Aku sering membayangkan masa depan dengan target yang jelas: ini harus tercapai, itu harus selesai. Tapi hari ini, aku ingin membayangkannya dengan cara yang lebih rasional—bukan tentang apa yang kumiliki nanti, tapi tentang siapa aku saat sampai di sana.
Versi diriku di akhir tahun ini bukan sosok yang sempurna. Ia masih belajar. Masih berproses. Tapi ada satu hal yang ingin kulihat darinya: ketenangan. Bukan tenang karena semua beres, tapi tenang karena ia tahu dirinya sudah berusaha dengan jujur.
Aku ingin bertemu dengan diriku yang lebih jujur pada batasnya. Yang berani berkata tidak tanpa rasa bersalah. Yang tidak lagi memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi yang bukan miliknya. Diriku yang bisa berhenti sejenak tanpa takut tertinggal.
Aku juga ingin bertemu dengan diriku yang tetap berharap, tapi tidak cemas. Yang berdoa tanpa menekan waktu. Yang mencintai tanpa mengecilkan diri. Yang percaya bahwa hidupnya tidak tertunda—hanya sedang disusun dengan cara yang berbeda.
Di akhir tahun nanti, aku tidak perlu menjadi seseorang yang jauh berbeda. Aku hanya ingin menjadi versi yang lebih utuh. Lebih hadir. Lebih sadar akan apa yang penting dan apa yang bisa dilepaskan.
Jika hari ini aku masih jauh dari gambaran itu, tidak apa-apa. Aku sedang berjalan ke arahnya. Pelan, tapi dengan niat yang jelas.
Dan mungkin, pertemuan itu sedang terjadi sedikit demi sedikit—setiap kali aku memilih diriku dengan lebih jujur.


0 komentar: