mengambil alih kepemimpinan. Dengan kecerdasan dan strategi yang matang, ia berhasil menyelamatkan pasukan kaum muslimin dari kehancuran total.
Keberanian Khalid bukan karena nekat, tetapi karena tawakal. Ia tidak pernah mengandalkan dirinya, melainkan menyandarkan kemenangan kepada Allah.
Namun menariknya, Khalid wafat bukan di medan perang, melainkan di atas tempat tidurnya. Ia berkata dengan nada sedih bahwa tidak ada sejengkal pun di tubuhnya kecuali bekas luka perang, tetapi ia meninggal seperti unta tua di ranjangnya.
Ini mengajarkan kita bahwa kemuliaan bukan pada bagaimana kita mati, tetapi pada bagaimana kita hidup di atas ketaatan.
Ramadhan adalah waktu memperbaiki arah hidup. Khalid mengingatkan bahwa pintu taubat selalu terbuka, dan Allah mampu mengubah musuh menjadi pembela agama-Nya.
Pelajaran Ramadhan dari Khalid bin Walid:
-
Taubat yang jujur menghapus masa lalu
-
Keberanian harus dibingkai tawakal
-
Kemuliaan ada pada ketaatan, bukan pada cara wafat
Doa:
“Ya Allah, jika ada masa lalu yang kelam dalam hidup kami, ampunilah. Ubah kelemahan kami menjadi kekuatan dalam ketaatan kepada-Mu.”

0 komentar: