📘 Seri Teknik Studi Berbasis Evidence #9 — Dual Coding: Menggabungkan Teks dan Visual Secara Tepat



Ada masa ketika catatan kita penuh gambar—panah warna-warni, ikon lucu, diagram yang indah—namun saat diminta menjelaskan, kita tetap tersendat. Di titik ini, banyak orang menyimpulkan, “Berarti aku bukan tipe visual.”

Padahal masalahnya sering bukan pada bakat, melainkan pada cara menggunakan visual.

Dual coding bukan tentang membuat catatan jadi cantik. Ia tentang menghadirkan dua jalur pemrosesan sekaligus—kata dan visual—agar informasi lebih mudah dipahami dan diingat.


🌿 Apa Itu Dual Coding?

Dual coding adalah strategi belajar yang menggabungkan penjelasan verbal (teks/kata) dengan representasi visual yang relevan. Keduanya saling melengkapi, bukan berdiri sendiri.

Contoh sederhana:

  • Teks yang menjelaskan proses + diagram alur proses tersebut

  • Definisi konsep + sketsa hubungan antar komponen

  • Paragraf ringkas + tabel perbandingan

Bukan gambar sebagai hiasan, melainkan visual sebagai penjelas.


🌿 Kenapa Dual Coding Efektif?

Otak memproses informasi verbal dan visual melalui jalur yang berbeda. Ketika keduanya diaktifkan secara selaras, peluang informasi “menempel” menjadi lebih besar. Jika salah satu jalur lemah, jalur lainnya bisa membantu.

Riset di bidang multimedia learning menunjukkan bahwa visual yang relevan dan sederhana membantu:

  • memahami konsep abstrak,

  • mengurangi beban memori kerja,

  • dan meningkatkan retensi.

Sebaliknya, visual yang terlalu ramai atau tidak terkait justru mengganggu fokus.


🌿 Kesalahan Umum dalam Dual Coding

Banyak orang sudah “pakai gambar”, tapi belum menerapkan dual coding dengan benar. Beberapa jebakan umum:

  • gambar dekoratif yang tidak menjelaskan apa-apa,

  • diagram terlalu kompleks tanpa penjelasan,

  • ikon lucu yang menarik perhatian tapi tidak menambah makna,

  • menyalin diagram buku tanpa memahaminya.

Jika visual tidak bisa kamu jelaskan dengan kata sendiri, kemungkinan besar ia belum bekerja sebagai alat belajar.


🌿 Cara Menerapkan Dual Coding yang Tepat

Cobalah pendekatan ini:

  • Mulai dari teks ringkas (apa inti konsepnya?)

  • Tambahkan visual sederhana yang menjawab: bagian mana, urutannya bagaimana, hubungannya apa

  • Jelaskan visual itu dengan satu atau dua kalimat

  • Sederhanakan—hapus detail yang tidak mendukung inti

Ingat: lebih sederhana = lebih kuat.


🌿 Dual Coding Bukan untuk Semua Hal—dan Itu Oke

Tidak semua materi perlu digambar. Beberapa konsep cukup dengan elaborasi verbal. Dual coding paling efektif untuk:

  • proses,

  • sistem,

  • perbandingan,

  • hubungan sebab-akibat,

  • konsep yang sering tertukar.

Gunakan visual sebagai alat bantu berpikir, bukan kewajiban estetika.


🌿 Penutup: Visual yang Membantu Berpikir

Dual coding mengajarkan bahwa belajar yang baik tidak harus ramai. Ia harus jelas. Ketika kata dan gambar saling menguatkan, pemahaman menjadi lebih stabil—dan ingatan lebih tahan lama.

Di seri berikutnya, kita akan membahas strategi membaca efektif—bagaimana skimming, scanning, dan deep reading dipakai sesuai tujuan, bukan dicampur tanpa arah.

0 komentar: