🌿 Seri Dealing with Gen Z #6: Tantangan Akademik Gen Z: Distraksi, Overthinking, dan Tekanan Sosial

 


Jika kita jujur melihat ruang kelas hari ini, tantangan Gen Z bukan pada kecerdasan. Mereka cepat memahami konsep. Cepat mengakses referensi. Cepat menguasai tools baru.

Tantangan mereka ada pada ketenangan.

Belajar hari ini tidak terjadi dalam ruang sunyi. Ia terjadi di tengah notifikasi, timeline, pesan masuk, dan algoritma yang tidak pernah berhenti memanggil perhatian.

Dan otak yang terus-menerus ditarik seperti itu, sulit untuk benar-benar fokus.


📱 1. Distraksi Digital: Otak yang Tidak Pernah Sepi

Generasi sebelumnya belajar dengan buku dan catatan.
Gen Z belajar dengan layar.

Masalahnya bukan pada teknologi, tapi pada intensitas paparan.

Setiap kali mereka membuka laptop untuk mengerjakan tugas:

  • ada notifikasi media sosial,

  • ada pesan grup,

  • ada video pendek yang lebih menarik,

  • ada informasi baru yang terasa lebih instan.

Akibatnya:

  • fokus terpecah,

  • belajar menjadi fragmentasi,

  • sulit membaca teks panjang secara mendalam.

Bukan tidak mampu. Tapi jarang benar-benar dilatih dalam kondisi hening.


🧠 2. Overthinking: Standar yang Terlalu Tinggi untuk Diri Sendiri

Gen Z hidup dalam budaya pencapaian yang sangat terlihat.
Prestasi bukan hanya nilai, tapi juga:

  • CV yang harus panjang,

  • organisasi,

  • magang,

  • personal branding,

  • bahkan “kesuksesan” di media sosial.

Banyak dari mereka ingin terlihat kompeten sejak awal.
Akibatnya:

  • takut salah,

  • takut dianggap tidak cukup,

  • menunda karena ingin sempurna.

Overthinking membuat tugas sederhana terasa besar.


⚖️ 3. Tekanan Sosial yang Tidak Pernah Mati

Dulu, perbandingan berhenti di lingkungan sekitar.
Sekarang, perbandingan ada di genggaman 24 jam.

Mereka melihat:

  • teman yang sudah magang di perusahaan besar,

  • teman yang sudah publish jurnal,

  • teman yang terlihat selalu produktif.

Yang tidak terlihat adalah proses, kegagalan, dan kelelahan di balik layar.

Tekanan ini sering diam. Tapi dampaknya nyata.


🎓 Di Kampus, Ini Terlihat Seperti Apa?

  • Tugas bagus tapi sering mendekati deadline.

  • Banyak ide tapi sulit menyelesaikan.

  • Aktif mencari peluang tapi mudah lelah.

  • Cepat cemas saat nilai turun sedikit.

Mereka bukan generasi yang tidak peduli.
Mereka generasi yang terlalu peduli—pada banyak hal sekaligus.


🤍 Lalu Apa yang Dibutuhkan?

Mereka butuh:

  • struktur yang jelas,

  • ekspektasi yang realistis,

  • ruang untuk gagal tanpa stigma,

  • latihan fokus bertahap,

  • dan figur dewasa yang konsisten, bukan menghakimi.

Bukan untuk memanjakan.
Tapi untuk membantu mereka membangun ketahanan di dunia yang terlalu ramai.


🌱 Tantangan Mereka Tidak Lebih Ringan, Hanya Berbeda

Setiap generasi punya ujiannya sendiri.

Jika generasi sebelumnya diuji oleh keterbatasan akses,
Gen Z diuji oleh kelebihan akses.

Dan kelebihan yang tidak terkelola, bisa sama beratnya dengan kekurangan.

Memahami ini membuat kita lebih adil.
Dan mungkin, lebih sabar.

0 komentar: