Ada fase dalam hidup ketika karier tidak lagi sekadar soal naik atau berhasil. Ia berubah menjadi pertanyaan yang lebih sunyi: apakah aku masih bertumbuh? apakah yang kulakukan selaras dengan siapa aku sebenarnya?
Aku pernah mengejar karier dengan penuh ambisi. Ingin cepat sampai. Ingin terlihat berhasil. Ingin membuktikan bahwa pilihanku tidak salah. Tapi semakin ke sini, aku menyadari—aku tidak hanya ingin bekerja, aku ingin bermakna.
Belajar bagiku kini bukan lagi tentang gelar atau pengakuan semata. Ia tentang keberanian memperdalam, memperbaiki, dan terus bertanya. Tentang kesediaan menjadi murid, meski usia bertambah dan pengalaman terkumpul. Ada kerendahan hati dalam terus belajar, dan aku ingin menjaganya.
Panggilan hidup tidak selalu datang dengan suara lantang. Kadang ia hadir sebagai kegelisahan kecil yang terus kembali. Sebagai ketertarikan yang tidak padam. Sebagai rasa ingin memberi lebih dari sekadar menyelesaikan tugas.
Hari ini aku ingin menata ulang relasiku dengan karier. Tidak menjadikannya satu-satunya sumber nilai diriku. Tidak juga mengabaikannya. Aku ingin bekerja dengan niat, belajar dengan sabar, dan melangkah tanpa harus membandingkan jalanku dengan orang lain.
Aku tidak tahu persis ke mana semua ini akan membawaku. Tapi aku tahu satu hal: aku ingin hidup yang terus bertumbuh, bukan sekadar bergerak.
Dan mungkin, itulah bentuk panggilan yang paling jujur—tetap belajar, tetap memberi, tetap setia pada nilai yang kupilih.


0 komentar: