Aku tidak lagi menuntut tahun ini untuk selalu baik.
Aku hanya berharap ia jujur.
Jika tahun ini berat—aku ingin tetap waras. Tetap bisa bangun meski dengan langkah pelan. Tetap bisa menangis tanpa merasa gagal. Tetap bisa meminta bantuan tanpa merasa lemah. Aku ingin berhenti menjadikan kewarasan sebagai bonus; bagiku, ia kebutuhan.
Aku belajar bahwa waras bukan berarti selalu kuat. Waras berarti tahu kapan harus berhenti, kapan harus menunda, kapan harus mengakui aku capek. Waras berarti tidak memaksa diri menanggung semuanya sendirian. Waras berarti memilih tidur daripada membuktikan apa-apa pada siapa pun.
Ada hari-hari ketika pikiranku berisik. Ketika masa depan terasa kabur. Ketika aku ragu pada langkah yang kuambil sendiri. Di hari-hari itu, aku ingin memeluk diriku lebih erat—mengingatkan bahwa tidak semua harus diputuskan sekarang. Bahwa bertahan hari ini saja sudah cukup.
Aku ingin menjaga kewarasan dengan hal-hal sederhana: rutinitas kecil yang menenangkan, doa yang jujur, batasan yang konsisten, dan keberanian untuk berkata cukup sebelum runtuh. Aku ingin menukar ambisi yang memekakkan dengan ketenangan yang berkelanjutan.
Jika tahun ini menguji, aku ingin lulus dengan satu hal:
aku masih utuh.
Aku masih lembut.
Aku masih di sini.
—


0 komentar: