Hari 31 — Aku Masuk Tahun Ini dengan Lebih Sadar

 



Hari ini bukan tentang resolusi baru.
Bukan tentang target tambahan.
Hari ini tentang menoleh sebentar ke belakang—lalu melangkah ke depan dengan lebih sadar.

Tiga puluh hari terakhir aku menulis, aku merasa, aku jujur. Aku membuka hal-hal yang selama ini kupendam. Tentang lelah, harap, iman, ketakutan, dan keinginan untuk hidup lebih utuh. Tidak semua tulisannya nyaman, tapi semuanya perlu.

Hari ini aku tidak bertanya lagi, “Apa yang sudah kudapat?”
Aku bertanya, “Siapa aku sekarang?”

Dan jawabannya sederhana: aku lebih mengenal diriku sendiri.

Aku tahu batasanku sedikit lebih jelas. Aku tahu apa yang ingin kujaga, dan apa yang ingin kulepaskan. Aku tahu bahwa hidupku tidak tertunda—ia sedang dibentuk. Aku tahu bahwa aku tidak harus tergesa, tidak harus membandingkan, tidak harus keras pada diri sendiri.

Masuk tahun ini, aku membawa lebih sedikit tuntutan.
Tapi lebih banyak kesadaran.

Aku ingin menjalani sisa tahun ini dengan cara yang sama seperti aku menulis Januari: hadir, jujur, dan lembut. Jika aku jatuh, aku ingin bangun tanpa menghina diriku sendiri. Jika aku lelah, aku ingin berhenti tanpa rasa bersalah. Jika aku berharap, aku ingin berharap tanpa kehilangan diri.

Hari ini, aku tidak menutup bulan dengan perasaan “sudah selesai”.
Aku menutupnya dengan perasaan siap melanjutkan.

Dan itu cukup.

0 komentar: