Hari 27 — Lingkaran Aman yang Ingin Kubangun

 



Semakin ke sini, aku sadar bahwa hidup tidak hanya tentang apa yang kukejar, tapi juga tentang siapa yang kuizinkan berada di sekitarku. Aku tidak lagi ingin banyak, aku ingin aman.

Lingkaran aman bagiku bukan tentang jumlah. Ia tentang kualitas kehadiran. Tentang orang-orang yang membuatku bisa bernapas tanpa harus menjelaskan diri. Yang tidak tergesa menilai. Yang mendengarkan tanpa merasa perlu segera memperbaiki.

Aku ingin membangun hubungan yang tidak membuatku terus-menerus waspada. Yang tidak menuntutku menjadi versi tertentu agar layak diterima. Aku ingin berada di ruang di mana aku boleh lelah, boleh ragu, boleh diam—dan tetap diterima.

Ini juga berarti aku harus berani melepaskan. Tidak semua orang bisa ikut tumbuh bersamaku. Tidak semua relasi perlu dipertahankan hanya karena lama. Ada perpisahan yang bukan kegagalan, tapi bentuk kejujuran.

Lingkaran aman juga menuntutku untuk menjadi aman bagi orang lain. Belajar hadir tanpa menghakimi. Belajar mendengarkan tanpa menggurui. Belajar setia tanpa posesif. Ini proses dua arah yang pelan, tapi berharga.

Hari ini aku tidak lagi mencari keramaian.
Aku mencari kehangatan.
Dan jika lingkaran itu kecil, aku ingin ia kokoh.

Karena di dunia yang sering terasa bising, memiliki satu ruang aman sudah lebih dari cukup.

0 komentar: