Ini bagian yang paling sering diperdebatkan.
“Anak sekarang kurang tanggung jawab.”
“Sedikit ditegur langsung down.”
“Deadline saja masih harus diingatkan.”
Kalimat-kalimat seperti itu sering terdengar di ruang dosen, ruang kantor, bahkan ruang keluarga. Tapi sebelum menguatkan asumsi itu, mungkin kita perlu bertanya: apa sebenarnya yang terjadi?
Apakah mereka benar-benar kurang bertanggung jawab?
Atau mereka menghadapi beban yang berbeda dengan cara yang berbeda?
🌱 Mandiri Sejak Dini, Tapi Sendirian Secara Emosional
Gen Z tumbuh dengan teknologi di tangan. Mereka terbiasa:
-
mencari jawaban sendiri di internet,
-
belajar dari video tutorial,
-
menyelesaikan masalah digital tanpa bantuan.
Dalam hal teknis, mereka sangat mandiri.
Namun di sisi lain, mereka juga:
-
tumbuh dalam budaya performa (nilai, pencapaian, personal branding),
-
hidup dalam perbandingan sosial media,
-
sering menyimpan kecemasan secara diam-diam.
Mandiri secara teknis tidak selalu berarti kuat secara emosional.
🧠 Mudah Overwhelmed Bukan Berarti Tidak Bertanggung Jawab
Ada satu fenomena yang sering muncul:
Tugas belum terlalu banyak, tapi mereka sudah merasa kewalahan.
Mengapa?
Karena mereka hidup dalam:
-
notifikasi tanpa henti,
-
distraksi konstan,
-
tekanan akademik dan sosial yang simultan,
-
standar sukses yang tinggi dan cepat.
Otak mereka jarang benar-benar “sepi”.
Bukan malas.
Tapi kapasitas atensi mereka sering terkuras bahkan sebelum tugas dimulai.
⏳ Pola Tanggung Jawab yang Berbeda
Generasi sebelumnya mungkin memaknai tanggung jawab sebagai:
-
hadir tepat waktu,
-
menyelesaikan tugas tanpa banyak bertanya,
-
tahan terhadap tekanan.
Gen Z cenderung memaknai tanggung jawab sebagai:
-
bekerja dengan batas yang jelas,
-
bertanya ketika tidak paham,
-
mempertanyakan beban yang dianggap tidak masuk akal.
Perbedaan ini sering menimbulkan benturan.
📌 Antara Prokrastinasi dan Perfeksionisme
Hal menarik yang sering terlihat:
Banyak Gen Z yang menunda bukan karena tidak peduli, tetapi karena takut gagal.
Mereka ingin hasilnya bagus.
Tapi takut tidak cukup baik.
Akhirnya menunda.
Di luar terlihat tidak serius.
Di dalam sering kali ada kecemasan performa.
🎓 Di Kampus, Ini Terlihat Seperti Apa?
-
Tugas dikumpulkan mendekati deadline.
-
Bertanya detail tentang nilai.
-
Menghindari presentasi spontan.
-
Lebih nyaman komunikasi tertulis daripada lisan.
Apakah ini kurang tanggung jawab?
Tidak selalu. Tapi mereka memang perlu dilatih untuk:
-
mengelola waktu,
-
menoleransi ketidaknyamanan,
-
bertanggung jawab tanpa harus sempurna.
🤍 Tanggung Jawab Itu Dilatih, Bukan Diharapkan
Setiap generasi belajar bertanggung jawab melalui tantangannya masing-masing.
Baby Boomer belajar lewat stabilitas dan kerja keras.
Gen X belajar lewat kemandirian.
Milenial belajar lewat kompetisi global.
Gen Z belajar lewat kompleksitas dan kecepatan.
Mereka bukan generasi yang tidak mau bertanggung jawab.
Mereka generasi yang perlu struktur yang jelas, batas yang konsisten, dan komunikasi yang transparan.
Dan mungkin, alih-alih bertanya “kenapa mereka begitu?”,
kita bisa mulai bertanya,
“bagaimana kita bisa membantu mereka bertumbuh?”

0 komentar: