Jika aku boleh memeluk diriku sendiri hari ini, aku tidak akan berkata apa-apa yang besar. Tidak akan memberi nasihat panjang. Aku hanya ingin diam sebentar, dan membiarkan pelukan itu menyampaikan hal-hal yang selama ini sulit kuucapkan.
Aku akan memeluk diriku yang sering merasa sendirian, bahkan di tengah keramaian. Diriku yang terbiasa menguatkan orang lain, tapi lupa bagaimana caranya meminta dikuatkan. Diriku yang tampak baik-baik saja, padahal ada bagian yang terus belajar bertahan.
Aku ingin memeluk semua versiku—yang percaya diri dan yang ragu, yang penuh harap dan yang lelah berharap, yang berani melangkah dan yang kadang ingin berhenti. Tidak ada yang perlu disingkirkan. Semuanya adalah bagian dari perjalanan yang utuh.
Pelukan ini bukan untuk menghapus rasa sakit. Ia ada untuk berkata: kamu tidak sendirian menghadapi ini. Bahwa lelahmu sah. Bahwa tangismu tidak berlebihan. Bahwa keinginanmu untuk dicintai dan diterima bukan kelemahan.
Jika selama ini aku menunggu pelukan dari dunia, hari ini aku belajar memberi dari dalam. Dan ternyata, ada ketenangan yang lahir saat aku berhenti menunda kasih sayang pada diriku sendiri.
Aku tidak tahu persis ke mana hidup akan membawaku. Tapi jika aku bisa berjanji satu hal, aku ingin berjalan sambil tetap memeluk diriku sendiri—dengan lebih sabar, lebih lembut, dan lebih jujur.
Hari ini aku memilih untuk tidak berperang dengan diriku.
Aku memilih berdamai.
Dan itu terasa seperti pulang.


0 komentar: