🌿 Seri Dealing with Gen Z #8: Menghadapi Gen Z sebagai Dosen atau Atasan: Komunikasi yang Efektif Tanpa Kehilangan Otoritas

 


Banyak konflik lintas generasi sebenarnya bukan soal nilai, bukan soal etos kerja, bukan soal kecerdasan.

Sering kali, masalahnya hanya satu: cara komunikasi.

Gen Z tidak alergi terhadap aturan.
Mereka alergi terhadap ketidakjelasan.

Mereka tidak anti terhadap kritik.
Mereka kesulitan menerima kritik yang terasa personal dan tidak terstruktur.

Di sinilah komunikasi menjadi kunci.


🗣️ 1. Jelas Lebih Penting daripada Keras

Generasi sebelumnya sering terbiasa dengan gaya:

“Pokoknya begini.”
“Nanti juga mengerti sendiri.”
“Sudah dari dulu begitu.”

Bagi Gen Z, pola ini membingungkan.

Mereka lebih responsif terhadap:

  • ekspektasi yang jelas,

  • rubrik yang konkret,

  • deadline yang tegas,

  • konsekuensi yang transparan.

Bukan karena manja.
Tapi karena mereka tumbuh dalam sistem yang selalu memberikan instruksi detail (apps, tutorial, UI yang jelas).

Ketidakjelasan membuat mereka cemas.


💬 2. Feedback yang Spesifik, Bukan Umum

Kalimat seperti:

  • “Kurang bagus.”

  • “Perbaiki lagi.”

  • “Masih lemah.”

Sering membuat mereka bingung, bukan termotivasi.

Feedback yang efektif bagi Gen Z:

  • spesifik,

  • fokus pada perilaku atau hasil, bukan karakter,

  • memberi arah perbaikan.

Contoh:
Bukan: “Presentasimu kurang.”
Tapi: “Strukturnya sudah baik, tapi data pendukungnya perlu diperkuat di bagian metode.”

Mereka lebih bisa menerima kritik jika tahu cara memperbaikinya.


⚖️ 3. Tegas Tanpa Otoriter

Gen Z tidak anti aturan.
Tapi mereka ingin memahami alasannya.

Jika aturan dijelaskan dengan konteks, mereka cenderung patuh.
Jika hanya “karena saya bilang begitu”, resistensinya muncul.

Otoritas hari ini bukan dibangun dari jarak,
tapi dari konsistensi dan keadilan.


🧠 4. Beri Ruang Bertanya Tanpa Merasa Diintimidasi

Banyak Gen Z sebenarnya ingin bertanya.
Tapi takut terlihat bodoh.

Ruang aman untuk diskusi:

  • mengurangi defensif,

  • meningkatkan keterlibatan,

  • memperkuat rasa tanggung jawab.

Mereka lebih terbuka jika merasa dihargai sebagai individu.


📱 5. Adaptasi Media, Tanpa Mengorbankan Standar

Komunikasi bisa lebih fleksibel:

  • pengumuman tertulis yang ringkas,

  • poin-poin jelas,

  • reminder terjadwal.

Tapi standar akademik tetap dijaga:

  • kualitas tetap tinggi,

  • deadline tetap tegas,

  • evaluasi tetap objektif.

Fleksibilitas pada cara,
ketegasan pada prinsip.


🤍 Menghadapi Tanpa Mengubah Diri Sepenuhnya

Menghadapi Gen Z bukan berarti kita harus menjadi mereka.
Bukan berarti menghapus nilai generasi sebelumnya.

Ini tentang menjembatani.

Karena komunikasi yang baik tidak membuat kita kehilangan otoritas.
Justru membuat otoritas lebih dihormati.

Dan mungkin, di tengah perbedaan ini, yang dibutuhkan bukan perubahan besar—
tapi pemahaman yang lebih tenang.

0 komentar: