Zubair bin Al-Awwam radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam. Ia juga termasuk sepuluh sahabat yang dijamin surga. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang berani dan sangat mencintai Rasulullah ο·Ί.
Ketika kabar tersebar bahwa Rasulullah ο·Ί dibunuh (padahal tidak benar), Zubair adalah salah satu yang pertama menghunus pedangnya dan keluar membela Nabi ο·Ί. Rasulullah ο·Ί mendoakannya dan memuji keberaniannya.
Dalam berbagai peperangan—Badar, Uhud, dan lainnya—Zubair selalu berada di barisan depan. Rasulullah ο·Ί pernah bersabda:
“Setiap nabi memiliki hawari (penolong setia), dan hawariku adalah Zubair.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Gelar ini menunjukkan loyalitas dan kedekatan Zubair dengan Rasulullah ο·Ί. Ia bukan hanya berani di medan perang, tetapi juga teguh dalam membela kebenaran.
Ramadhan adalah bulan loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya. Zubair mengajarkan bahwa iman harus melahirkan keberanian untuk membela agama, sesuai dengan kemampuan dan situasi kita.
Namun seperti sahabat lainnya, Zubair juga diuji dalam masa fitnah di akhir hayatnya. Ia sempat terlibat dalam peristiwa yang berat, tetapi ketika diingatkan akan sabda Rasulullah ο·Ί tentang ujian itu, ia menarik diri dari peperangan. Ini menunjukkan bahwa hati yang hidup akan segera kembali kepada kebenaran ketika diingatkan.
Zubair wafat dalam keadaan jauh dari ambisi dunia. Ia meninggalkan warisan yang besar, tetapi juga meninggalkan hutang karena amanah yang dititipkan kepadanya. Keluarganya menyelesaikan hutang itu sebelum membagi warisan—sebuah contoh tanggung jawab yang luar biasa.
Ramadhan mengajarkan muhasabah. Zubair mengajarkan bahwa kemuliaan bukan berarti tanpa ujian, tetapi kesediaan untuk kembali kepada Allah ketika tersadar.
Pelajaran Ramadhan dari Zubair bin Al-Awwam:
-
Loyalitas kepada Rasulullah ο·Ί adalah bukti iman
-
Keberanian harus dibingkai dengan ketaatan
-
Hati yang hidup akan kembali kepada kebenaran
Doa:
“Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang setia kepada agama-Mu, berani membela kebenaran, dan cepat kembali kepada-Mu saat kami diingatkan.”

0 komentar: